Buah Kecubung Bisa Bikin Halusinasi? Simak Penjelasan Ilmiahnya di Sini!

AKURAT.CO Salah satu risiko paling berbahaya dari penggunaan buah kecubung adalah efek psikotropika dan halusinogen yang ditimbulkannya, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Meski lebih dikenal karena kemampuannya menimbulkan halusinasi, sejumlah pakar ilmiah menyatakan bahwa buah kecubung juga memiliki potensi manfaat kesehatan, asalkan digunakan dengan benar dan dalam dosis yang terkontrol.
Baca Juga: Viral 2 Orang Tewas Usai Konsumsi Kecubung di Banjarmasin, Bisa Bikin Mabuk hingga Hilang Kendali!
Secara botani, buah kecubung dikenal dengan nama Datura metel, dan termasuk dalam famili Solanaceae. Tumbuhan ini umum dijumpai di wilayah tropis hingga subtropis. Ciri khasnya terletak pada buah berduri serta bunga berbentuk terompet yang mudah dikenali. Di kalangan masyarakat, buah ini lebih sering dikaitkan dengan efek psikoaktif yang kuat dibandingkan khasiat medisnya.
Namun, dalam dosis kecil dan dengan pengolahan yang tepat, kecubung juga memiliki sejumlah manfaat farmakologis. Ekstrak dari tumbuhan ini telah digunakan sebagai agen anti-hama, serta menunjukkan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dalam beberapa penelitian ilmiah. Meski demikian, penggunaannya tetap harus berada di bawah pengawasan ahli karena risiko toksisitasnya cukup tinggi.
Baca Juga: Viral Tayangan TV Makan Kecubung jadi Kesurupan, Warganet Ngakak hingga Nostalgia
Manfaat Buah Kecubung Bagi Kesehatan
Meskipun dikenal karena efek halusinogeniknya, buah kecubung juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan jika digunakan dengan hati-hati dan dalam dosis yang tepat. Berikut beberapa potensi manfaatnya:
-
Efek Analgesik (Pereda Nyeri)
Ekstrak buah kecubung mengandung senyawa alkaloid yang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, sehingga memberikan efek analgesik. Hal ini membuatnya berpotensi digunakan sebagai pereda nyeri, terutama pada kondisi nyeri otot atau saraf. -
Sifat Anti-Inflamasi
Beberapa studi menunjukkan bahwa kecubung memiliki kandungan aktif yang bersifat anti-inflamasi. Ini berguna untuk membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, seperti pada kondisi radang sendi atau pembengkakan jaringan. -
Berpotensi sebagai Obat Bius Alami
Senyawa seperti skopolamin dan hyoscyamine yang terdapat dalam kecubung diketahui memiliki efek anestesi ringan. Karena itu, kecubung berpotensi digunakan sebagai obat bius alami dalam praktik tradisional, meskipun penggunaannya harus sangat hati-hati karena sifat toksiknya. -
Mengatasi Gangguan Saluran Pencernaan. Dalam pengobatan tradisional, ekstrak kecubung digunakan untuk meredakan gangguan pencernaan seperti perut kembung, diare, atau kram perut. Kandungannya juga bermanfaat untuk membantu mengatasi spasme otot pada penderita IBS (Irritable Bowel Syndrome).
-
Membantu Penyembuhan Luka dan Infeksi Kulit. Daun kecubung sering dimanfaatkan secara topikal dalam pengobatan tradisional untuk mempercepat penyembuhan luka dan mengatasi infeksi kulit ringan. Sifat antimikroba dan anti-inflamasi yang dimilikinya dapat membantu mencegah infeksi dan mengurangi iritasi pada kulit.
Nadia Nur Anggraini (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








