Gabapentin 100 mg Obat Apa? Ini Penjelasan Lengkap tentang Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

AKURAT.CO Gabapentin adalah salah satu obat resep yang sering diresepkan oleh dokter untuk membantu mengatasi kejang pada penderita epilepsi dan meredakan nyeri saraf akibat gangguan tertentu. Obat ini termasuk dalam golongan antikonvulsan atau antikejang, yang bekerja dengan menstabilkan aktivitas saraf di otak agar tidak menimbulkan gejala kejang maupun rasa nyeri berlebihan.
Meski memiliki manfaat yang luas, penggunaan gabapentin perlu dilakukan dengan hati-hati karena efeknya terhadap sistem saraf cukup kuat. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang apa itu gabapentin, bagaimana cara kerjanya, dosis yang tepat, hingga efek samping yang perlu diwaspadai.
Apa Itu Gabapentin dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Gabapentin merupakan obat antikonvulsan yang bekerja dengan memengaruhi aktivitas saraf dan zat kimia di otak yang berperan dalam timbulnya kejang dan nyeri. Dalam istilah medis, gabapentin dikenal sebagai analog asam gamma-aminobutirat (GABA) — senyawa yang berfungsi menenangkan sistem saraf pusat.
Obat ini tidak menyembuhkan epilepsi, tetapi membantu mengontrol kejang selama digunakan secara rutin sesuai anjuran dokter. Selain itu, gabapentin juga efektif untuk mengurangi nyeri akibat gangguan saraf (neuropati), termasuk yang muncul setelah seseorang mengalami herpes zoster atau saraf kejepit.
Beberapa merek dagang gabapentin yang beredar di Indonesia antara lain Alpentin, Epiven, Gabasant, Neurontin, Simtin, Tineuron, dan Galespi. Di tingkat global, gabapentin juga dikenal dengan merek Neurontin, Gralise, dan Horizant.
Manfaat dan Fungsi Gabapentin
Selain sebagai obat antikejang, gabapentin digunakan untuk berbagai kondisi medis yang melibatkan gangguan saraf. Beberapa manfaat utama obat ini antara lain:
-
Meredakan kejang akibat epilepsi
-
Mengatasi nyeri saraf setelah herpes (postherpetic neuralgia)
-
Meringankan nyeri akibat saraf kejepit atau neuropati diabetik
-
Mengurangi gejala sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome)
-
Meringankan hot flashes atau sensasi panas pada wanita menopause
Meski demikian, dalam beberapa kasus, penggunaan gabapentin untuk nyeri punggung bawah dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif ringan hingga demensia pada usia produktif. Namun, kaitan ini belum sepenuhnya terbukti dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Dosis dan Aturan Pakai Gabapentin
Dosis gabapentin sangat bergantung pada kondisi medis pasien, usia, dan respons tubuh terhadap pengobatan. Berikut panduan umum dosis penggunaannya:
1. Untuk kejang akibat epilepsi
-
Dewasa: Hari pertama 300 mg sekali sehari, hari kedua 300 mg dua kali sehari, dan hari ketiga 300 mg tiga kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan bertahap setiap 2–3 hari sesuai anjuran dokter.
-
Anak usia ≥6 tahun: Dosis awal 10–15 mg per kg berat badan per hari, dengan dosis maksimum 50 mg/kg/hari.
2. Untuk nyeri saraf (neuropatik)
-
Dosis awal 300 mg per hari, lalu ditingkatkan menjadi 300 mg dua kali sehari, dan selanjutnya 300 mg tiga kali sehari. Dosis maksimum 3.600 mg per hari.
3. Untuk nyeri saraf akibat herpes zoster
-
Dosis awal 600 mg sekali sehari selama 3 hari, kemudian ditingkatkan menjadi 600 mg dua kali sehari.
4. Untuk sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome)
-
Dosis umum 600 mg sekali sehari, diminum sekitar pukul 5 sore.
Cara Mengonsumsi Gabapentin yang Benar
Agar hasil pengobatan optimal dan efek samping bisa diminimalkan, penting untuk mengikuti petunjuk dokter serta informasi pada kemasan obat.
-
Gabapentin bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Telan kapsul utuh dengan air putih tanpa dikunyah atau dihancurkan.
-
Minum obat pada waktu yang sama setiap hari agar kadar obat dalam tubuh tetap stabil.
-
Bila juga mengonsumsi antasida (seperti Promag atau Mylanta), beri jeda minimal 2 jam sebelum atau sesudah minum gabapentin.
-
Jangan menghentikan pemakaian tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter, karena bisa memperburuk kondisi kejang atau nyeri saraf.
