8 Alasan Mengapa Musuh Terbesar Adalah Diri Sendiri

AKURAT.CO Musuh bukan hanya ditujukan kepada orang lain karena terkadang diri sendiri saja bisa dijadikan musuh terbesar.
Beberapa orang pasti merasakan ketidaksukaan pada sifat atau perilaku yang berasal dari dirnya sendiri. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Alasan Mengapa Musuh Terbesar Adalah Diri Sendiri
Baca Juga: 6 Ayat Al-Qur'an Untuk Motivasi Hidup Lebih Bahagia
1. Tidak pernah mengatur ekpektasi diri sendiri
Pahamilah bahwa setiap manusia tidak bisa mengontrol semuanya. Manusia hanya bisa mengontrol apa yang ada di dalam dirinya tetapi harus diingat bahwa ada banyak hal yang jauh jangkaunnya yang tidak bisa dikontrol. Misalnya pendapat orang lain atau omongan orang lain. Maka dari itu, perlu untuk mengatur ekpektasi pada diri sendiri bahwa ada hal yang tidak bisa diatur.
2. Gagal mensyukuri hal-hal kecil
Kebahagiaan bagi kebanyakan orang hanya tertuju pada hal-hal yang besar saja. Misal kesuksesan dalam karier, prestasi akademik yang tinggi, kekayaan yang berlimpah dan sebagainya.
Padahal, hal-hal kecil seperti terhindar dari kemacetan lalu lintas, bisa berkumpul dengan keluarga, bisa pulang kerja tepat waktu adalah hal-hal yang perlu disyukuri juga lho. Karena hal-hal kecil itu menandakan bahwa hidup seseorang tidak selalu melelahkan dengan patokan pada kebahagiaan yang besar.
Baca Juga: Kata-kata Motivasi Hidup, Biar Kamu Makin Semangat
3. Menganggap remeh banyak hal
Cobalah untuk tidak menganggap remeh sesuatu. Dari situ menandakan bahwa seseorang bisa melihat sesuatu dengan pandangan lebih luas.
4. Terlalu mengkritik diri sendiri
Terlalu banyak mengeluh tentang diri sendiri tentu akan menurunkan rasa percaya diri dan akan menghambat kesuksesan. Mulailah dengan menerima apa adanya serta meningkatkan rasa percaya diri.
5. Terlalu banyak berpikir
Overthinking jelas bukan hal yang baik jika dilakukan secara terus menerus. Karena itu akan menjadi kebiasaan yang selalu mengarah kepada kewaspadaan yang berlebihan, sehingga bisa menciptakan rasa takut dalam diri sendiri.
6. Selalu memilih jalan mudah
Terkadang seseorang harus berpikir bahwa tidak ada kesuksesan dari jalan yang mudah, sebab semua butuh proses dan kedisiplinan. Misalnya dalam mengerjakan tugas, individu lebih memilih untuk selalu mengandalkan contekan teman, padahal ia bisa menggunakan cara belajar untuk menemukan atau mengerjakan jawaban.
7. Selalu berasumsi
Sebelum memulai sesuatu jangan berasumsi yang tidak-tidak. Jangan membuat pikiran yang buruk sebelum memulainya. Lakukan saja dulu atau cari faktanya baru bisa memutuskan pilihan-pilihan yang akan diambil.
8. Selalu meragukan diri sendiri
Merasa tidak mampu tentu wajar karena setiap manusia mempunyai keterbatasannya masing-masing. Namun hal itu bisa dihadapi dengan usaha yang sungguh-sungguh maka hasilnya akan sesuai dengan apa yang diusahakan. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







