Masalah Jamur di Kamar Mandi, dari Penyebab hingga Cara Membersihkan

AKURAT.CO Hampir semua orang pernah mengalaminya. Kamar mandi sudah dibersihkan, tapi beberapa minggu kemudian muncul lagi bercak hitam di sela keramik, sudut lantai, atau dinding dekat shower. Awalnya kecil, lama-lama menyebar dan bikin kamar mandi terlihat kusam.
Jamur di kamar mandi memang bukan hal baru. Tapi banyak orang masih bertanya-tanya, kenapa jamur bisa muncul terus meski kamar mandi rutin dibersihkan, dan apa cara paling masuk akal untuk menghilangkannya tanpa harus keluar banyak biaya.
Baca Juga: Langkah Efektif Menghilangkan Bau Tak Sedap di Kamar Mandi agar Kembali Segar dan Nyaman
Kenapa Jamur Betah di Kamar Mandi?
Jawabannya sederhana, yakni kamar mandi adalah “rumah ideal” bagi jamur. Setiap hari ruang ini terkena air, uap panas, dan kelembapan tinggi. Dalam kondisi seperti itu, spora jamur yang sebenarnya selalu ada di udara akan dengan mudah berkembang.
Masalahnya makin terasa jika kamar mandi minim ventilasi. Udara lembap tidak punya jalan keluar, sehingga dinding dan lantai sulit benar-benar kering. Akibatnya, jamur mulai tumbuh di tempat-tempat yang jarang diperhatikan, seperti nat keramik, sudut lantai, belakang pintu, hingga langit-langit.
Sisa sabun, sampo, dan kotoran tubuh juga ikut memperparah keadaan. Tanpa disadari, sisa-sisa ini menempel di permukaan kamar mandi dan menjadi “makanan” bagi jamur.
Jamur Bukan Cuma Soal Tampilan
Banyak orang menganggap jamur hanya merusak penampilan kamar mandi. Padahal, jika dibiarkan terlalu lama, jamur bisa menimbulkan bau apek, membuat lantai licin, bahkan memicu gangguan kesehatan ringan seperti gatal, bersin-bersin, atau batuk, terutama bagi anak-anak dan orang yang sensitif.
Selain itu, jamur yang sudah masuk ke dalam nat atau celah keramik jauh lebih sulit dibersihkan. Jika sudah parah, bukan tidak mungkin ubin harus dibongkar.
Baca Juga: Banjir Keramik Impor China, Faisal Basri: Industri Dalam Negeri Juga Menikmati
Cara Menghilangkan Jamur di Kamar Mandi yang Bisa Dicoba di Rumah
Tidak selalu perlu cairan mahal untuk membersihkan jamur. Beberapa bahan yang biasa ada di rumah justru cukup efektif jika digunakan dengan benar.
Campuran baking soda dan cuka, misalnya, bisa membantu melonggarkan jamur yang menempel. Oleskan ke bagian yang berjamur, diamkan sebentar, lalu gosok perlahan dengan sikat kecil atau sikat gigi bekas.
Untuk jamur yang tidak terlalu tebal, air soda yang dicampur sedikit deterjen juga bisa jadi alternatif. Cairan ini membantu memudarkan noda jamur sekaligus membersihkan sisa kotoran.
Jika jamur sudah membandel dan lama menempel, boraks bisa digunakan sebagai pembersih yang lebih kuat. Campurkan dengan air panas, lalu gosok area berjamur. Saat memakai bahan ini, sebaiknya gunakan sarung tangan agar kulit tetap aman.
Yang terpenting, jangan asal menyikat terlalu keras. Menggosok berlebihan justru bisa merusak permukaan keramik dan membuat jamur lebih mudah muncul kembali.
Supaya Jamur Tidak Datang Lagi
Membersihkan jamur tanpa mengubah kebiasaan hanya akan jadi pekerjaan berulang. Kuncinya ada pada menjaga kamar mandi tetap kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Jika memungkinkan, buka jendela kamar mandi setelah digunakan atau pasang exhaust fan agar udara lembap cepat keluar. Biasakan mengeringkan lantai dan dinding, terutama di area shower.
Handuk, keset, dan tirai kamar mandi juga perlu perhatian. Jika dibiarkan lembap terlalu lama, benda-benda ini bisa jadi sumber jamur baru. Cuci dan keringkan secara rutin agar tidak menjadi sarang jamur.
Periksa juga keran dan pipa. Tetesan air kecil yang terus-menerus sering luput dari perhatian, padahal bisa membuat satu sudut kamar mandi selalu lembap.
Mutiara MY (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