-
Jika lupa minum obat, segera konsumsi begitu teringat. Namun, jika waktu minum berikutnya sudah dekat, lewati dosis yang terlewat.
Peringatan Sebelum Mengonsumsi Gabapentin
Karena termasuk obat keras, gabapentin hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Sebelum memulainya, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Hindari penggunaan jika memiliki alergi terhadap gabapentin atau obat antikonvulsan lainnya.
-
Beri tahu dokter jika Anda memiliki penyakit ginjal, gangguan mental, gangguan pernapasan, diabetes, atau riwayat penyalahgunaan alkohol dan NAPZA.
-
Diskusikan dengan dokter bila Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
-
Hindari mengemudi atau menjalankan mesin setelah mengonsumsi obat ini karena dapat menyebabkan kantuk dan pusing.
Untuk ibu hamil, gabapentin termasuk kategori C, yang berarti studi pada hewan menunjukkan risiko terhadap janin, tetapi belum ada penelitian terkontrol pada manusia. Obat ini hanya boleh digunakan jika manfaatnya dianggap lebih besar daripada risikonya.
Interaksi Gabapentin dengan Obat Lain
Gabapentin bisa berinteraksi dengan sejumlah obat lain yang berpotensi meningkatkan efek samping atau menurunkan efektivitasnya, seperti:
-
Opioid (misalnya morfin): dapat meningkatkan risiko depresi sistem saraf pusat, menyebabkan kantuk berat atau gangguan pernapasan.
-
Antasida yang mengandung aluminium atau magnesium: dapat menurunkan efektivitas gabapentin.
-
Cimetidine: bisa meningkatkan kadar gabapentin dalam darah dan memperbesar efek sampingnya.
-
NSAID (ibuprofen, naproxen): bisa meningkatkan efek mengantuk dan interaksi saraf tertentu.
Selalu beri tahu dokter mengenai obat, suplemen, atau produk herbal apa pun yang sedang Anda konsumsi sebelum menggunakan gabapentin.
Efek Samping Gabapentin yang Perlu Diperhatikan
Seperti obat lainnya, gabapentin juga dapat menimbulkan efek samping. Beberapa efek yang umum muncul antara lain:
-
Pusing dan mengantuk
-
Sakit kepala
-
Mual atau muntah
-
Diare atau konstipasi
-
Gangguan penglihatan (seperti pandangan buram atau gerakan mata tidak biasa)
-
Tremor dan tubuh mudah lelah
-
Perubahan perilaku atau kecemasan
-
Nafsu makan meningkat dan mulut kering
Segera konsultasikan ke dokter jika efek samping ini tidak kunjung membaik. Waspadai juga tanda-tanda serius seperti depresi berat, pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau kesulitan bernapas.
Harga dan Ketersediaan Gabapentin
Harga gabapentin di apotek umumnya mulai dari Rp6.000 per tablet, tergantung pada merek dan dosis yang diresepkan. Obat ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter, baik di apotek offline maupun online yang resmi.
Kesimpulan
Gabapentin 100 mg adalah obat antikonvulsan yang berfungsi untuk mengendalikan kejang dan meredakan nyeri saraf, termasuk akibat herpes zoster, neuropati diabetik, atau saraf kejepit. Meski efektif, penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter karena berpotensi menimbulkan efek samping dan interaksi obat.
Jika kamu sedang menjalani pengobatan dengan gabapentin, pastikan untuk selalu mengikuti anjuran dosis, tidak menghentikan obat secara tiba-tiba, dan segera konsultasikan ke dokter bila muncul keluhan yang tidak biasa.
Pantau terus informasi terbaru seputar kesehatan dan penggunaan obat di AKURAT.CO agar tidak ketinggalan update penting lainnya.
Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Obat Antidepresan dari Psikiater? Ini Penjelasannya
Baca Juga: 10 Cara Menurunkan Gula Darah Secara Alami Tanpa Obat, Aman, dan Efektif
FAQ
1. Gabapentin 100 mg obat apa?
Gabapentin adalah obat resep yang termasuk golongan antikonvulsan atau antikejang. Obat ini digunakan untuk mengontrol kejang pada penderita epilepsi serta meredakan nyeri saraf akibat gangguan seperti herpes zoster atau saraf kejepit.
2. Apa fungsi utama gabapentin?
Fungsi utama gabapentin adalah menstabilkan aktivitas saraf di otak untuk mencegah kejang dan mengurangi rasa nyeri yang disebabkan oleh gangguan saraf. Selain itu, obat ini juga bisa digunakan untuk mengatasi sindrom kaki gelisah dan nyeri saraf akibat diabetes.
3. Apakah gabapentin bisa menyembuhkan epilepsi?
Tidak. Gabapentin tidak menyembuhkan epilepsi, tetapi membantu mengendalikan atau mengurangi frekuensi kejang selama dikonsumsi secara rutin sesuai petunjuk dokter.
