Solusi Mengatasi Jerawat dan Bruntusan di Dahi Akibat Memakai Helm

AKURAT.CO Pernah mengalami jerawat kecil atau beruntusan di area dahi setelah memakai helm? Masalah ini umum terjadi, terutama bagi yang sering berkendara motor atau memakai helm dalam waktu lama.
Gesekan kulit dengan bagian helm, keringat, dan bakteri yang menempel pada pelindung kepala bisa menjadi pemicu munculnya jerawat kecil yang mengganggu penampilan dan rasa percaya diri.
Artikel ini akan membahas penyebab jerawat karena helm dan cara mengatasinya secara efektif agar kulit kembali bersih dan sehat.
Apa Penyebab Jerawat Kecil di Dahi karena Helm?
Jerawat di dahi yang muncul setelah memakai helm umumnya disebabkan oleh beberapa faktor sekaligus:
• Gesekan dan tekanan helm terhadap kulit menyebabkan pori-pori iritasi.
• Keringat dan minyak menumpuk di kulit karena ventilasi kurang baik.
• Bakteri dan kotoran yang menempel pada bagian dalam helm bisa menyumbat pori.
• Kulit tertutup rapat tanpa sirkulasi udara yang cukup menyebabkan bakteri berkembang biak.
Cara Menghilangkan Jerawat Kecil di Dahi karena Helm
1. Bersihkan Kulit dengan Lembut Setelah Pakai Helm
Langkah pertama yang sangat penting adalah membersihkan wajah setelah memakai helm, terutama area dahi yang bersentuhan langsung. Gunakan pembersih wajah lembut yang sesuai dengan jenis kulitmu.
Cuci wajah dengan air bersih dan pembersih ringan untuk mengangkat minyak, keringat, dan debu.
Membersihkan kulit secara tepat membantu mencegah pori-pori tersumbat sehingga jerawat kecil tidak mudah muncul.
2. Gunakan Tisu atau Kain Bersih di dalam Helm
Untuk mengurangi gesekan langsung kulit dengan helm, kamu bisa menambahkan lapisan kain bersih atau bantalan helm yang bisa dicuci. Ini membantu menyerap keringat dan minyak sehingga area dahi tidak kontak langsung dengan permukaan helm.
Pastikan kain atau busa tambahan ini dibersihkan secara rutin supaya tidak menjadi sarang bakteri yang justru memperparah jerawat.
3. Gunakan Toner atau Produk Anti-Jerawat Ringan
Setelah membersihkan wajah, kamu bisa mengaplikasikan toner atau produk anti-jerawat ringan yang mengandung bahan seperti salicylic acid atau tea tree oil.
Kedua bahan ini dikenal membantu:
• membuka pori-pori tersumbat,
• mengurangi minyak berlebih,
• dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.
Oleskan secara tipis di area dahi yang bermasalah untuk membantu mengatasi dan mencegah jerawat kecil muncul kembali.
4. Pilih Helm dengan Sirkulasi Udara Bagus
Tidak semua helm memberikan sirkulasi udara yang baik. Helm yang kurang ventilasi akan membuat kulit lebih panas dan mudah berkeringat, sehingga pori-pori lebih cepat tersumbat.
Pilih helm dengan ventilasi udara yang baik dan lapisan busa yang bisa dilepas serta dicuci.
Ventilasi yang baik membantu mengurangi kelembapan di sekitar kulit kepala dan dahi sehingga potensi jerawat lebih kecil.
5. Rutin Cuci Bagian dalam Helm
Bagian dalam helm bisa menjadi tempat berkumpulnya keringat, minyak, dan bakteri.
Jika tidak dibersihkan secara rutin, helm bisa terus memicu jerawat di dahi setiap kali dipakai.
Bersihkan bagian dalam helm setidaknya sekali seminggu dengan air dan sabun lembut, atau gunakan lap basah khusus untuk helm. Pastikan helm benar-benar kering sebelum dipakai kembali.
6. Hindari Menyentuh Dahi Terlalu Sering
Menyentuh wajah, terutama setelah memakai helm atau berkendara, bisa memindahkan bakteri dari tangan ke kulit wajah. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko jerawat. Selalu hindari menyentuh dahi jika tangan belum dicuci bersih.
7. Makan dan Minum yang Menunjang Kesehatan Kulit
Masalah kulit tidak hanya berasal dari luar, tetapi juga dipengaruhi oleh pola makan dan hidrasi.
Minumlah cukup air setiap hari dan konsumsi makanan yang kaya:
• vitamin A dan C (seperti sayuran hijau dan buah jeruk),
• omega-3 (dari ikan atau kacang),
• serta antioksidan untuk memperkuat regenerasi kulit.
Kulit yang sehat dari dalam lebih tahan terhadap iritasi dan jerawat.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter Kulit?
Jika jerawat di dahi akibat helm terus muncul meskipun sudah menjalankan tips di atas, atau muncul peradangan parah seperti nanah, nyeri hebat, atau kulit sangat meradang, pertimbangkan untuk konsultasi ke dokter kulit.
Dokter dapat memberikan obat atau perawatan yang lebih spesifik sesuai kondisi kulitmu.
Jerawat kecil di dahi karena pemakaian helm bisa sangat mengganggu, tetapi dengan langkah yang tepat, masalah ini bisa diatasi dengan efektif.
Dengan perawatan yang konsisten dan kebiasaan yang baik, kulit di area dahi akan kembali bersih tanpa jerawat kecil yang mengganggu penampilan.
FAQ
1. Apakah helm menyebabkan jerawat?
Ya, helm dapat memicu munculnya jerawat, terutama di dahi. Gesekan helm, keringat, dan panas yang terperangkap bisa menyumbat pori-pori serta memicu pertumbuhan bakteri, apalagi jika helm jarang dibersihkan atau digunakan dalam waktu lama.
2. Cara menghilangkan jerawat kecil kecil di dahi?
Jerawat kecil di dahi dapat dikurangi dengan rutin membersihkan wajah dua kali sehari, menghindari penggunaan helm yang kotor, serta memakai produk perawatan wajah non-komedogenik. Menjaga kebersihan rambut dan tidak menyentuh dahi dengan tangan kotor juga membantu.
3. Apa penyebab jerawat kecil-kecil di jidat?
Penyebabnya beragam, mulai dari produksi minyak berlebih, pori-pori tersumbat oleh keringat dan debu, penggunaan helm atau penutup kepala, hingga faktor hormonal dan stres. Produk rambut yang mengenai dahi juga bisa memicu jerawat.
4. Berapa lama jerawat di dahi hilang?
Jerawat di dahi umumnya bisa mereda dalam 1-2 minggu jika dirawat dengan benar. Namun, bila jerawat disebabkan faktor hormonal atau iritasi berulang, waktu penyembuhannya bisa lebih lama dan memerlukan perawatan khusus.
Laporan: Amalia Febriyani/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









