Akurat

7 Racikan Minuman Herbal Terbukti Lancarkan Peredaran Darah dalam 30 Hari!

Ikhwan Fajar Ramadhan | 4 Mei 2025, 13:10 WIB
7 Racikan Minuman Herbal Terbukti Lancarkan Peredaran Darah dalam 30 Hari!

AKURAT.CO, Minuman herbal untuk melancarkan peredaran darah semakin populer di Indonesia karena khasiatnya yang alami dan minim efek samping. Sejak zaman nenek moyang, rempah-rempah lokal telah digunakan sebagai solusi kesehatan, termasuk untuk meningkatkan aliran darah.

Namun, tahukah Kamu bahwa manfaat tersebut kini didukung oleh penelitian dari universitas dan lembaga terpercaya?

Artikel yang disadur dari situs pafibolaangmongondowtimurkab.org ini akan mengungkap racikan herbal berbasis ilmu pengetahuan yang bisa Kamu coba di rumah.

1. Kunyit Minuman Emas untuk Darah Lebih Lancar

Kunyit mengandung kurkumin, senyawa aktif yang terbukti meningkatkan produksi oksida nitrat—molekul penting untuk melebarkan pembuluh darah. Penelitian dari Universitas Gadjah Mada (2021) menunjukkan bahwa konsumsi 500 mg ekstrak kunyit setiap hari selama 4 minggu meningkatkan elastisitas arteri sebesar 12%. Kamu bisa membuat minuman ini dengan merebus 1 sendok teh kunyit bubuk dalam 200 ml air. Tambahkan perasan lemon dan madu untuk rasa yang lebih segar. Minumlah sebelum sarapan untuk hasil optimal.

2. Jahe Merah Pereda Kekakuan Pembuluh Darah

Jahe merah kaya akan gingerol, senyawa yang mampu mengurangi peradangan dan mengatasi penumpukan plak di pembuluh darah. Studi Institut Pertanian Bogor (IPB, 2020) membuktikan bahwa partisipan yang mengonsumsi jahe merah selama 30 hari mengalami penurunan kadar kolesterol jahat (LDL) hingga 18%. Rebus 3 iris jahe merah dengan 300 ml air selama 10 menit. Saring dan minum selagi hangat dua kali sehari.

3. Daun Sirsak Penghancur Penyumbatan Aliran Darah

Daun sirsak mengandung acetogenin, senyawa yang berperan sebagai antikoagulan alami. Penelitian Universitas Indonesia (2019) mengungkapkan bahwa ekstrak daun sirsak mengurangi risiko penggumpalan darah hingga 25% pada tikus percobaan. Untuk membuat teh daun sirsak, keringkan 5 lembar daun, lalu seduh dengan air panas selama 5 menit. Konsumsi maksimal 3 kali seminggu untuk menghindari efek samping.

4. Kayu Manis Peningkat Sirkulasi ke Organ Vital

Kayu manis tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga merangsang aliran darah ke organ-organ penting seperti jantung dan otak. Data dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI (2022) menyatakan bahwa 1 gram kayu manis per hari dapat meningkatkan sirkulasi darah perifer sebesar 9%. Larutkan ½ sendok teh bubuk kayu manis dalam segelas susu hangat atau air putih. Hindari konsumsi berlebihan jika Kamu memiliki riwayat tekanan darah rendah.

5. Temulawak Detoksifikasi Pembuluh Darah

Temulawak mengandung zat kurkuminoid yang membantu membersihkan pembuluh darah dari racun dan lemak berlebih. Riset Universitas Airlangga (2020) menunjukkan bahwa konsumsi temulawak secara rutin mengurangi kadar trigliserida hingga 14%. Parut 50 gram temulawak, peras sarinya, dan campur dengan 100 ml air. Tambahkan gula aren secukupnya. Minum ramuan ini 3 kali seminggu sebelum makan.

6. Bawang Putih Penguat Dinding Arteri

Bawang putih kaya akan allicin, senyawa yang memperkuat dinding arteri dan mencegah pengerasan pembuluh darah. Menurut studi Universitas Diponegoro (2021), konsumsi 2 siung bawang putih mentah setiap pagi mengurangi risiko aterosklerosis hingga 22%. Kamu bisa menghaluskan bawang putih, campur dengan madu, lalu konsumsi langsung. Jika tidak tahan aroma menyengat, panggang bawang putih selama 5 menit sebelum dikonsumsi.

7. Rosella Penstabil Tekanan Darah

Kelopak rosella mengandung anthocyanin yang berfungsi sebagai vasodilator alami. Peneliti dari IPB (2022) menemukan bahwa teh rosella menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 7 mmHg setelah dikonsumsi selama 3 minggu. Seduh 3 kelopak rosella kering dengan 250 ml air panas. Diamkan selama 7 menit, lalu saring. Minum 1-2 cangkir sehari, terutama jika Kamu sering mengalami gejala hipertensi.

Kesimpulan

Pertama, ketujuh minuman herbal di atas tidak hanya mudah dibuat, tetapi juga didukung oleh data ilmiah dari lembaga terpercaya di Indonesia. Mulai dari kunyit hingga rosella, masing-masing herbal memiliki mekanisme unik dalam melancarkan peredaran darah, seperti meningkatkan produksi oksida nitrat, mengurangi peradangan, atau membersihkan plak arteri. Dengan konsumsi rutin dan takaran tepat, Kamu bisa merasakan manfaatnya dalam waktu 30 hari.

Kedua, meski alami, herbal tetap memiliki efek samping jika dikonsumsi berlebihan. Misalnya, jahe merah dapat mengganggu lambung, sementara daun sirsak berpotensi menurunkan tekanan darah secara drastis. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mencoba ramuan ini, terutama jika Kamu sedang menjalani pengobatan tertentu atau memiliki kondisi kesehatan kronis.

Terakhir, kombinasikan konsumsi herbal dengan gaya hidup sehat. Olahraga teratur, pola makan rendah lemak jenuh, dan manajemen stres akan mempercepat perbaikan sirkulasi darah. Ingat, minuman herbal bukan pengganti obat, tetapi pelengkap yang bekerja sinergis dengan tubuh untuk mencapai kesehatan optimal. Yuk, mulai eksperimen dengan racikan favoritmu hari ini!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.