Akurat

Memahami Penyebab Bau Badan dan Cara Mengobatinya, Ini Tips dari Organisasi Kesehatan PAFI

Leo Farhan | 1 November 2024, 23:01 WIB
Memahami Penyebab Bau Badan dan Cara Mengobatinya, Ini Tips dari Organisasi Kesehatan PAFI

AKURAT.CO Bau badan adalah aroma tidak sedap yang muncul dari tubuh karena keringat bercampur dengan bakteri atau jamur di kulit. Bau badan tentu saja sangat mengganggu dan membuat Anda tidak percaya diri.

Selain itu, bau badan tidak sedap dapat menjadi faktor adanya gangguan kesehatan lainnya pada Anda. Penting untuk menjaga kebersihan badan, karena bau badan sering terjadi di area ketiak, selangkangan, atau lipatan tubuh yang banyak mengandung bakteri.

Salah satu cabang organisasi kesehatan yaitu PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) Kota Kebumen dengan alamat website pafikabkebumen.org menjelaskan bahwa bau badan, atau dalam istilah medis disebut bromhidrosis, adalah kondisi yang ditandai dengan keluarnya bau tidak sedap dari tubuh, terutama akibat campuran keringat dan bakteri di kulit.

Keringat sendiri tidak berbau, tetapi ketika bercampur dengan bakteri, keringat dapat menghasilkan aroma yang tidak menyenangkan, sering kali digambarkan sebagai bau tengik, apek, atau asam.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas lebih dalam tentang apa saja langkah utama dalam mengurangi bau badan yang tidak sedap dan mengganggu aktivitas sehari-hari, serta obat yang tepat dalam mengurangi adanya bau badan.

Apa saja langkah awal yang dapat diterapkan untuk mengurangi adanya bau badan?
Bau badan adalah aroma tidak sedap yang muncul di sekitar tubuh.

Bau badan tentu saja menganggu aktivitas sehari-hari, hal ini terjadi akibat adanya produksi keringat yang berlebihan dapat meningkatkan kemungkinan bau badan, terutama pada area seperti ketiak, telapak tangan. Untuk mengurangi bau badan, ada beberapa langkah awal yang dapat diterapkan. Berikut adalah beberapa cara yang efektif:

1. Mandi secara teratur

Mandi minimal sekali sehari, atau lebih sering setelah berolahraga, dapat membantu menghilangkan keringat dan bakteri penyebab bau. Pastikan untuk membersihkan area yang rawan berkeringat seperti ketiak dan selangkangan dengan seksama.

2. Gunakan sabun antibakteri

Memilih sabun yang mengandung antibakteri saat mandi dapat membantu mengurangi jumlah bakteri di kulit. Namun, jika kulit Anda sensitif, pertimbangkan untuk menggunakan sabun yang lebih lembut.

3. Keringkan badan setelah mandi dengan baik

Setelah mandi, penting untuk mengeringkan tubuh dengan benar, terutama di area yang cenderung berkeringat. Kelembapan dapat memicu pertumbuhan bakteri.

4. Pakai pakaian yang nyaman

Pilih pakaian berbahan katun atau bahan lain yang menyerap keringat dengan baik. Hindari pakaian ketat yang dapat menahan kelembapan dan panas. Setelah memakai pakaian yang nyaman, disarankan untuk menggunakan deodoran yang dapat membantu menetralkan bau badan.

5. Perhatikan asupan makanan

Menghindari makanan pedas, berlemak, dan yang memiliki aroma tajam (seperti bawang) dapat membantu mengurangi bau badan. Minuman berkafein dan alkohol juga sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan produksi keringat.

6. Lakukan teknik relaksasi untuk menghilangkan stres berlebihan

Stres dapat meningkatkan produksi keringat, jadi praktikkan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi untuk membantu mengontrol stres setelah lelah bekerja.

7. Cukur atau waxing ketiak

Menghilangkan rambut di area ketiak dapat mengurangi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab bau badan. Sehingga disarankan waxing ketika setidaknya 1-2 kali seminggu.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini secara konsisten, Anda dapat secara signifikan mengurangi bau badan dan meningkatkan rasa percaya diri.

Apa saja rekomendasi obat atau produk komersial untuk mengatasi adanya bau badan?

Untuk mengatasi bau badan, ada berbagai pilihan obat yang efektif untuk digunakan. Berikut adalah beberapa rekomendasinya:

1. Menggunakan deodoran seperti Rexona

Rexona merupakan salah satu deodoran paling populer dan efektif bagi seseorang yang memiliki bau badan tidak sedap. Produk ini digunakan untuk menetralkan bau badan dengan meningkatkan keasaman kulit, sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak.

2. Menggunakan produk yang mengandung Antiperspiran

Berbeda dengan deodoran, Antiperspiran berfungsi untuk mengurangi produksi keringat. Antiperspiran biasanya lebih efektif jika digunakan pada malam hari sebelum tidur, sementara deodoran digunakan di pagi hari setelah mandi.

Bau badan dapat diatasi dengan berbagai upaya sederhana dan penanganan yang tepat. Namun, jika bau badan tetap menjadi masalah meskipun telah mencoba berbagai metode ini, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut atau pemeriksaan medis yang lebih mendalam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.