Jangan Sering Dimakan, 7 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Stroke

AKURAT.CO Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia.
Meski kerap datang secara tiba-tiba, risiko stroke sebenarnya dapat ditekan dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk menjaga pola makan.
World Stroke Organization (WSO) menyebut hampir 90 persen kasus stroke dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko.
Beberapa di antaranya adalah tekanan darah tinggi, kolesterol, kurang aktivitas fisik, dan pola makan tidak sehat.
Sejumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat memperburuk faktor-faktor risiko tersebut, terutama jika dikonsumsi berlebihan dan dalam jangka panjang.
Berikut tujuh jenis makanan yang sebaiknya dibatasi untuk membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan menurunkan risiko stroke:
1. Makanan Tinggi Garam
Asupan natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko terbesar stroke.
Mi instan, ikan asin, makanan ringan gurih, makanan cepat saji, serta sejumlah makanan kemasan umumnya mengandung natrium cukup tinggi.
Untuk mengurangi konsumsi garam, gunakan rempah dan bumbu alami sebagai penambah rasa.
2. Gorengan
Gorengan yang dikonsumsi terlalu sering dapat meningkatkan asupan lemak dan kalori. Terlebih jika makanan digoreng menggunakan minyak yang dipakai berulang kali.
Sebagai alternatif, makanan dapat diolah dengan cara dipanggang, dikukus, atau ditumis menggunakan minyak dalam jumlah terbatas.
3. Daging Olahan
Sosis, nugget, kornet, daging asap, dan produk sejenis umumnya mengandung garam serta lemak dalam jumlah cukup tinggi.
Konsumsi daging olahan secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap pola makan yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Daging segar yang diolah sendiri dapat menjadi pilihan karena jumlah garam dan lemak lebih mudah dikontrol.
4. Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Konsumsi gula tambahan secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme yang berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular.
Teh manis, minuman bersoda, minuman kopi siap minum, serta makanan dan minuman kemasan menjadi beberapa sumber gula tambahan yang perlu dibatasi.
5. Makanan Cepat Saji
Burger, pizza, ayam goreng tepung, dan kentang goreng umumnya tinggi kalori, natrium, serta lemak, tetapi relatif rendah serat.
Jika dikonsumsi terlalu sering, pola makan tersebut dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan berat badan berlebih. Perbanyak konsumsi sayuran, buah, dan makanan minim proses sebagai gantinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara







