7 Cara Menyimpan Ramuan Herbal Agar Tahan Lama dan Tidak Kehilangan Khasiat

AKURAT.CO - Cara menyimpan ramuan herbal agar tahan lama merupakan salah satu hal penting yang sering diabaikan oleh banyak orang. Padahal, jika tidak disimpan dengan benar, khasiat dari ramuan herbal bisa berkurang drastis atau bahkan hilang sepenuhnya.
Herbal seperti temulawak, kunyit, jahe, sambiloto, hingga daun sirsak sangat populer digunakan sebagai obat tradisional, namun tanpa pengetahuan penyimpanan yang tepat, manfaatnya hanya sebatas teori.
Berbagai penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa ramuan herbal mengandung senyawa bioaktif yang sangat sensitif terhadap suhu, cahaya, dan kelembaban. Misalnya, riset yang dilakukan oleh Fakultas Farmasi Universitas Airlangga menyebutkan bahwa zat aktif seperti kurkumin dalam kunyit bisa terdegradasi hingga 50% hanya dalam waktu 30 hari jika disimpan di tempat yang lembab dan terkena sinar matahari langsung.
Maka dari itu, penting bagi kamu untuk tahu cara yang benar dalam menyimpan herbal agar tidak sia-sia.
Baca Juga: 7 Ramuan Herbal Ampuh Obati Penyakit Tenggorokan Secara Alami
Disadur dari situs pafigorontalokota.org akan menjelaskan tentang cara menyimpan ramuan herbal agar tahan lama dan tidak kehilangan khasiat.
- Kenali Jenis Ramuan Herbal yang Akan Disimpan
Setiap herbal memiliki karakteristik kimia yang berbeda, sehingga teknik penyimpanannya pun tidak bisa disamaratakan. Misalnya, ramuan berbasis air seperti rebusan jahe dan sereh lebih cepat basi dibanding ramuan berbasis serbuk seperti bubuk temulawak.
Menurut studi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), produk herbal cair sebaiknya disimpan dalam wadah kaca tertutup rapat dan diletakkan di lemari pendingin dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius.
Sementara itu, serbuk atau simplisia seperti keringan daun sirsak dan sambiloto bisa bertahan lebih lama jika dijaga tetap kering dan terlindungi dari cahaya. Oleh karena itu, memahami bentuk dan bahan dari ramuan sangat memengaruhi pilihan teknik penyimpanan.
- Gunakan Wadah Kedap Udara dan Tahan Cahaya
Penelitian oleh Universitas Gadjah Mada menyarankan penggunaan wadah kaca berwarna gelap untuk menyimpan herbal, terutama yang berbentuk cair. Paparan sinar ultraviolet dapat memecah senyawa bioaktif, mengurangi khasiatnya hingga 60%. Selain itu, wadah yang tertutup rapat juga mencegah kontaminasi udara dan mikroorganisme.
Kamu bisa menggunakan botol kaca amber atau toples aluminium yang memiliki lapisan pelindung UV. Hindari plastik karena selain berpori, beberapa bahan plastik bisa bereaksi dengan senyawa kimia dari herbal tertentu.
- Simpan di Tempat yang Kering dan Sejuk
Tempat penyimpanan sangat menentukan daya tahan ramuan herbal. Lokasi yang lembab memicu tumbuhnya jamur dan bakteri. Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa tingkat kelembaban ideal untuk penyimpanan herbal adalah di bawah 50%. Jika kelembaban lebih dari itu, risiko pembusukan meningkat dua kali lipat.
Tempatkan ramuan di lemari kayu atau rak tertutup yang tidak terkena sinar matahari langsung. Kamu juga bisa menambahkan silica gel untuk menyerap kelembaban di dalam wadah penyimpanan.
