Benarkah Urticaria Bisa Timbul Karena Stres? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO, Kulit yang gatal dan ada bercak merah adalah fenomena yang secara medis dikenal sebagai urticaria atau yang bias disebut biduran, biasanya hal ini seringkali lebih dari sekadar ketidaknyamanan kulit. Yang menarik perhatian adalah kenyataan bahwa urticaria bisa menjadi respons fisik akibat dari timbulnya rasa strees lho!
Apa itu Urticaria?
Urticaria atau yang biasa dikenal dengan biduran adalah kondisi fisik yang menciptakan bercak merah muda atau putih yang menonjol dan memunculkan rasa gatal. Urticaria ini biasanya muncul dalam berbagai ukuran, muncul secara tiba-tiba, dan dapat berpindah-pindah.
Penyakit ini biasanya timbul oleh beberapa faktor, antara lain:
- Infeksi
- Paparan bulu hewan
- Debu
- Konsumsi obat-obatan tertentu
- Aktivitas fisik
- Suhu dingin atau panas yang berlebihan
- Stress, dan sebagainya
Bagaimana Strees Dapat Memicu Urticaria?
Strees memang bisa menjadi salah satu faktor terbentuknya urticaria. Strees dapat memicu pelepasan histamin dalam tubuh, yakni suatu zat kimia yang dapat menyebabkan pembengkakan dan gatal. Ini bisa memicu serangan urticaria atau bisa memperburuk kondisi yang sudah terjadi.
Selain itu, strees juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih rentang terhadap alergen dan faktor pencetus lainnnya yang dapat menyebabkan penyakit ini. Oleh karena itu, orang yang mengalami strees kronis, kemungkinan akan lebih cenderung memiliki serangan urticaria yang lebih sering.
Bagaimana Mengatasinya?
Dikutip dari beberapa sumber, Jum’at (15/9/2023), berikut beberapa cara mengelola urticuria:
- Kelola stress: Upaya untuk mengurangi stress dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu meminimalisir risiko serangan urticuria. Alihkan dengan kegiatan yang disuka seperti mendengarkan musik, menonton film, atau berolahraga untuk menghindari rasa stress.
- Identifikasi: Cobalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang sekiranya memicu urticuria. Hal ini bisa termasuk makanan, bahan pakaian yang digunakan, alergen atau faktor lingkungan. Ketika sudah menemukan faktor yang menjadi masalah, maka hindarilah agar tidak muncul gejala penyakit ini.
- Perubahan gaya hidup: Misalnya dalam hal makanan, beberapa makanan dapat menjadi pemicu urticarial lho, terutama jika memang memiliki alergi tertentu. Maka penting untuk mengidentifikasi makanan-makanan yang dikonsumsi. Makanan yang seringkali memicu reaksi urticaria adalah makanan laut, kacang-kacangan, telur, dan produk susu. Terapkan juga pola makan yang seimbang, berolahraga secara teratur, serta tidur cukup.
- Konsultasikan ke dokter: Jika mengalami urticaria yang parah atau kronis, segeralah konsultasikan dengan dokter. Mereka dapat membantu mengidentifikasi penyebabnya dan meresepkan pengobatan yang sesuai.
Selain makanan, perubahan cuaca dan suhu ekstrem juga dapat memicu urticaria pada beberapa individu lho. Cobalah untuk menghindari paparan terlalu lama terhadap cuaca yang sangat panas atau dingin, dan gunakan pakaian yang sesuai kebutuhan. (Ami Fatimatuz Zahro’)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









