Akurat Logo

Perbedaan Pasta Gigi Fluoride dan Non Fluoride, Mana yang Lebih Baik?

Redaksi Akurat | 17 September 2026, 19:47 WIB
Perbedaan Pasta Gigi Fluoride dan Non Fluoride, Mana yang Lebih Baik?
Pasta Gigi

AKURAT.CO Penting untuk memilih pasta gigi yang sesuai untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Di Indonesia, sering terjadi perdebatan mengenai pasta gigi yang mengandung fluoride dan yang tidak.

Banyak orang merasa bingung dalam memilih mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dokter gigi telah lama merekomendasikan pasta gigi berfluoride, namun belakangan ini pasta gigi tanpa fluoride mulai banyak diminati karena dianggap lebih alami dan aman.

Fluoride merupakan mineral yang secara alami terbukti efektif dalam mencegah kerusakan gigi dan memperkuat enamel. Namun, kekhawatiran akan efek samping dari fluoride membuat beberapa orang beralih ke pasta gigi yang tidak mengandung fluoride.

Data dari Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2024 menunjukkan bahwa angka prevalensi karies gigi di Indonesia mencapai 88,8% di kalangan anak-anak sekolah. Mengetahui perbedaan antara kedua jenis pasta gigi ini akan membantu Anda memilih yang terbaik untuk kesehatan gigi keluarga.

Baca Juga: Pasta Gigi Usmile Aroma Parfum Pertama di Dunia, Fokus Pasar ASEAN dan Indonesia

Apa Itu Pasta Gigi Berfluoride

Pasta gigi yang mengandung fluoride memiliki senyawa seperti sodium fluoride, stannous fluoride, atau sodium monofluorophosphate. Kandungan fluoride dalam produk ini biasanya berada di angka 1000-1500 ppm untuk orang dewasa. Fungsi fluoride adalah untuk memperkuat enamel gigi dan melawan bakteri penyebab kerusakan gigi.

Ikatan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) merekomendasikan pasta gigi berfluoride sebagai upaya mencegah karies gigi. Fluoride mendukung proses remineralisasi, yaitu pengembalian mineral yang hilang dari enamel gigi akibat asam. Jenis pasta gigi ini telah digunakan secara luas sejak tahun 1950-an dan telah terbukti secara signifikan mengurangi angka kerusakan gigi.

Apa Itu Pasta Gigi Non Fluoride

Pasta gigi non fluoride adalah jenis pasta gigi yang tidak mengandung fluoride. Produk ini biasanya menggunakan bahan alami seperti xylitol, baking soda, minyak kelapa, atau ekstrak herbal untuk membersihkan gigi. Orang-orang yang khawatir terhadap efek samping fluoride atau mencari alternatif yang lebih alami sering memilih pasta gigi ini.

Bahan-bahan dalam pasta gigi non fluoride fokus pada pembersihan secara mekanis dan antibakteri alami. Xylitol, misalnya, adalah pemanis alami yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab kerusakan gigi. Namun, efektivitasnya dalam mencegah karies masih menjadi perdebatan jika dibandingkan dengan pasta gigi berfluoride, menurut penelitian dari Fakultas Kedokteran Gigi UI pada tahun 2023.

Manfaat Pasta Gigi Berfluoride

Fluoride memiliki kemampuan yang efektif untuk mencegah pembentukan karies dengan cara mencegah demineralisasi enamel gigi. Ketika asam dihasilkan oleh bakteri di mulut, fluoride berperan dalam melindungi gigi dari kerusakan. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pasta gigi berfluoride bisa mengurangi risiko kerusakan gigi hingga 25% pada anak-anak.

Fluoride akan menyerap ke dalam struktur gigi dan membentuk fluoroapatite yang lebih kuat dibandingkan hidroksiapatit alami. Enamel yang diperkuat oleh fluoride lebih tahan terhadap serangan asam dari makanan dan minuman. Selain itu, fluoride dapat membantu mengembalikan mineral yang hilang pada tahap awal kerusakan gigi sebelum berkembang menjadi lubang.

Manfaat Pasta Gigi Tanpa Fluoride

Pasta gigi non fluoride memberikan pilihan bagi mereka yang sensitif atau alergi terhadap fluoride. Komponen alami yang digunakan umumnya lebih lembut di gusi dan tidak menimbulkan iritasi. Produk ini juga sangat cocok untuk bayi dan balita yang belum bisa berkumur dengan baik dan memiliki risiko menelan pasta gigi.

Beberapa pasta gigi yang tidak mengandung fluoride mempunyai xylitol, zat yang terbukti mampu mengurangi bakteri penyebab gigi berlubang. Selain itu, baking soda dalam pasta gigi non fluoride sangat efektif dalam menghilangkan noda serta menetralkan asam di mulut. Ini adalah pilihan yang memberikan ketenangan bagi orang tua yang khawatir anak-anak mereka bisa menelan fluoride dalam jumlah berlebihan.

Risiko dan Kekurangan

Fluorosis dapat terjadi bila seorang anak mendapatkan terlalu banyak paparan fluoride saat gigi sedang terbentuk. Gejalanya muncul dalam bentuk bercak putih atau cokelat yang bersifat permanen pada gigi. Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2024, terdapat kasus fluorosis ringan yang ditemukan pada 15% anak-anak di area dengan kandungan fluoride tinggi dalam air minum.

Untuk menghindari masalah ini, disarankan menggunakan pasta gigi seukuran beras untuk anak di bawah usia 3 tahun. Anak-anak berusia 3 hingga 6 tahun bisa menggunakan pasta gigi seukuran kacang polong dan harus diawasi saat menggosok gigi. Hasil studi FKG UI pada tahun 2023 menunjukkan bahwa pasta gigi non fluoride kurang efektif dalam mencegah gigi berlubang, hanya dapat mengurangi risiko karies sebesar 10%.

Baca Juga: Bukan Pakai Pasta Gigi, Begini Tips Sederhana Untuk Atasi Luka Bakar

Rekomendasi Memilih Pasta Gigi

Pilihan antara pasta gigi yang mengandung fluoride atau tidak sangat bergantung pada kesehatan gigi dan usia pemakai. Umumnya, pasta gigi berfluoride adalah pilihan terbaik untuk sebagian besar orang dewasa dan anak-anak di atas usia 6 tahun. PDGI menyarankan penggunaan pasta gigi dengan kadar fluoride antara 1000-1500 ppm untuk perlindungan maksimal.

Panduan Memilih:

  • Anak di bawah 2 tahun: Pasta gigi dengan kadar fluoride rendah atau tanpa fluoride

  • Anak usia 2-6 tahun: Pasta gigi berfluoride 1000 ppm

  • Dewasa: Pasta gigi berfluoride 1000-1500 ppm

  • Individu dengan alergi fluoride: Pasta gigi non fluoride yang mengandung xylitol

Pasta gigi yang mengandung fluoride terbukti paling efektif dalam mencegah gigi berlubang dan memperkuat enamel.

Di sisi lain, pasta gigi non fluoride dapat menjadi alternatif alami dalam kondisi tertentu.

Pilihan terbaik adalah pasta gigi berfluoride, dengan penggunaan sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan gigi yang tepat.

Tia Ayulia (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R