Apakah Banyak Konsumsi Protein untuk Bentuk Otot Berbahaya? Ini Kata Ahli

AKURAT.CO Dalam upaya membentuk otot dan tubuh ideal, banyak orang mengandalkan asupan tinggi protein. Namun pertanyaannya, apakah konsumsi protein berlebih benar-benar aman?
Menurut para pakar, konsumsi protein secara berlebihan justru bisa menimbulkan sejumlah risiko kesehatan, terutama jika tidak diimbangi dengan pola hidup yang sehat dan terkontrol.
Beberapa studi menunjukkan bahwa kelebihan protein dapat membebani kerja ginjal. Asupan protein tinggi akan menghasilkan lebih banyak limbah nitrogen, yang harus disaring oleh ginjal. Ini bisa mempercepat penurunan fungsi ginjal, terutama jika seseorang memiliki gangguan ginjal yang tidak disadari,.
Tak hanya itu, diet tinggi protein juga dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan pencernaan, serta meningkatkan risiko penyakit jantung apabila sumber proteinnya berasal dari daging olahan dan tinggi lemak jenuh.
Yang sering terjadi, orang terlalu fokus pada protein, tetapi mengabaikan serat dan nutrisi lainnya dari buah serta sayur. Akhirnya justru terjadi ketidakseimbangan gizi.
Cara Aman Konsumsi Protein Saat Bangun Massa Otot
Bagi Anda yang sedang dalam fase bulking atau ingin membentuk massa otot, berikut beberapa langkah aman agar protein benar-benar bekerja maksimal bagi tubuh Anda:
- Ikuti takaran harian yang dianjurkan: Umumnya 1,6 hingga 2,2 gram protein per kilogram berat badan per hari sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan otot.
- Variasikan sumber protein: Kombinasikan protein hewani (telur, ayam, ikan) dengan sumber nabati (tempe, kacang-kacangan, edamame).
- Perbanyak air putih: Protein tinggi menghasilkan limbah metabolik lebih banyak. Air membantu meringankan kerja ginjal.
- Kombinasikan dengan olahraga beban: Tanpa olahraga, kelebihan protein justru disimpan tubuh sebagai lemak.
- Cek kondisi ginjal dan hati secara berkala: Terutama bagi Anda yang mengandalkan suplemen protein secara rutin.
Protein memang krusial dalam membangun massa otot, namun bukan berarti semakin banyak semakin baik. Justru, keseimbangan asupan dan gaya hidup aktif menjadi kunci agar tubuh mendapatkan manfaat optimal tanpa risiko jangka panjang. Jika Anda ragu berapa kebutuhan protein harian yang tepat, konsultasikan dengan ahli gizi atau personal trainer bersertifikat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








