Akurat

Kenali Main Character Syndrom Dari 6 Tanda Berikut

Eko Krisyanto | 14 September 2023, 19:10 WIB
Kenali Main Character Syndrom Dari 6 Tanda Berikut

AKURAT.CO Main character syndrome (MCS) atau sindrom karakter utama biasanya terjadi pada pengarang atau penulis sebuah cerita.

MCS merupakan kondisi yang mempengaruhi penulis yang membuat cerita dengan karakter tunggal yang dominan.

Jika dalam kehidupan sehari-hari, Main Character Syndrom merupakan perasaan yang diasosiasikan dengan orang yang berfikir bahwa dunia hanya berkutat kepada dirinya saja serta diikuti dengan sikap mencari perhatian.

Baca Juga: 12 Karakter Game Yang Mengadopsi Tokoh Dari Indonesia

Kate Rosenblatt, seorang terapis dan manager klinis di Talkspace, beranggapan bahwa Main Character Syndrom ini mengacu pada identifikasi diri seseorang yang menganggap bahwa dirinya merupakan tokoh protagonis di kisah hidupnya. Namun, Main Character Syndrom bukan termasuk kedalam ganggua mental karena sindrom ini muncul akibat dari pengaruh film.

Berikut beberapa hal yang menandakan Main Character Syndrom.

1. Tidak suka menerima kritik

Kritik merupakan salah satu cara untuk mengetahui kekurangan dan kesalahan pada diri sendiri yang dinilai oleh orang lain. Tentu, kritik bebas dilakukan sebagai bentuk kebebasan berekspresi asal memiliki bentuk kritik yang membangun. Namun, seseorang yang mengalami MCS tidak menyukai kritik yang dilontarkan kepada mereka. Pasalnya, mereka menganggap dirinya sempurna dan tidak membutuhkan kritikan.

2. Berpikir dirinya paling sempurna

Seseorang yang megalami Main Character Syndrom biasanya memiliki pikiran bahwa mereka adalah pribadi yang sempurna. Hal ini menjadi dasar dari mengapa seseorang yang mengalami MCS cenderung tidak menyukai kritik. Mereka yang mengalami Main Character Syndrom biasanya akan berfikir bahwa diri mereka sempurna dengan cara memanipulasi kenyaaan serta membuat pribadi yang lebih positif dari kenyataannya.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Kebaya Lambang Karakter Indonesia Yang Anggun 

3. Meromantisasi konflik

Meromantisasi konflik termasuk ke dalam salah satu tanda Main Character Syndrom. Pasalnya, dalam sebuah film biasanya karakter utama akan mengalami sebuah konflik yang akan membuat diri mereka berkembang. Perlu diingat, Main Character Syndrom merupakan dampak pola pikir sebagai karakter utama yang disebabkan oleh film.

Seseorang yang mengalami Main Character Syndrom akan meromantisasi konflik dengan anggapan mereka akan berkembang dan akan mendapatkan akhir bahagia seperti yang terjadi pada karakter utama di film.

4. Tidak memiliki empati

Seorang yang mengalami Main Character Syndrom faktanya tidak akan memiliki empati terhadap permasalahan yang orang lain alami. Contohnya ketika orang lain bercerita dengan dirinya maka akan membandingkan permasalahan orang lain dengan permasalahnya dan menganggap permasalahannya selalu lebih sulit dihadapi.

5. Hanya peduli dengan diri sendiri

Egois mungkin menjadi satu kata yang dapat mewakili seorang mengidap Main Character Syndrom. Seorang yang mengalami Main Character Syndrom dalam kondisi apapun akan lebih mementingkan dirinya sendiri serta menganggap segala sesuatu merupakan sebuah persaingan.

6. Obsesi memiliki hal yang spesial

Pada setiap film, karakter utama selalu memiliki suatu yang special, begitu pun orang yang mengalami Main Character Syndrom. Biasanya seseorang yang mengalami Main Character Syndrom akan merasa dirinya memiliki hal yang spesial. Main Character Syndrom membuat seseorang cenderung tidak akan mengakui keberhasilan orang lain dan sulit untuk memuji. (Sastra Yudha Muhidin)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK