Akurat

Adab dan Doa Ziarah Kubur Jelang Ramadhan

Hadits Abdillah | 7 Maret 2024, 19:58 WIB
Adab dan Doa Ziarah Kubur Jelang Ramadhan

AKURAT.CO Masyarakat muslim Indonesia memiliki beragam tradisi dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Meskipun cenderung memiliki budaya yang berbeda, terdapat sebuah tradisi yang dilakukan oleh banyak masyarakat muslim Indonesia diberbagai wilayah, yakni ziarah kubur jelang Ramadhan.

Ziarah kubur sendiri merupakan kegiatan mengunjungi makam orang tua ataupun sanak saudara lain yang telah meninggal dunia. Tujuannya tak lain untuk mendoakan para arwah serta mengingat kematian.

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa adab yang harus diterapkan serta dijaga dalam melaksanakan ziarah kubur. Berikut ini merupakan adab dan doa saat melaksanakan ziarah kubur jelang Ramadhan.

Baca Juga: Pesan Hari Pertama Ramadhan Prof Quraish Shihab

Dikutip dari NU Online, setidaknya terdapat 9 adab dalam melaksanakan ziarah kubur. Adab-adab ini diambil dari dua ulama, yakni Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Khatib Asy-Syirbini. Adab-adab tersebut adalah:

- Membacakan doa dan ayat-ayat Al-Qur'an untuk orang yang sudah meninggal dunia;
- Menjaga Perilaku yang baik;
- Menghadirkan hati dan harapan agar dijauhkan dari maksiat;
- Tidak diperkenankan duduk di atas makam;
- Mengucapkan "Assalamu alaika dara qaumi mu’minin, wa inna insya Allahu bikum lahiqun" (semoga kesalamatan tertuju pada engkau wahai rumah perkumpulan orang-orang mukmin, sesungguhnya kami, jika Allah menghendaki akan menyusul kalian);
- Mengucapkan salam dengan menyebut nama mayat yang dikenal;
- Mendatangi mayat dari arah wajahnya dikuburkan;
- Merenungkan keadaan orang-orang yang telah meninggal dunia, dimana mereka tidak dapat mengejar impian mereka serta harta mereka tidak dapat menolong mereka, dan sebagainya;
- Menghadirkan kesadaran bahwa setiap makhluk yang hidup akan merasakan kematian.

Doa Ziarah Kubur

Perihal doa yang ditujukan kepada orang-orang yang telah meninggal dunia, Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab berjudul Nihayat al-Zain menjelaskan bahwa doa tersebut akan sampai serta bermanfaat bagi mereka.

قال النووي في الأذكار أجمع العلماء على أن الدعاء للأموات ينفعهم ويصلهم ثوابه اه روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال ما الميت في قبره إلا كالغريق المغوث بفتح الواو المشددة أي الطالب لأن يغاث ينتظر دعوة تلحقه من ابنه أو أخيه أو صديق له فإذا لحقته كانت أحب إليه من الدنيا وما فيها

Baca Juga: Dianggap Sebagai Hari Raya Umat Muslim, Bolehkah Qadha Puasa Ramadhan di Hari Jumat?

Artinya: "Imam Nawawi berkata dalam kitabnya, Al-Adzkar, ‘Para Ulama sepakat bahwa doa pada orang yang meninggal, bermanfaat dan sampai pada mereka‘ diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw bahwa sesungguhnya beliau bersabda, ‘Tidak ada perumpamaan mayat di kuburnya kecuali seperti orang tenggelam yang ingin ditolong, mayat menunggu doa yang ditujukan padanya baik dari anaknya, saudaranya ataupun temannya. Ketika doa itu telah tertuju padanya, maka doa itu lebih ia cintai daripada dunia dan seisinya." (Nihayat al-Zain, hal. 281).

Adapun doa yang dapat dibaca ketika ziarah kubur memiliki urutan sebagai berikut:
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca surat Al-Baqarah ayat 1-5
- Membaca ayat kursi
- Membaca surat Al-Baqarah ayat 284-286
- Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing sebanyak tiga kali
- Perbanyak dzikir dengan Istighfar dan tahlil
- Setelah itu membaca doa untuk jenazah, yaitu:

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempatnya, luaskanlah kuburnya, dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Kemudian masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari siksa kubur dan siksa neraka."

Demikian penjelasan mengenai adab dan doa yang dapat dibaca ketika melaksanakan ziarah kubur. Ziarah dapat menjadi sarana untuk introspeksi diri bahwa setiap makhluk akan merasakan kematian. Maka harta benda, pencapaian, serta hal-hal duniawi lainnya tak akan memiliki arti apa-apa ketika ajal telah menjemput.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi