Akurat Logo

Cak Munir: Di Era AI, Wartawan Harus Punya Verifikasi Hati dan Perasaan

Okto Rizki Alpino | 17 September 2026, 19:48 WIB
Cak Munir: Di Era AI, Wartawan Harus Punya Verifikasi Hati dan Perasaan
Ketum PWI Pusat, Akhmad Munir, melakukan pelantikan ulang pengurus PWI Kepulauan Riau untuk sisa masa bakti 2023-2028. - Foto: Humas PWI Pusat

AKURAT.CO Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau resmi dilantik ulang untuk sisa masa bakti 2023-2028 oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir.

Acara pelantikan diselenggarakan di Ballroom Harmoni One, Batam Center, Kamis (17/9/2026).

Mengusung spirit "DNA Pejuang", kepengurusan baru PWI Kepri siap memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) demi menjaga kondusivitas dan mendorong pembangunan daerah di Provinsi Kepulauan Riau.

Prosesi pelantikan melantik jajaran pengurus inti PWI Kepri, di antaranya Saibansah Dardani (Ketua), Alfian Lumban Gaol (Sekretaris), Nizamul Akhyar (Bendahara), serta pengurus harian lainnya.

Selain itu, turut dilantik Marganas Nainggolan sebagai Ketua Dewan Penasihat serta Parna E. Simarmata sebagai Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Kepri, Sekretaris DK dan anggota, Ketua Dewan Pakar, Ramon Damora, dan anggota.

Baca Juga: Hasil Pertemuan PWI dan Dewan Pers: HPN 2027 di Lampung Lebih Inklusif dan Kolaboratif

Pelantikan dihadiri jajaran pengurus PWI Pusat, di antaranya Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Atal S. Depari; Sekjen, Marthen Slamet Susanto; Ketua Bidang OKK, Zulkifli Ganni Ottoh; dan Direktur UKW, Aat Surya Safaat.

Hadir pula Ketua LAM Batam Kepri, Yang Mulia Dato Wira Setia Utama Raja M. Amin; Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan; Wakapolda Kepri, Brigjen Anom Wibowo, beserta Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricilia Ohei, serta jajaran Forkopimda Kepri lainnya.

Merawat DNA Pejuang dan Menjawab Tantangan Era AI

Dalam amanatnya, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengatakan bahwa pelantikan ulang ini merupakan langkah penting menyatukan kembali potensi wartawan, setelah selesainya dinamika dualisme kepengurusan di tingkat nasional lewat Kongres Persatuan pada Agustus 2025.

"PWI lahir dari tangan para wartawan pejuang yang turut mempertahankan kemerdekaan RI. Keberadaan PWI ini memiliki DNA Pejuang di setiap zaman, mulai dari era prakemerdekaan, kemerdekaan, reformasi, hingga era disrupsi informasi saat ini," jelasnya.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan dan profesionalisme, di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.