Akurat Logo

Wajib Tahu 7 Fakta dan Mitos Tentang Kasus Cacar Monyet, Mulai Dari Penyebab Hingga Pengobatan

Shalli Syartiqa | 25 Oktober 2023, 19:34 WIB
Wajib Tahu 7 Fakta dan Mitos Tentang Kasus Cacar Monyet, Mulai Dari Penyebab Hingga Pengobatan

AKURAT.CO- Cacar monyet telah menjadi topik yang hangat dalam beberapa waktu terakhir karena adanya temuan kasus di Indonesia.

Temuan kasus cacar monyet ini juga disertai dengan adanya informasi hoax tentang penyakit ini yang dapat menyesatkan masyarakat.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi telah mengkonfirmasi bahwa saat ini terdapat 9 kasus terjangkit cacar monyet di Indonesia.

Fakta dan Mitos Tentang Cacar Monyet

Beberapa mitos tentang cacar monyet adalah sebagai berikut:

1. Mitos: Cacar monyet berasal dari monyet.

Fakta sebenarnya, penyakit ini tidak berasal dari monyet meskipun diberi nama cacar monyet.

Cacar monyet dapat menular kepada monyet, tetapi diperkirakan berasal dari hewan pengerat.

Penyakit ini pertama kali didokumentasikan pada manusia pada tahun 1970.

2. Mitos: Cacar monyet berasal dari famili virus yang sama dengan cacar air.

Faktanya, cacar monyet bukanlah salah satu bentuk penyakit cacar air.

Cacar air disebabkan oleh virus Varicella zoster, sedangkan cacar monyet termasuk dalam keluarga virus Poxviridae yang lebih parah.

3. Mitos: Tidak ada pengobatan atau vaksin untuk cacar monyet.

Fakta yang sebenarnya, vaksin untuk cacar monyet sudah tersedia meskipun persediaannya terbatas. Vaksin ini diberikan dalam dua dosis dengan selang waktu empat minggu.

Orang-orang yang berisiko tinggi dapat menerima vaksin cacar monyet.

4. Mitos: Hanya pasangan sesama jenis yang bisa terkena cacar monyet.

Faktanya, semua orang dapat terjangkit virus cacar monyet melalui hubungan seksual.

Cacar monyet dapat ditularkan kepada siapa saja, tidak hanya pasangan sesama jenis.

5. Mitos: Cacar monyet adalah penyakit infeksi menular seksual.

Faktanya, cacar monyet bukanlah penyakit infeksi menular yang hanya menyebar melalui hubungan seksual.

Penularan cacar monyet dapat terjadi melalui kontak kulit ke kulit yang tidak bersifat seksual atau intim.

6. Mitos: Hewan peliharaan tidak bisa terkena cacar monyet.

Faktanya, semua hewan, termasuk hewan peliharaan, bisa terinfeksi penyakit cacar monyet.

Penularan cacar monyet dapat terjadi dari hewan ke manusia.

7. Mitos: Cacar monyet dapat menyebabkan kelumpuhan.

Faktanya, tidak ada bukti bahwa cacar monyet menyebabkan kelumpuhan pada seseorang.

Gejala umum cacar monyet adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, lemas, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Cacar monyet juga menyebabkan ruam atau lesi pada kulit.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.