Kalbe Soroti Rendahnya Kepatuhan Pengobatan, Pengelolaan Diabetes Perlu Pendampingan Jangka Panjang

AKURAT.CO Kasus diabetes di Indonesia terus meningkat, namun tantangan terbesar tidak hanya terletak pada tingginya jumlah penderita. Rendahnya kepatuhan berobat dan pemeriksaan rutin masih menjadi tantangan dalam pengelolaan penyakit tersebut.
Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia berada di peringkat kelima dunia dengan lebih dari 20 juta penyandang diabetes. Sementara itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi diabetes mencapai 11,7 persen pada penduduk berusia 15 tahun ke atas.
"Diabetes bukan penyakit yang dapat dikelola dengan terapi sesaat. Penyandang diabetes membutuhkan pendampingan sejak memahami faktor risiko," kata dr. Selvinna selaku Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk, saat bincang media yang digelar di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan diabetes juga bergantung pada kepatuhan pasien menjalankan terapi sesuai anjuran tenaga kesehatan. Karena itu, setiap tahapan mulai dari edukasi, deteksi dini, terapi, hingga pemantauan perlu saling terhubung.
"Edukasi yang berkelanjutan membantu pasien membangun kepatuhan terapi. Pendekatan End-to-End Diabetes Ecosystem Support memastikan edukasi hadir pada setiap tahapan perjalanan pasien," kata dr. Ida Ayu Made Kshanti selaku Ketua Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI).
Pendapat serupa disampaikan Ketua Cabang PERSADIA Jakarta Barat, dr. Marshell Tendean. Ia menyebut banyak pasien baru berobat ketika komplikasi mulai muncul akibat diagnosis yang terlambat atau terapi yang tidak dijalankan secara rutin.
Menurut dr. Marshell, pendampingan yang berkelanjutan dibutuhkan selama proses pengobatan. Upaya tersebut dinilai dapat membantu mengendalikan gula darah sekaligus mengurangi risiko komplikasi.
Sementara itu, perwakilan Komunitas Pandu Diabetes, Epie Suryono, mengatakan menjaga disiplin menjalani terapi setiap hari menjadi tantangan terbesar bagi penyandang diabetes. Ia menilai dukungan keluarga, komunitas dan tenaga kesehatan sangat membantu pasien tetap termotivasi.
Kalbe juga memperkenalkan ekosistem Diabetes Total Solution (DTS). Program ini mencakup edukasi masyarakat, deteksi dini, layanan digital, hingga pendampingan pengelolaan diabetes.
DTS juga mencakup sejumlah produk pendukung, seperti Diabetasol, NuLife, Elvasense Glucometer, insulin glargine produksi lokal yang tersedia di JKN, serta produk perawatan luka. Kalbe menyebut ekosistem ini dirancang untuk mendukung pengelolaan diabetes dari berbagai aspek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








