Akurat

Menteri Agama Nasaruddin Umar Terima Audiensi dari Walubi, Dorong Sinergi Ormas Keagamaan dan Pemerintah

Fajar Rizky Ramadhan | 1 November 2024, 10:30 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar Terima Audiensi dari Walubi, Dorong Sinergi Ormas Keagamaan dan Pemerintah

AKURAT.CO Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menerima audiensi dari Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, pada Kamis (31/10/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Menag menyatakan harapannya agar hubungan antara organisasi masyarakat (ormas) keagamaan dengan pemerintah semakin erat guna menghadapi tantangan dalam kehidupan beragama.

Menag menyambut baik kedatangan Walubi dan mengapresiasi kunjungan ini. Menurutnya, Walubi adalah organisasi keagamaan pertama yang mengunjungi Kementerian Agama setelah dirinya dilantik.

Sekretaris Jenderal Walubi, Bhante Khanit, menyampaikan penghargaan kepada Presiden Prabowo atas pemilihan Nasaruddin Umar sebagai Menteri Agama.

"Saya senang ketika beliau dipanggil Presiden Prabowo. Kami senang karena kami percaya beliau akan Menjadi Menteri semua Agama," ungkap Bhante Khanit.

Baca Juga: Kemenag: Arab Saudi Tetapkan Jumlah Petugas Haji 2025 Sebanyak 2.210, Plus Dikenakan Biaya Puncak Haji

Bhante Khanit menilai Nasaruddin Umar sebagai sosok yang dihormati masyarakat luas, sehingga cocok mengemban amanah sebagai Menteri Agama. Ia pun mendoakan agar Menag selalu sukses dalam menjalankan tugasnya.

“Semoga beliau dikasih jalan yang bijaksana dalam tugas, untuk semua agama. Supaya Bangsa dan Negara ini dipenuhi dengan cinta kasih, dan kasih sayang,” ucapnya.

Bhante Khanit juga berharap Menag dapat melindungi semua agama, khususnya Umat Buddha, sebagai wujud keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

“Semoga kita tetap dilindungi dengan tentram dan bahagia, seperti anak burung dilindungi induknya,” tambahnya.

Menanggapi permintaan Walubi, Menag menegaskan bahwa Kementerian Agama bertugas untuk melindungi semua agama. Ia menekankan pentingnya rasa saling menjaga di antara umat beragama.

“Saya kira tidak perlu diminta. Melindungi orang lain hakikatnya adalah melindungi diri sendiri. Engkau adalah aku, aku adalah engkau,” ungkap Menag.

Menag juga mengungkapkan ketertarikannya pada kisah hidup Sidharta Gautama, yang selalu ia baca setelah biografi Nabi Muhammad.

Baca Juga: Minta Adil dan Objektif dalam Seleksi Petugas Haji 2025, Kakanwil Kemenag se-Indonesia Diminta Tandatangani Pakta Integritas

Bagi Menag, kisah Sidharta memberikan inspirasi dalam hal memprioritaskan kemanusiaan dan meninggalkan kemewahan.

Ia menegaskan pandangannya bahwa tidak ada konsep "minoritas" dalam agama. “Sebab kebenaran itu tidak memihak kepada mayoritas, semua Nabi memihak kebenaran, semua nabi itu lahir sebagai minoritas dan berakhir sebagai mayoritas semua. Barang siapa bersama kebenaran akan berakhir menjadi mayoritas,” tegasnya.

Ke depan, Menag mengajak Walubi untuk berdiskusi dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kontribusi aktif dari tokoh agama dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

“Ke depan mari kita menjadikan negeri kita ini negeri bersama, rumah besar kita Bangsa Indonesia, harus kita amankan bersama. Jadi, Bhante tidak perlu minta perlindungan, kami juga ingin kita saling melindungi satu sama lainnya,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.