Profil Yahya Sinwar, Pengganti Ismail Haniyeh

AKURAT.CO Beberapa waktu lalu pimpinan Hamas Ismail Haniyeh wafat. Wafatnya dikabarkan karena ulah zionis Israel.
Setelah Ismail Haniyeh berpulang, Hamas kini dipimpin oleh Yahya Sinwar. Lantas siapa Yahya Sinead?
Dikutip dari Aljazeera, Yahya Sinwar dikenal sebagai salah satu pejabat tinggi Hamas yang paling tidak kenal kompromi. Sinwar lahir pada tahun 1962 di Khan Younis, Gaza Selatan.
Sinwar bahkan ditangkap berulang kali oleh Israel pada awal tahun 1980an karena keterlibatannya dalam aktivisme anti-pendudukan di Universitas Islam di Gaza. Setelah lulus ia turut membantu membangun jaringan pejuang untuk melakukan perlawanan terhadap Israel.
Kelompok tersebut kemudian menjadi Brigade Qassam, sayap militer Hamas dan diketahui mulai bergabung dengan Hamas sebagai salah satu pemimpinnya ketika kelompok tersebut didirikan oleh Sheikh Ahmad Yassin pada tahun 1987.
Baca Juga: Ramai Bapak Kost Makan Kucing untuk Obati Diabetes, Apakah Boleh menurut Islam?
Pada tahun berikutnya, Yahya Sinwar sempat ditangkap oleh pasukan Israel dan dijatuhi empat hukuman seumur hidup atau setara dengan 426 tahun penjara. Ia dituduh terlibat dalam penangkapan dan pembunuhan dua tentara Israel dan empat tersangka mata-mata Palestina.
Ketika dipenjara Yahya menghabiskan 23 tahun di penjara Israel dan selama itu dia belajar bahasa Ibrani dan menjadi ahli urusan Israel dan politik dalam negeri. Yahya kemudian dibebaskan pada tahun 2011.
Saat itu Yahya dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan yang mencakup pembebasan tentara Israel Gilad Shalit yang telah ditangkap oleh Hamas. Setelah bebas Sinwar kembali naik pangkat di Hamas.
Demikian sekelumit profil pengganti Ismail Haniyeh, Yahya Sinwar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









