Akurat

7 Manfaat Terapi Biofeedback untuk Kesehatan yang Harus Kamu Ketahui

Eko Krisyanto | 14 Januari 2025, 08:43 WIB
7 Manfaat Terapi Biofeedback untuk Kesehatan yang Harus Kamu Ketahui

AKURAT.CO - Di era modern ini, berbagai metode pengobatan alternatif semakin diminati oleh masyarakat. Salah satunya adalah terapi biofeedback, yang mulai mendapatkan perhatian luas.

Terapi biofeedback menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan dan didukung oleh berbagai penelitian, termasuk dari Indonesia.

Dalam tulisan yang bersumber dari pafikabjembrana.org ini, kamu akan mengetahui tujuh manfaat utama dari terapi biofeedback untuk kesehatan yang perlu diketahui.

Biofeedback dan Stres

Stres menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami masyarakat modern. Ketika kamu merasa stres, tubuh merespons dengan meningkatkan kadar hormon tertentu yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Terapi biofeedback menawarkan solusi untuk mengelola stres secara efektif. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa metode ini mampu mengurangi tingkat stres signifikan pada para pekerja kantoran.

Dengan memonitor tanda-tanda fisiologis seperti denyut jantung dan pernapasan, kamu bisa belajar untuk mengendalikan respons tubuh terhadap stres dan meningkatkan kesehatan psikologismu.

Meningkatkan Fungsi Kognitif melalui Biofeedback

Selain membantu mengelola stres, terapi biofeedback juga bisa meningkatkan fungsi kognitif. Dalam sebuah studi di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, terapi biofeedback dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada anak-anak dengan gangguan pemusatan perhatian. Metalearning menjadi lebih baik, sehingga kemampuan akademis mereka juga meningkat.

Metode ini melibatkan pelatihan otak untuk lebih fokus dan mengendalikan impuls, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja kognitif Kamu.

Mengatasi Migrain dan Sakit Kepala

Jika Kamu sering mengalami migrain atau sakit kepala, biofeedback bisa menjadi solusi alternatif yang efektif.

Riset dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada menemukan bahwa terapi biofeedback mampu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan serangan migrain.

Dengan biofeedback, kamu dapat belajar mengenali pola-pola yang memicu migrain dan menggunakan teknik relaksasi untuk mengendalikan rasa sakit.

Mengoptimalkan Fungsi Jantung

Kesehatan jantung adalah salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Terapi biofeedback telah terbukti membantu dalam mengoptimalkan fungsi jantung.

Dalam sebuah penelitian di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, pasien yang menjalani terapi biofeedback menunjukkan peningkatan signifikan dalam variabilitas detak jantung, yang merupakan indikator kesehatan jantung yang lebih baik.

Biofeedback membantu kamu memonitor dan mengontrol variabilitas detak jantung, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Meredakan Nyeri Kronis

Pengelolaan nyeri kronis merupakan tantangan bagi banyak orang. Terapi biofeedback menyediakan metode non-invasif untuk meredakan nyeri kronis tanpa ketergantungan pada obat-obatan.

Hasil penelitian di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menunjukkan bahwa pasien yang menderita nyeri punggung kronis mengalami penurunan nyeri signifikan setelah menjalani sesi biofeedback. Melalui terapi ini, kamu bisa belajar teknik relaksasi otot dan pernapasan yang membantu meredakan nyeri secara alami.

Meningkatkan Kualitas Tidur

Kualitas tidur yang buruk bisa berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan. Terapi biofeedback dapat membantu Kamu mengatasi masalah tidur seperti insomnia.

Penelitian yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menemukan bahwa peserta yang mengikuti program biofeedback mengalami peningkatan signifikan dalam kualitas tidur mereka.

Teknik biofeedback mengajarkan kamu cara untuk mencapai relaksasi yang lebih dalam, yang pada akhirnya memfasilitasi tidur nyenyak.

Mengendalikan Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi adalah masalah kesehatan serius yang bisa berujung pada komplikasi berbahaya. Terapi biofeedback telah terbukti dapat membantu mengendalikan tekanan darah tinggi.

Studi yang dilakukan di Universitas Padjajaran Bandung menunjukkan bahwa pasien dengan hipertensi yang menjalani terapi biofeedback mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan.

Dengan biofeedback, kamu dapat belajar teknik untuk merilekskan tubuh dan menurunkan tekanan darah secara alami.

Terapi biofeedback menjadi pilihan yang semakin populer karena berbagai manfaat yang ditawarkannya. Dari mengelola stres hingga meningkatkan kualitas tidur, metode ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan kamu.

Dengan dukungan penelitian dari berbagai lembaga di Indonesia, kamu bisa lebih yakin dalam mencoba terapi ini sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Jadi, jika kamu mencari cara untuk mengoptimalkan kesehatan tanpa efek samping obat-obatan, terapi biofeedback bisa menjadi solusi yang tepat.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
A