Akurat

Cara Menghilangkan Noda dan Bau Bensin di Celana, Aman dan Efektif Tanpa Merusak Kain

Ratu Tiara | 17 Januari 2026, 06:45 WIB
Cara Menghilangkan Noda dan Bau Bensin di Celana, Aman dan Efektif Tanpa Merusak Kain

AKURAT.CO Noda bensin di celana kerap terjadi tanpa disadari.

Entah karena tumpahan kecil saat mengisi bahan bakar, percikan dari tangki motor, atau bersentuhan dengan peralatan bermesin, bensin bisa meninggalkan bekas yang bukan hanya terlihat, tetapi juga berbau menyengat dan sulit hilang. Masalah ini sering membuat pemilik pakaian kebingungan, karena mencuci biasa justru kerap membuat bau bensin semakin menetap.

Lalu, apa sebenarnya yang membuat noda bensin begitu membandel, dan bagaimana cara menghilangkannya dengan aman tanpa merusak serat kain?

Baca Juga: 15 Rekomendasi Mobil Matic Irit Bensin untuk Kebutuhan Sehari-hari

Mengapa noda bensin sulit dihilangkan?

Bensin mengandung senyawa hidrokarbon yang mudah menyerap ke dalam serat kain, terutama pada bahan seperti katun, denim, atau poliester. Saat cairan ini meresap, ia tidak hanya menempel di permukaan, tetapi juga masuk ke pori-pori kain.

Inilah sebabnya noda bensin sering disertai bau tajam yang bertahan lama meski pakaian sudah dicuci berulang kali.

Jika tidak ditangani dengan tepat sejak awal, noda bensin juga bisa meninggalkan bercak kusam atau perubahan warna pada celana. Karena itu, penanganan yang cepat dan benar menjadi kunci utama.

Kapan noda bensin harus ditangani?

Waktu terbaik untuk membersihkan noda bensin adalah sesegera mungkin setelah kejadian. Semakin lama bensin dibiarkan mengering di kain, semakin kuat ikatannya dengan serat pakaian. Namun, bahkan noda yang sudah lama pun masih bisa diatasi dengan langkah bertahap dan bahan yang tepat.

Cara aman menghilangkan noda bensin di celana

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan di rumah, disusun secara berurutan agar hasilnya maksimal dan pakaian tetap awet.

1. Serap bensin sebelum noda menyebar

Langkah pertama adalah menyerap sisa bensin yang masih basah. Gunakan tisu dapur, kain bersih, atau handuk kering. Tekan perlahan pada bagian bernoda tanpa menggosoknya. Menggosok justru akan mendorong bensin masuk lebih dalam ke serat kain. Lakukan proses ini beberapa kali hingga kain tidak lagi terasa lembap atau berbau sangat menyengat.

2. Gunakan bahan penyerap alami

Setelah bensin terserap, taburkan bahan penyerap seperti baking soda atau bedak bayi pada area noda. Bahan ini membantu menarik sisa bensin dan bau yang tertinggal di dalam kain. Diamkan selama beberapa jam, atau semalaman untuk noda yang cukup kuat. Setelah itu, kibaskan atau sikat perlahan hingga serbuk hilang.

3. Bersihkan dengan sabun pencuci lemak

Bensin termasuk zat berminyak, sehingga sabun pencuci piring yang dirancang untuk memecah lemak bisa menjadi solusi efektif. Oleskan sedikit sabun pada noda, lalu pijat perlahan dengan ujung jari atau sikat berbulu lembut. Diamkan sekitar 10–15 menit agar sabun bekerja mengangkat residu bensin dari serat kain.

4. Bilas dan rendam dengan air hangat

Bilas bagian bernoda dengan air mengalir hingga sabun dan kotoran terangkat. Setelah itu, rendam celana dalam air hangat yang telah dicampur deterjen ringan selama 30 menit hingga satu jam. Air hangat membantu melonggarkan sisa senyawa bensin, namun pastikan suhu air sesuai dengan jenis kain agar tidak merusak tekstur atau warna.

5. Cuci manual sebelum masuk mesin

Sebelum mencuci menggunakan mesin, disarankan untuk mencuci celana secara manual terlebih dahulu. Cara ini memungkinkan Anda memastikan noda dan bau benar-benar hilang. Jika setelah dicuci manual bau bensin masih tercium, ulangi proses perendaman dan pembersihan. Jangan langsung memasukkan ke mesin pengering, karena panas dapat mengunci bau bensin di dalam kain.

Baca Juga: Bagus Mana Bensin Shell atau Pertamina, Apa Perbedaannya? Begini Penjelasannya

Hal yang perlu dihindari

Banyak orang tergoda menggunakan pemutih atau air panas ekstrem untuk menghilangkan noda bensin. Cara ini justru berisiko merusak serat kain dan meninggalkan bekas permanen.

Selain itu, mencuci pakaian bernoda bensin bersama pakaian lain juga sebaiknya dihindari karena bau dapat menyebar.

Apakah bau bensin berbahaya jika dibiarkan?

Dalam jangka pendek, bau bensin pada pakaian memang lebih bersifat mengganggu. Namun, paparan uap bensin yang terus-menerus, terutama pada ruang tertutup, bisa memicu pusing, mual, atau iritasi pada orang yang sensitif. Karena itu, membersihkan pakaian bernoda bensin bukan hanya soal estetika, tetapi juga kenyamanan dan keamanan.

Dengan penanganan yang tepat, noda bensin tidak harus berujung pada pakaian rusak atau dibuang.

Kuncinya adalah tidak panik, tidak menggosok secara agresif, dan memilih metode pembersihan yang bertahap.

Mutiara MY (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R