Akurat

Cara Menghilangkan Bruntusan di Wajah dengan Cepat dan Aman di Rumah

Naufal Lanten | 13 Januari 2026, 18:04 WIB
Cara Menghilangkan Bruntusan di Wajah dengan Cepat dan Aman di Rumah

AKURAT.CO Bruntusan sering kali datang tanpa aba-aba. Permukaan kulit tiba-tiba terasa kasar, muncul bintik-bintik kecil kemerahan, dan wajah jadi tampak tidak rata. Meski tidak menimbulkan rasa nyeri seperti jerawat meradang, kondisi ini tetap bisa mengganggu kepercayaan diri—terutama saat muncul di area wajah.

Lalu, apa sebenarnya bruntusan itu, mengapa bisa muncul, dan bagaimana cara menghilangkan bruntusan di wajah dengan cepat tanpa harus ribet? Artikel ini membahasnya secara lengkap, praktis, dan mudah dipahami, berdasarkan informasi medis dan perawatan yang bisa dilakukan di rumah.


Apa Itu Bruntusan dan Mengapa Bisa Muncul di Wajah?

Bruntusan adalah kondisi kulit ketika muncul benjolan-benjolan kecil berwarna kemerahan atau menyerupai warna kulit. Teksturnya terasa kasar saat disentuh dan sering kali muncul di area T-zone seperti dahi, hidung, dan dagu.

Secara umum, bruntusan terjadi akibat pori-pori yang tersumbat oleh kombinasi sel kulit mati, minyak berlebih, keringat, dan kotoran. Namun, pemicunya tidak selalu sesederhana itu. Beberapa faktor lain yang kerap berperan antara lain perubahan hormon, stres, reaksi alergi, penggunaan produk skincare yang tidak cocok, hingga konsumsi obat-obatan tertentu.

Kondisi ini juga lebih sering dialami oleh remaja dan anak-anak karena fluktuasi hormon, meski orang dewasa tetap bisa mengalaminya, terutama saat kulit sedang sensitif.


Cara Menghilangkan Bruntusan di Wajah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Mengatasi bruntusan tidak selalu harus dengan perawatan mahal. Dalam banyak kasus, perbaikan rutinitas perawatan kulit sehari-hari sudah cukup efektif untuk meredakannya.

1. Rutin Membersihkan Wajah dengan Cara yang Tepat

Langkah paling dasar sekaligus penting adalah mencuci wajah secara rutin, idealnya dua kali sehari. Gunakan pembersih wajah yang lembut dan sesuai dengan jenis kulit. Jika wajah berkeringat atau kotor setelah aktivitas berat, mencuci wajah bisa dilakukan lebih dari dua kali, tetapi tetap hindari menggosok terlalu keras.

Membersihkan wajah dengan air dingin atau suhu ruang juga bisa membantu. Berdasarkan North American Journal of Medicinal Sciences dalam artikel Scientific Evidence-Based Effects of Hydrotherapy on Various Systems of the Body, air dingin mampu meningkatkan sirkulasi darah. Aliran darah yang lancar membantu kulit melawan radikal bebas yang berpotensi memicu bruntusan.

2. Jangan Abaikan Peran Pelembap

Banyak orang mengira kulit beruntusan tidak perlu pelembap. Padahal, kulit yang kering justru bisa memicu produksi minyak berlebih dan memperparah sumbatan pori-pori.

Gunakan pelembap wajah yang bebas minyak, berlabel noncomedogenic, serta tidak mengandung parfum dan alkohol. Mengaplikasikan pelembap sesaat setelah mandi atau mencuci wajah, saat kulit masih sedikit lembap, membantu menjaga hidrasi kulit lebih optimal.

Pelembap dengan kandungan asam laktat juga bisa menjadi pilihan karena mampu menghidrasi sekaligus membantu regenerasi sel kulit.


Eksfoliasi: Penting, tapi Jangan Berlebihan

Eksfoliasi berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati yang menjadi salah satu penyebab utama bruntusan. Namun, kunci utamanya adalah dilakukan dengan lembut dan tidak terlalu sering.

Eksfoliasi cukup dilakukan sekitar satu kali dalam seminggu. Anda bisa menggunakan produk eksfoliasi berbentuk scrub dengan butiran halus atau eksfolian kimia seperti toner dan serum.

Beberapa bahan aktif yang umum digunakan untuk mengatasi bruntusan antara lain asam glikolat, asam salisilat, asam laktat, retinoid, dan urea. Penggunaannya harus sesuai petunjuk agar tidak menyebabkan iritasi atau kulit menjadi terlalu sensitif.


Baca Juga: Bye-bye Jerawat! Yuk, Coba Perawatan Wajah dengan Teh Hijau

Baca Juga: Rekomendasi Sabun Wajah Tanpa Alkohol di Indomaret: Solusi untuk Kulit Sensitif

Kandungan Skincare yang Efektif untuk Mengatasi Bruntusan

Jika ingin hasil yang lebih optimal, pemilihan kandungan skincare menjadi faktor penting.

Asam salisilat bekerja dengan cara menembus pori-pori dan membantu membersihkan sumbatan dari dalam. Sementara itu, benzoyl peroxide dikenal efektif membasmi bakteri penyebab bruntusan sekaligus mengontrol produksi minyak berlebih.

Tea tree oil juga sering digunakan karena memiliki sifat antibakteri dan antiperadangan. Kandungan ini bisa ditemukan dalam sabun wajah, toner, maupun losion.

