Akurat Logo

Viral Makanan Disiram Minyak Panas, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

Sunarimo Darmaji | 25 Oktober 2023, 17:31 WIB
Viral Makanan Disiram Minyak Panas, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

AKURAT.CO Banyak menu makanan viral yang proses pembuatannya disiram dengan minyak panas, seperti sambal matah, seblak kerupuk dengan bumbu mentah, mie instan dengan irisan bawang serta cabe, dan lain sebagainya.

Makanan dengan siraman minyak panas tersebut tengah digandrungi masyarakat, sebab menjadikan makanan terasa lebih sedap.

Namun, dibalik rasa yang mengguggah selera itu, jika menu makanan di atas dikonsumsi dengan berlebihan akan berbahaya pada kesehatan lho!

Baca Juga: Resep Ikan Dori Krispi Sambal Matah ala Ngikan Yuk By Rachel Vennya

Dampak Kesehatan

Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (25/10/2023),  Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo menjelaskan bahwa makanan tersebut boleh saja untuk dikonsumsi.

Namun, penambahan minyak yang terlalu banyak pada makanan dan keseringan dalam mengonsumsinya itu berbahaya.

Berikut bahayanya mengonsumsi minyak berlebihan:

  1. Kalori tinggi

Ketika mengonsumsi minyak secara berlebih, maka di dalam minyat tersebut memiliki kandungan kalori yang tinggi.

Proses penyiraman minyak pada makanan secara langsung akan dikonsumsi oleh individu. Minyak tersebut tentu akan menyerap pada makanan, yang kemudian dikonsumsi oleh tubuh.

Hal tersebut jika terus dikonsumsi akan mengakibatkan peningkatan berat badan, dan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, serta berbagai masalah kesehatan lainnya.

Baca Juga: Resep Sambal Matah Khas Bali, Bikin Makan Tambah Nikmat!

  1. Lemak jenuh

Makanan yang disiram dengan minyak panas memiliki potensi mengubah minyak tersebut menjadi lemak trans atau jenuh.

Minyak jenuh yang dikonsumsi bukan hanya terdapat pada menu makanan yang disiram minyak panas saja, tetapi juga dari makanan yang digoreng.

Lemak trans dan jenuh dikenal dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah, yang dapt meningkatkan risiko penyakit jantung dan penyumbatan arteri.

  1. Memicu risiko penyakit lainnya

Jika makanan tersebut dikonsumsi jangka panjang, maka dengan kandungan yang tinggi minyak tersebut akan memunculkan berbagai risiko penyakit, salah staunya dislipidemia, yakni kondisi yang terjadi ketika kadar lemak yang terdapat dalam darah tidak normal.

Maka jangan terlalu sering mengonsumi makanan yang mengandung minyak tinggi, dan batasi konsumsi minyak perhari.

Dikutip dari berbagai sumber, batas yang aman dalam mengonsumsi minyak perhari adalah tidak lebih 7 persen dari angka asupan gizi.

Atau bisa juga dengan mengganti minyak yang lebih sehat, seperti minyak zaitun, minyak wijen, minyak jagung, dan lainnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.