Ciptakan Sabun untuk Kanker Kulit, Bocah 14 Tahun Jadi Ilmuwan Muda Amerika

AKURAT.CO - Inovasi berupa sabun batang untuk mengatasi kanker kulit berhasil diciptakan remaja usia 14 tahun asal Virginia, Amerika Serikat, bernama Heman Bekele dan berhasil menjadikan dirinya dinobatkan sebagai Ilmuwan Muda Amerika.
Dalam karya buatannya, Bekele memadukan tiga bahan dalam sabun batangnya, yakni asam salisilat, asam glikolat, dan tretinoin.
Ketiga bahan tersebut merupakan agen keratolitik yang berfungsi memecah lapisan luar kulit dan menstimulasi sel dendritik.
Baca Juga: 11 Manfaat Hebat Mengonsumsi Tomat Setiap Hari Untuk Kesehatan, Salah Satunya Cegah Kanker!
Sel dendritik inilah yang akan mengaktifkan sistem imun untuk menyerang sel-sel kanker pada kulit.
Melalui perlombaan 3M Young Scientists Challenge, inovasi sabun pengobat kanker kulit karya Bekele ini berhasil memenangkan perlombaan hingga dinobatkan sebagai Ilmuwan Muda Amerika dan menerima hadiah utama sebesar Rp 397 juta.
Meski hanya menghabiskan biaya pembuatan sebesar 0,5 dollar AS, atau sekitar Rp7.000, komposisi lain ikut diracik Bekele dalam sabun batang miliknya, seperti pelembab, minyak kelapa, hingga shea butter organik yang berfungsi menjaga sabun agar tidak meleleh.
Penemuan yang diciptakan Bekele dalam kurun waktu 1,5 tahun ini juga telah telah diuji dan diakui oleh ahli kesehatan sebagai solusi untuk pengobatan dan pencegahan dari penyakit mematikan kanker kulit.
Baca Juga: 5 Manfaat Daun Kale Untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Mengurangi Risiko Kanker
“Ini adalah cara menarik untuk menciptakan ahen pengaktif kekebalan topikal yang dapat membantu mengobati atau mencegah beberapa jenis kanker kulit,” ujar Eric D. Whitman, MD. Direktur Medis Atlantic Health System Cancer Care di New Jersey.
Eric berharap inovasi ini diuji lebih lanjut dan terus dikembangkan untuk pengobatan kanker
Kanker kulit sendiri sudah menjadi kasus umum yang terjadi di Indonesia. Menurut data Globocan, terdapat 18.000 kasus kanker kulit di tahun 2020 dengan angka kematian mencapai 3.000 jiwa. Kanker kulit sendiri
Kanker kulit umumnya terjadi akibat paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari. Maka dari itu, mengurangi risiko kanker kulit dapat dilakukan dengan menghindari paparan langsung matahari dengan berada di tempat teduh atau mengenakan pakaian tertutup, hingga menggunakan sunscreen dengan proteksi (SPF) 15 atau lebih tinggi di siang hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








