Akurat Logo

Viral Video Guru dan Siswi di Gorontalo, Ini 4 Tanda Darurat Moralitas Menurut Islam dan Cara Mengatasinya

Fajar Rizky Ramadhan | 1 Oktober 2024, 11:30 WIB
Viral Video Guru dan Siswi di Gorontalo, Ini 4 Tanda Darurat Moralitas Menurut Islam dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Baru-baru ini, jagat dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video tak pantas antara seorang guru dan siswi di Gorontalo.

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran publik tentang kondisi moralitas masyarakat, terutama dalam lingkungan pendidikan.

Tindakan seperti ini bukan hanya merupakan pelanggaran hukum, tetapi juga menunjukkan tanda-tanda darurat moralitas yang sangat mengkhawatirkan.

Dalam perspektif Islam, peristiwa ini mencerminkan krisis akhlak yang serius dan membutuhkan perhatian lebih.

Tanda-tanda Darurat Moralitas Menurut Islam

Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi akhlak dan moralitas. Rasulullah SAW sendiri diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

"إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ"

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad)

Dalam konteks moralitas, tindakan tak bermoral seperti yang terlihat dalam video tersebut bisa dianggap sebagai bentuk kerusakan akhlak yang serius.

Ada beberapa tanda-tanda darurat moralitas dalam Islam yang bisa diambil dari peristiwa ini.

1. Merosotnya Pengawasan dan Pendidikan Moral

Dalam Islam, pendidikan moral sangat penting. Allah SWT memerintahkan orang tua dan pendidik untuk mendidik anak-anak dengan baik:

"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا"

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS. At-Tahrim: 6).

Baca Juga: Viral Tari Dudidam di TikTok, Adakah Tari yang Sarat dengan Nilai-nilai Islam?

Guru memiliki peran sebagai pendidik yang seharusnya menjadi contoh bagi murid-muridnya. Ketika seorang guru, yang seharusnya memberikan contoh yang baik, justru melakukan perbuatan tak bermoral, ini menunjukkan adanya kegagalan dalam sistem pendidikan moral. Hal ini menandakan darurat moral yang membutuhkan perhatian serius dari masyarakat, sekolah, dan keluarga.

2. Hilangnya Rasa Malu (Al-Haya')

Rasa malu (al-haya') adalah bagian dari iman. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ"

Artinya: “Malu adalah bagian dari iman.”
(HR. Muslim)

Tindakan yang melibatkan hal-hal yang tidak senonoh atau melanggar norma-norma kesusilaan menunjukkan hilangnya rasa malu di antara pelakunya.

Ketika rasa malu hilang, orang cenderung terjebak dalam perilaku yang melanggar moralitas dan ajaran agama. Hilangnya al-haya' ini menjadi salah satu tanda darurat moralitas dalam Islam.

3. Meninggalkan Ajaran Agama

Perbuatan yang melanggar syariat adalah tanda bahwa ajaran agama tidak lagi dipegang teguh oleh pelaku. Allah SWT berfirman:

"وَأَنْ أَتْلُوَ الْقُرْآنَ ۖ فَمَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَقُلْ إِنَّمَا أَنَا مِنَ الْمُنذِرِينَ"

Artinya: “Dan agar aku membacakan Al-Qur’an (kepada manusia). Maka barang siapa mendapat petunjuk, sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa sesat, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku (ini) hanya salah seorang pemberi peringatan.’”
(QS. An-Naml: 92)

Ketika seseorang meninggalkan ajaran Al-Qur'an dan tidak lagi mengindahkan peringatan agama, mereka akan mudah terjerumus ke dalam perbuatan maksiat. Hal ini menunjukkan darurat moral, di mana nilai-nilai agama mulai ditinggalkan.

4. Meningkatnya Kemaksiatan dan Penyimpangan

Ketika perbuatan dosa dan penyimpangan moral semakin merajalela dan dianggap biasa oleh masyarakat, ini adalah tanda bahwa moralitas sudah berada dalam kondisi darurat. Rasulullah SAW memperingatkan umatnya tentang bahayanya maksiat dan dampaknya terhadap masyarakat:

"إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَاصِي فِي أُمَّتِي عَمَّهُمُ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ"

Artinya: “Jika maksiat telah tampak di tengah-tengah umatku, maka Allah akan menimpakan azab dari-Nya secara merata.”
(HR. Ahmad)

Baca Juga: Apa Itu 'Child Grooming'? Bagaimana Islam Merespons Fenomena Ini?

Maksiat yang dilakukan oleh seseorang, apalagi yang memiliki tanggung jawab moral seperti guru, tidak hanya merusak individu tersebut tetapi juga dapat merusak tatanan moral masyarakat secara keseluruhan.

Langkah-langkah Mengatasi Darurat Moralitas

Dalam menghadapi darurat moralitas seperti ini, Islam mengajarkan untuk kembali kepada ajaran agama, memperbaiki pendidikan moral, dan menegakkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa langkah yang bisa diambil adalah:

1. Peningkatan Pendidikan Agama

Mengajarkan akhlak dan nilai-nilai agama sejak dini, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah.

 

2. Penguatan Kontrol Sosial

Masyarakat harus berperan aktif dalam menjaga moralitas di lingkungannya dengan menegur dan memberi nasihat jika ada perilaku yang menyimpang.

 

3. Peningkatan Peran Keluarga

Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Orang tua harus memberikan contoh yang baik dalam hal moralitas dan akhlak.

 

4. Penegakan Hukum yang Tegas

Hukum yang berlaku harus ditegakkan dengan adil untuk memberikan efek jera dan menjaga moralitas di masyarakat.

Peristiwa viral seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga akhlak dan moralitas, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat luas.

Islam sebagai agama rahmatan lil alamin memberikan solusi yang komprehensif untuk mencegah kerusakan moral dan membangun masyarakat yang lebih baik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.