Akurat

Kenali Penyebab Sakit Gigi Sering Kambuh saat Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

Ikhwan Fajar Ramadhan | 21 April 2025, 11:15 WIB
Kenali Penyebab Sakit Gigi Sering Kambuh saat Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

AKURAT.CO, Berbicara tentang gangguan kesehatan pada ibu hamil, salah satunya yang sering dialami adalah sakit gigi. Saat masa kehamilan, ibu hamil sering mengalami sakit gigi yang dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah perubahan hormon atau kekurangan kalsium.

Hal ini cukup berbahaya dan dapat mempengaruhi kondisi janin dalam kandungan jika tidak segera diobati. Prevalensi sakit gigi di Indonesia cukup tinggi, mencapai 84,7%.

PAFI dengan alamat website pafitunggal.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berusaha meningkatkan kualitas pendidikan farmasi, menjaga etika dan standar praktik kefarmasian, mengembangkan profesionalisme dan riset di bidang farmasi.

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab sakit gigi sering kambuh saat hamil, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Apa saja faktor penyebab terjadinya sakit gigi sering kambuh pada ibu hamil?

Secara umum, sakit gigi sering kambuh pada ibu hamil disebabkan oleh perubahan hormon yang mempengaruhi kondisi gusi serta mulut, seperti peningkatan aliran darah dan penahanan cairan yang membuat gusi rentan meradang atau terinfeksi. Selain itu, muntah berulang (morning sickness) yang membawa asam lambung ke mulut dapat mengikis enamel gigi sehingga meningkatkan risiko gigi berlubang serta sensitivitas gigi. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya sakit gigi sering kambuh pada ibu hamil yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Perubahan hormon selama kehamilan

Selama masa kehamilan, tubuh ibu mengalami perubahan hormon yang signifikan, terutama peningkatan kadar hormon progesteron dan estrogen. Hormon-hormon ini mempengaruhi jaringan gusi dan mulut dengan cara meningkatkan aliran darah ke gusi sehingga gusi menjadi lebih sensitif, mudah bengkak, dan rentan mengalami peradangan (gingivitis). Akibatnya, gusi menjadi mudah berdarah dan meradang, yang membuat rasa sakit gigi lebih sering muncul dan kambuh selama kehamilan.

2. Kebersihan mulut yang kurang optimal

Ibu hamil kadang mengalami mual dan muntah yang membuat mereka enggan atau sulit menyikat gigi secara rutin. Selain itu, rasa tidak nyaman di mulut juga dapat mengurangi motivasi untuk menjaga kebersihan mulut. Hal ini menyebabkan penumpukan plak dan karang gigi yang menjadi sarang bakteri.

3. Efek muntah berulang (morning sickness)

Muntah yang sering terjadi pada trimester awal kehamilan membawa asam lambung ke mulut. Asam lambung ini bersifat korosif dan dapat mengikis enamel gigi, lapisan pelindung keras pada gigi. Dampaknya enamel yang terkikis mempermudah bakteri masuk ke lapisan dalam gigi, menyebabkan gigi berlubang dan infeksi.

4. Kekurangan nutrisi, terutama kalsium dan vitamin D

Selama kehamilan, kebutuhan nutrisi ibu meningkat untuk mendukung pertumbuhan janin. Jika asupan kalsium dan vitamin D kurang, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang dan gigi ibu. Akibatnya gigi menjadi rapuh dan lebih rentan terhadap kerusakan.

5. Gangguan gusi spesifik pada kehamilan

Epulis gravidarum adalah benjolan atau tumor jinak yang muncul pada gusi selama kehamilan akibat perubahan hormon. Benjolan ini biasanya muncul di sekitar gigi depan atas. Jika tidak ditangani, dapat menyebabkan infeksi dan memperburuk kondisi gusi, sehingga sakit gigi sering kambuh.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati sakit gigi sering kambuh pada ibu hamil?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari sakit gigi sering kambuh pada ibu hamil. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala sakit gigi sering kambuh pada bumil serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Paracetamol

Beberapa jenis obat paracetamol seperti biogesic, panadol Extra, sanmol, dumin, dan lanamo dapat mengurangi rasa nyeri pada sakit gigi dan aman bagi ibu hamil. Paracetamol bekerja dengan mengurangi rasa nyeri dan demam tanpa membahayakan janin jika dikonsumsi sesuai dosis. Dosis umum adalah 500-600 mg, 3-4 kali sehari setelah makan.

2. Sumagesic

Obat ini efektif meredakan nyeri ringan hingga sedang dan menurunkan demam. Termasuk kategori kehamilan B, artinya aman digunakan dengan dosis yang dianjurkan dari apoteker.

3. Antibiotik seperti cefadroxil

Jika sakit gigi pada ibu hamil disebabkan oleh infeksi bakteri, apoteker dapat meresepkan antibiotik yang aman untuk ibu hamil, seperti cefadroxil. Obat ini dapat dikonsumsi lebih aman sebelum atau sesudah makan.

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi sakit gigi sering kambuh pada bumil adalah berkumur dengan air garam hangat. Berkumur dengan air garam hangat bisa membantu mengurangi peradangan dan nyeri gusi secara lokal tanpa risiko bagi janin. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.