4. Siapa yang boleh mengonsumsi gabapentin?
Gabapentin bisa digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak usia 3 tahun ke atas. Namun, dosis dan aturan pakainya harus disesuaikan dengan anjuran dokter berdasarkan kondisi medis masing-masing.
5. Apakah gabapentin aman untuk ibu hamil?
Gabapentin termasuk kategori C untuk ibu hamil, yang berarti ada potensi risiko terhadap janin berdasarkan studi pada hewan. Obat ini hanya boleh digunakan jika manfaat yang diharapkan lebih besar daripada risikonya.
6. Apakah ibu menyusui boleh minum gabapentin?
Ya, ibu menyusui boleh menggunakan gabapentin selama mengikuti anjuran dokter. Meski obat ini dapat masuk ke dalam ASI, penggunaannya umumnya masih dianggap aman jika dosisnya sesuai.
7. Kapan waktu terbaik untuk minum gabapentin?
Gabapentin bisa diminum sebelum atau sesudah makan. Sebaiknya dikonsumsi pada waktu yang sama setiap hari agar efeknya optimal. Untuk penderita sindrom kaki gelisah, obat ini biasanya diminum sekitar pukul 5 sore.
8. Apa yang harus dilakukan jika lupa minum gabapentin?
Jika lupa minum, segera konsumsi begitu teringat. Namun, jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis berikutnya.
9. Apakah gabapentin menyebabkan kantuk?
Ya, salah satu efek samping paling umum dari gabapentin adalah rasa kantuk dan pusing. Karena itu, hindari mengemudi atau menjalankan mesin setelah minum obat ini.
10. Apa saja efek samping gabapentin yang perlu diwaspadai?
Efek samping ringan meliputi pusing, sakit kepala, mual, muntah, dan pandangan kabur. Namun, segera hubungi dokter jika muncul efek serius seperti depresi, perubahan perilaku, atau kesulitan bernapas.
11. Apakah gabapentin bisa menyebabkan ketergantungan?
Secara umum, gabapentin tidak menimbulkan ketergantungan seperti obat penenang atau opioid. Namun, penghentian mendadak dapat menyebabkan gejala putus obat, sehingga dosis harus dikurangi secara bertahap di bawah pengawasan dokter.
12. Bisakah gabapentin diminum bersama obat lain?
Bisa, tapi dengan pengawasan dokter. Gabapentin dapat berinteraksi dengan beberapa obat, seperti opioid (misalnya morfin), antasida yang mengandung aluminium atau magnesium, NSAID (ibuprofen, naproxen), serta cimetidine.
13. Berapa harga gabapentin di apotek?
Harga gabapentin umumnya mulai dari sekitar Rp6.000 per tablet, tergantung merek dan dosis yang diresepkan.
14. Apa yang terjadi jika menghentikan gabapentin tiba-tiba?
Menghentikan gabapentin secara mendadak bisa memperburuk kejang atau menyebabkan gejala putus obat, seperti kecemasan dan insomnia. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum berhenti mengonsumsi obat ini.
15. Apakah gabapentin bisa digunakan untuk nyeri punggung bawah?
Beberapa penelitian menyebut gabapentin dapat membantu meredakan nyeri punggung bawah, tetapi hasilnya masih diperdebatkan. Penggunaan jangka panjang dikaitkan dengan potensi gangguan kognitif ringan, sehingga harus tetap dikonsultasikan ke dokter.
16. Apa merek dagang gabapentin yang tersedia di Indonesia?
Beberapa merek gabapentin yang beredar di Indonesia antara lain Alpentin, Epiven, Gabasant, Gabesco, Galepsi, Ganin, Neurontin, Simtin, Tineuron, dan Opipentin.
17. Apakah gabapentin bisa dibeli tanpa resep dokter?
Tidak bisa. Gabapentin termasuk obat keras yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter karena berisiko menimbulkan efek samping serius jika digunakan tanpa pengawasan medis.
18. Apakah gabapentin bisa diminum jangka panjang?
Bisa, jika digunakan untuk mengendalikan epilepsi atau nyeri neuropatik kronis. Namun, penggunaan jangka panjang harus dievaluasi secara berkala oleh dokter untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.
19. Bagaimana cara menyimpan gabapentin yang benar?
Simpan gabapentin di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
20. Apakah gabapentin termasuk obat GABA?
Ya, gabapentin termasuk analog asam gamma-aminobutirat (GABA) yang bekerja menenangkan aktivitas saraf di otak untuk mencegah kejang dan mengurangi nyeri saraf.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









