Apa Nama Kulit di Bagian Siku yang Tidak Terasa Sakit Saat Dicubit? Ini Penjelasannya!

AKURAT.CO Pernahkah kamu mencoba mencubit bagian kulit di siku dan menyadari bahwa tidak terasa sakit sama sekali? Fenomena ini sering membuat orang penasaran mengapa bagian tubuh lain terasa nyeri saat dicubit, tapi kulit siku seolah kebal terhadap rasa sakit?
Ternyata, kulit di area siku memiliki nama dan karakteristik khusus yang membedakannya dari bagian tubuh lain. Yuk, kita bahas lebih dalam.
Baca Juga: Kenapa Labu Menjadi Ikon Halloween? Ini Makna dan Asal-usulnya!
Nama dan Struktur Kulit di Siku
Kulit di bagian siku dikenal dengan istilah "olecranal skin" atau "kulit olekranal", merujuk pada posisi tulang olecranon, yaitu tonjolan tulang di ujung siku yang merupakan bagian dari tulang ulna (tulang lengan bawah).
Kulit ini memiliki sifat lebih tebal, elastis, dan longgar, sehingga bisa meregang ketika kamu menekuk atau meluruskan tangan tanpa menimbulkan rasa nyeri.
Mengapa Kulit Bagian Siku Tidak Terasa Sakit Saat Dicubit?
Ada beberapa alasan ilmiah mengapa kulit siku terasa “kebal” saat dicubit:
1. Lapisan Kulit Tebal dan Kurang Sensitif
Kulit di area siku memiliki lapisan epidermis dan dermis yang lebih tebal dari bagian tubuh lain. Karena itu, jumlah reseptor nyeri (nociceptor) di area ini lebih sedikit, membuatnya tidak sepeka kulit di tempat lain.
2. Minimnya Pembuluh Darah dan Saraf Halus
Kulit siku cenderung memiliki lebih sedikit saraf halus dan pembuluh darah kecil, sehingga rangsangan seperti cubitan tidak terlalu ditangkap otak sebagai rasa sakit.
3. Fungsi Pelindung dan Mobilitas Tinggi
Siku adalah sendi yang sering bergerak dan bersentuhan dengan berbagai permukaan. Untuk melindungi sendi dari tekanan atau gesekan, tubuh membuat kulit di sana lebih keras dan fleksibel.
Fakta Menarik: Tes “Cubitan Siku”
Banyak orang mencoba “elbow pinch test”, yaitu mencubit kulit di siku sekuat apa pun tanpa merasa sakit. Hal ini bukan karena kulitnya mati rasa, tetapi karena reseptor rasa sakit di area tersebut sangat sedikit dan tidak mudah terpicu.
Namun, jika kamu menekan terlalu keras hingga mengenai jaringan di bawah kulit (seperti tendon atau otot), tetap bisa terasa sakit jadi jangan terlalu ekstrem mencobanya.
Kesimpulan
Kulit di bagian siku disebut olecranal skin, yaitu kulit tebal dan longgar yang berfungsi melindungi sendi dari gesekan dan tekanan. Karena jumlah reseptor nyerinya sedikit, area ini tidak terasa sakit saat dicubit.
Fenomena sederhana ini menunjukkan betapa canggihnya tubuh manusia dalam menyesuaikan fungsi tiap bagian agar tetap aman dan nyaman saat digunakan beraktivitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









