Kenali ADHD, Begini Penjelasan Lengkap dari Sisi Kesehatan

AKURAT.CO ADHD, atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder, adalah gangguan neurobiologis yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk memperhatikan, mengontrol impuls, dan mengelola energi yang berlebihan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai ADHD, termasuk gejala, faktor risiko, dan strategi manajemen yang dapat membantu individu yang hidup dengan gangguan ini.
Gejala ADHD:
- Ketidakmampuan Berkonsentrasi: Kesulitan dalam mempertahankan perhatian pada satu tugas atau aktivitas dalam waktu yang lama.
- Hiperaktivitas: Tingkat aktivitas fisik yang tinggi, terutama pada situasi yang memerlukan ketenangan.
- Impulsivitas: Kesulitan mengendalikan reaksi impulsif atau menunggu giliran.
Tiga Jenis ADHD:
- ADHD Tipe Campuran: Kombinasi gejala ketidakmampuan berkonsentrasi, hiperaktivitas, dan impulsivitas.
- ADHD Tipe Tak Terfokus (Predominantly Inattentive): Gejala fokus pada kesulitan berkonsentrasi tanpa hiperaktivitas yang mencolok.
- ADHD Tipe Hiperaktif-Impulsif (Predominantly Hyperactive-Impulsive): Gejala mencakup hiperaktivitas dan impulsivitas tanpa kesulitan berkonsentrasi yang signifikan.
Baca Juga: Parents Jangan Cemas, Ini Tips Atasi Anak Pengidap ADHD Selama Masa Liburan
Faktor Risiko dan Penyebab:
- Faktor Genetik: ADHD memiliki predisposisi genetik, dengan risiko lebih tinggi jika ada riwayat keluarga yang memiliki gangguan serupa.
- Faktor Lingkungan: Terpaparnya anak pada asap rokok selama kehamilan, paparan timbal, atau polutan lingkungan tertentu dapat meningkatkan risiko ADHD.
- Kelainan Neurologis: Ketidakseimbangan dalam neurotransmitter seperti dopamin dan norepinefrin dapat berkontribusi pada ADHD.
Strategi Manajemen ADHD:
- Terapi Perilaku: Terapi ini melibatkan penggunaan penguatan positif dan teknik pengelolaan perilaku untuk membantu individu mengembangkan keterampilan sosial dan penyesuaian diri.
- Obat-obatan: Dalam beberapa kasus, obat seperti stimulan (misalnya, metilfenidat) atau non-stimulan (misalnya, atomoksetin) dapat diresepkan untuk membantu mengelola gejala ADHD.
- Pendidikan dan Dukungan Keluarga: Pendidikan kepada keluarga dan pendukungan di lingkungan sekolah dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak dengan ADHD.
- Manajemen Stres dan Olahraga: Aktivitas fisik teratur dan teknik manajemen stres seperti meditasi atau yoga dapat membantu mengurangi gejala ADHD.
Pentingnya Dukungan dan Pemahaman:
Memahami ADHD sebagai gangguan neurobiologis membantu menghilangkan stigma yang sering terkait dengan kondisi ini. Dukungan keluarga, lingkungan sekolah yang mendukung, dan terapi yang tepat dapat membantu individu dengan ADHD mencapai potensi penuh mereka.
Kesimpulan:
ADHD adalah gangguan kompleks yang memerlukan pendekatan holistik dalam manajemennya. Dengan pemahaman yang baik, dukungan keluarga, dan terapi yang sesuai, individu dengan ADHD dapat memimpin kehidupan yang produktif dan memenuhi potensi mereka. Pendidikan dan pengetahuan masyarakat tentang ADHD juga sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan memahami bagi mereka yang hidup dengan kondisi ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







