Serba-serbi Tradisi Menyambut Malam Nisfu Sya'ban

AKURAT.CO Bulan Sya'ban merupakan salah satu bulan istimewa dalam penanggalan hijriyah. Keistimewaan bulan ini terpusat pada pertengahan bulannya, yakni pada malam Nisfu Sya'ban.
Malam yang jatuh pada tanggal 15 Sya'ban itu, dipenuhi oleh berkah dan karunia dari Allah SWT. Oleh sebab itu, Nisfu Sya'ban menjadi salah satu momentum bagi umat muslim untuk memburu pahala.
Di Indonesia sendiri, masyarakat yang beragama Islam memiliki beragam tradisi yang dilakukan untuk menyambut datangnya malam Nisfu Sya'ban. Berikut ini merupakan tradisi menyambut malam Nisfu Sya'ban di beberapa daerah di Indonesia.
Baca Juga: Profil Abu Bakar Ash Shiddiq, Pemimpin Pertama Setelah Rasulullah SAW Wafat
1. Ruwahan Ala Masyarakat Jawa dan Sunda
Ruwahan berasal dari kata ruwah yang merupakan resapan dari bahasa Arab berarti Arwah. Dalam istilah Jawa, bulan Ruwah mengacu pada bulan Sya'ban dalam penanggalan hijriyah.
Ruwahan merupakan tradisi suku Jawa dan Sunda yang bertujuan untuk mengirim doa kepada para orang tua ataupun sanak saudara yang telah tiada. Tradisi ini dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan, serta mulai dilakukan pada pertengahan bulan Sya'ban.
2. Tradisi Bersih-bersih Masyarakat Brebes
Masyarakat Brebes, Jawa Tengah menyambut datangnya malam Nisfu Sya'ban dengan membaca Al-Qur'an, bershalawat, serta memperbanyak doa. Tetapi bedanya, masyarakat Brebes memulai tradisi tersebut dengan bersih-bersih.
Mulai dari sehari sebelumnya, masyarakat Brebes akan melakukan kegiatan berupa ziarah disertai dengan bersih-bersih makam leluhur. Selain itu, mereka juga melakukan bersih-bersih masjid dan mushola.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud Orang yang Lalai dalam Shalat?
3. Masyarakat Madura dan Tradisi Rebha
Masyarakat Madura menyambut malam Nisfu Sya'ban dengan meramaikan masjid. Mereka nantinya akan membawa beberapa jenis makanan ke masjid untuk didoakan dan dinikmati bersama-sama. Tradisi ini disebut dengan tradisi Rebha.
Demikian tradisi yang dilakukan masyarakat lokal di beberapa wilayah Indonesia. Tradisi-tradisi dilakukan untuk menyambut malam Nifsu Sya'ban yang penuh berkah serta berharap limpahan rahmat dari Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