Untuk perawatan lanjutan, retinoid dapat membantu membuka pori-pori dan mempercepat regenerasi sel kulit. Namun, penggunaannya tidak dianjurkan setiap hari karena berisiko menyebabkan kulit kering dan mengelupas. Jangan lupa menggunakan tabir surya di siang hari jika memakai produk berbasis retinoid.


Perawatan Tambahan yang Bisa Membantu Meredakan Bruntusan

Selain skincare, beberapa kebiasaan sederhana juga berpengaruh besar terhadap kondisi kulit.

Menghindari produk perawatan tubuh dengan pewangi penting dilakukan saat kulit sedang sensitif. Pewangi dan parfum berpotensi memicu iritasi yang memperparah bruntusan.

Menggunakan masker oatmeal juga bisa menjadi alternatif perawatan mandiri. Oatmeal dikenal memiliki sifat menenangkan dan mampu mengurangi peradangan pada kulit yang kering dan gatal.

Jika memungkinkan, penggunaan pelembap udara di ruangan ber-AC juga membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi kemerahan akibat bruntusan.


Kebiasaan yang Sebaiknya Dihindari Saat Wajah Beruntusan

Beberapa kebiasaan tanpa disadari justru memperburuk kondisi kulit. Menyentuh wajah terlalu sering, terutama dengan tangan kotor, bisa memindahkan bakteri ke kulit.

Selain itu, hindari mencukur atau waxing di area wajah yang sedang beruntusan karena gesekan dapat memicu munculnya benjolan baru. Pemakaian pakaian ketat di area tubuh yang beruntusan juga sebaiknya dihindari untuk mencegah iritasi akibat gesekan dan keringat.


Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Jika berbagai cara menghilangkan bruntusan di wajah sudah dicoba tetapi kondisi tidak kunjung membaik, sebaiknya pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Pemeriksaan langsung membantu menentukan penyebab pasti bruntusan dan perawatan yang paling sesuai dengan kondisi kulit Anda.


Kesimpulan

Bruntusan memang bukan masalah kulit yang berbahaya, tetapi tetap perlu ditangani dengan cara yang tepat agar tidak berlarut-larut. Perawatan sederhana seperti membersihkan wajah dengan benar, menjaga kelembapan kulit, memilih kandungan skincare yang tepat, serta menghindari kebiasaan yang memicu iritasi sudah cukup efektif dalam banyak kasus.

Kalau kamu ingin terus mendapatkan informasi seputar perawatan kulit, kesehatan, dan gaya hidup yang relevan, pantau terus update artikel terbaru di AKURAT.CO agar tidak ketinggalan insight penting lainnya.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Hitam dan Merah Secara Cepat, Ampuh Banget!

Baca Juga: 9 Cara Menghilangkan Sakit Gigi dengan Bahan Alami yang Mudah Ditemukan di Rumah

FAQ

Apa yang dimaksud dengan bruntusan di wajah?
Bruntusan adalah kondisi kulit ketika muncul bintik-bintik kecil yang menonjol dan membuat permukaan wajah terasa kasar. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi bisa mengganggu penampilan karena tekstur kulit menjadi tidak rata.

Apa penyebab utama bruntusan di wajah?
Bruntusan biasanya muncul akibat pori-pori yang tersumbat oleh sel kulit mati, minyak berlebih, keringat, dan kotoran. Faktor lain seperti perubahan hormon, stres, alergi, penggunaan skincare yang tidak cocok, serta konsumsi obat tertentu juga dapat memicunya.

Apakah bruntusan sama dengan jerawat?
Tidak sepenuhnya. Bruntusan berbeda dari jerawat meradang. Bruntusan umumnya berukuran kecil, tidak bernanah, dan tidak terasa nyeri. Namun, jika tidak dirawat dengan baik, bruntusan bisa berkembang menjadi jerawat.

Berapa lama bruntusan di wajah bisa hilang?
Waktu hilangnya bruntusan bervariasi, tergantung penyebab dan perawatan yang dilakukan. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, bruntusan biasanya mulai membaik dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.

Apakah mencuci wajah terlalu sering bisa menghilangkan bruntusan?
Mencuci wajah terlalu sering justru tidak dianjurkan. Membersihkan wajah cukup dua kali sehari atau saat wajah sangat kotor. Terlalu sering mencuci wajah dapat membuat kulit kering dan iritasi, sehingga bruntusan bisa semakin parah.

Apakah eksfoliasi aman untuk kulit beruntusan?
Eksfoliasi aman dilakukan selama dilakukan dengan lembut dan tidak berlebihan. Idealnya, eksfoliasi dilakukan satu kali dalam seminggu untuk membantu mengangkat sel kulit mati penyebab bruntusan.

Kandungan skincare apa yang efektif untuk mengatasi bruntusan?
Beberapa kandungan yang umum digunakan untuk mengatasi bruntusan antara lain asam salisilat, benzoyl peroxide, asam glikolat, asam laktat, retinoid, dan tea tree. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan sensitivitas kulit.

Apakah kulit beruntusan tetap perlu menggunakan pelembap?
Ya, kulit beruntusan tetap membutuhkan pelembap. Pilih pelembap yang bebas minyak, noncomedogenic, dan tidak mengandung parfum agar tidak menyumbat pori-pori atau memicu iritasi.

Apakah bahan alami bisa membantu menghilangkan bruntusan?
Beberapa bahan alami seperti oatmeal dapat membantu menenangkan kulit dan mengurangi peradangan. Namun, efektivitasnya bisa berbeda pada setiap orang dan sebaiknya digunakan sebagai perawatan pendukung.

Kapan sebaiknya bruntusan dikonsultasikan ke dokter kulit?
Jika bruntusan tidak membaik meskipun sudah melakukan perawatan mandiri secara rutin, atau justru semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.