Hukum Bekerja Di Perusahaan Pro Israel, Awas Hati-hati Bisa Haram Dan Rezekinya Tidak Akan Berkah

AKURAT.CO - Akhir-akhir ini muncul aksi boikot produk yang mendukung Israel. Namun di samping itu, sebagian orang juga mempersoalkan nasib orang yang bekerja di perusahaan pro Israel.
Dikatakan oleh mereka, sebaiknya tidak perlu memboikot produk-produk yang diduga mendukung Israel. Sebab, kasihan dengan para pekerja yang bekerja di perusahaan pro Israel tersebut.
Lalu seperti apa sejatinya hukum bekerja di perusahaan pro Israel? Apakah dibolehkan menurut Islam atau tidak dibolehkan sama sekali?
Baca Juga: 9 Alasan Mengapa Muslim Wajib Mendukung Palestina, Jangan Sampai Membela Zionis Israel!
Untuk menjawab pertanyaan di atas kita dapat menqiyaskan kepada aktivitas kemaksiatan. Para ulama mengatakan, bahwa haram hukumnya bekerja di tempat yang bisa berpotensi melahirkan kemaksiatan.
Syekh Zakariya Al-Anshari menjelaskan:
ونحو ذلك من كل تصرف يفضي إلى معصية كبيع الرطب ممن يتخذه نبيذا وبيع ديك الهراش وكبش النطاح ممن يعاني ذلك (حرم) لأنه تسبب إلى معصية
Artinya, “Begitu juga setiap aktivitas yang mengakibatkan terjadinya kemaksiatan, seperti menjual kurma kepada orang yang ingin menjadikannya nabidz (minuman keras), menjual ayam atau domba kepada orang yang akan mengadu hewan tersebut, semua itu hukumnya adalah haram, karena dapat menyebabkan terjadinya kemaksiatan.” (Zakariya Al-Anshari, Asnal Mathalib, juz II, halaman 41).
Baca Juga: Profil Kirgistan, Salah Satu Negara Yang Mesra Dengan Israel Namun Mendukung Palestina
Selama ada perusahaan yang diduga kuat pro Israel, perusahaan tersebut dapat dikatakan sedang melakukan kemaksiatan. Sebab, Israel masih terus melakukan pembunuhan secara keji kepada orang-orang Palestina.
Maka bekerja di perusahaan yang mendukung kelakuan jahat Israel, karena berpotensi mendatangkan kemaksiatan besar di Israel dalam bentuk pembunuhan, hukumnya adalah haram.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