- Perhatikan Tanggal Kadaluarsa Ramuan Herbal
Meski bersifat alami, herbal tetap memiliki masa aktif atau kadaluarsa. Beberapa jenis seperti rebusan daun salam hanya bertahan 2–3 hari di suhu ruang, sementara serbuk jahe bisa awet hingga 6 bulan jika disimpan dengan baik.
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran menyarankan pencatatan tanggal pembuatan dan perkiraan habisnya khasiat pada label kemasan.
Kamu bisa menambahkan label sederhana di setiap wadah yang mencantumkan tanggal pembuatan, jenis herbal, dan takaran pemakaian agar lebih mudah mengontrol penggunaan.
- Gunakan Teknik Pengeringan yang Tepat
Salah satu cara menyimpan ramuan herbal agar tahan lama adalah dengan mengeringkannya terlebih dahulu. Namun, proses pengeringan juga harus dilakukan dengan teknik yang benar. Pengeringan alami di bawah sinar matahari boleh dilakukan, tetapi maksimal hanya 4 jam per hari untuk menghindari kerusakan senyawa aktif.
Alternatifnya, kamu bisa menggunakan oven suhu rendah atau dehidrator dengan suhu tidak lebih dari 40 derajat Celsius. Teknik ini terbukti mampu mempertahankan kandungan flavonoid dan polifenol dalam daun sambiloto hingga 85%, menurut hasil riset dari Universitas Andalas.
- Jangan Campur Herbal yang Berbeda dalam Satu Wadah
Setiap jenis herbal memiliki kadar air dan sifat mikrobiologis berbeda. Mencampurkan dua atau lebih herbal dalam satu wadah tanpa proporsi dan teknik pengolahan yang tepat bisa mempercepat reaksi kimia tak diinginkan. Kombinasi seperti jahe dan temulawak memang efektif secara farmakologis, tetapi dalam penyimpanan bisa mempercepat fermentasi alami yang menyebabkan perubahan rasa dan bau.
Lebih baik kamu menyimpan masing-masing herbal dalam wadah terpisah, baru mencampurnya saat akan digunakan sesuai dosis atau resep.
- Bekukan Ramuan Cair untuk Menambah Umur Simpan
Jika kamu sering membuat ramuan cair dalam jumlah banyak, cara terbaik agar tahan lama adalah dengan membekukannya. Teknik ini dikenal sangat efektif memperlambat degradasi zat aktif.
Penelitian dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menunjukkan bahwa ramuan jahe rebus bisa disimpan hingga 2 bulan dalam freezer tanpa kehilangan lebih dari 10% khasiatnya.
Gunakan wadah es batu kecil untuk memudahkan pengambilan dalam dosis harian. Cukup lelehkan satu blok ramuan untuk sekali minum, dan kamu bisa menikmati manfaatnya tanpa repot mengolah ulang.
Kesimpulan
Mengetahui cara menyimpan ramuan herbal agar tahan lama tidak hanya menyelamatkan uang kamu, tapi juga menjaga kualitas kesehatan yang kamu upayakan. Herbal adalah warisan pengetahuan leluhur yang jika dirawat dengan tepat, bisa menjadi solusi alami yang sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Pemilihan wadah, suhu, hingga teknik pengeringan semuanya berperan dalam mempertahankan potensi herbal.
Penelitian dari berbagai universitas menunjukkan bahwa pengolahan dan penyimpanan herbal yang benar mampu memperpanjang masa simpan hingga lima kali lipat dibanding penyimpanan sembarangan. Artinya, kamu tidak hanya menghemat, tetapi juga meningkatkan efektivitas pengobatan tradisional yang kamu jalani.
Terakhir, selalu perhatikan kebersihan tangan, alat, dan tempat penyimpanan. Herbal mungkin alami, namun tetap perlu perlakuan higienis dan penuh perhatian. Dengan menerapkan ketujuh cara di atas, kamu bisa menjaga kualitas ramuan herbal dan merasakan manfaatnya secara maksimal dalam jangka panjang. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








