Akurat

Kenali Penyebab Demam Naik Turun pada Anak, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

Eko Krisyanto | 1 Mei 2025, 15:04 WIB
Kenali Penyebab Demam Naik Turun pada Anak, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

 

AKURAT.CO - Berbicara tentang gangguan kesehatan pada anak, salah satu yang sering dialami adalah demam naik turun. Anak-anak sering mengalami demam naik turun. Biasanya demam muncul setiap 3-4 jam dengan suhu yang berbeda.

Tubuh anak mendemam sebagai reaksi alami tubuhnya untuk melawan infeksi bakteri atau virus. Suhu tubuh normal anak adalah 37,5°C, tetapi bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada aktivitas mereka. Namun sebagai orang tua tidak perlu khawatir, ada berbagai obat yang tersedia di apotek untuk mengobatinya.

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab demam naik turun pada anak, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

PAFI dengan alamat website pafisalatigakota.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan farmasi, menjaga etika serta standar praktik kefarmasian, mengembangkan profesionalisme serta riset terkait obat-obatan.

Apa saja faktor penyebab terjadinya demam naik turun pada anak?

Secara umum, demam naik turun pada anak adalah kondisi di mana suhu tubuh anak mengalami fluktuasi, yaitu naik dan turun dalam rentang waktu tertentu, misalnya dalam beberapa jam atau hari. Demam ini biasanya merupakan respon tubuh terhadap infeksi virus atau bakteri yang sedang dilawan oleh sistem kekebalan tubuh anak.

Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya demam naik turun pada anak yang perlu diperhatikan meliputi:

  1. Adanya infeksi virus

Infeksi virus merupakan penyebab paling umum demam pada anak, termasuk demam yang naik turun. Virus seperti influenza, virus penyebab pilek (common cold), virus gastroenteritis (penyebab diare dan muntah), serta virus lain yang menyerang saluran pernapasan dan pencernaan dapat memicu demam. Pada infeksi virus, suhu tubuh anak bisa naik tinggi, kemudian turun, dan naik lagi seiring dengan respon sistem imun tubuh yang berusaha melawan virus tersebut.

  1. Adanya infeksi bakteri

Beberapa infeksi bakteri juga dapat menyebabkan demam naik turun yang cukup khas. Salah satu yang dapat dialami oleh anak adalah tifus (demam tifoid). Tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, demam tifus biasanya menunjukkan pola demam yang naik turun selama beberapa hari hingga minggu. Anak bisa mengalami demam tinggi yang berlangsung lama, disertai gejala lain seperti sakit perut, diare, atau konstipasi.

  1. Penyakit tropis dan parasit

Beberapa penyakit tropis yang sering dijumpai di daerah tertentu juga menyebabkan demam naik turun, seperti demam berdarah dengue (DBD). Anak yang mengalami DBD ditandai dengan demam tinggi yang naik turun drastis, disertai gejala lain seperti nyeri otot, ruam, dan perdarahan ringan.

Selain itu, anak juga dapat mengalami penyakit malaria yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles ini memiliki pola demam khas, yaitu demam tinggi yang muncul secara periodik (misalnya setiap 48 atau 72 jam), kemudian suhu turun, lalu naik lagi.

  1. Efek samping imunisasi

Faktor selanjutnya yang menyebabkan demam naik turun pada anak adalah efek samping imunisasi. Setelah anak menerima vaksinasi, tubuhnya akan merespon dengan membentuk kekebalan. Proses ini kadang menyebabkan demam ringan hingga sedang yang naik turun selama 1-3 hari. Ini adalah reaksi normal dan biasanya tidak berbahaya.

  1. Kondisi medis lainnya

Faktor terakhir yang menyebabkan demam naik turun pada anak adalah kondisi medis lainnya. Walaupun jarang pada anak-anak, beberapa kondisi autoimun atau peradangan kronis juga dapat menyebabkan demam naik turun yang berlangsung lama. Contohnya adalah penyakit lupus.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati demam naik turun pada anak?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari demam naik turun pada anak. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala demam naik turun pada anak serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

  1. Paracetamol

Paracetamol adalah obat penurun panas yang paling sering direkomendasikan untuk anak. Obat ini efektif menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan seperti sakit kepala atau sakit gigi. Paracetamol tersedia dalam berbagai bentuk sediaan, seperti sirup (contohnya tempra sirup, panadol anak-anak, termorex sirop, bodrexin demam sirop) dan tablet kunyah (panadol anak-anak, bodrexin tablet).

Dosis paracetamol umumnya 10–15 mg per kilogram berat badan anak, dapat diberikan setiap 4–6 jam sesuai petunjuk dari apoteker, tanpa melebihi dosis maksimal harian.

  1. Ibuprofen

Ibuprofen juga efektif untuk menurunkan demam dan mengurangi peradangan serta nyeri. Obat ini tersedia dalam bentuk suspensi sirup (contohnya seperti proris suspensi) dan bisa diberikan 3–4 kali sehari sesuai dosis yang dianjurkan oleh apoteker. Ibuprofen bekerja dengan menghambat produksi zat pemicu demam dan nyeri di tubuh.

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi gejala demam naik turun pada anak adalah mengonsumsi air putih lebih banyak untuk menghindari dehidrasi serta kenakan pakaian tipis dan nyaman agar suhu tubuh anak tidak meningkat akibat pakaian tebal. Mengonsumsi bubur juga baik untuk menjaga dan memberikan energi pada anak.

Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai. []

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
A