Akurat Logo

Mau Suntik Putih? Pahami Efek Samping Dan Bahan Yang Digunakan

| 6 September 2023, 16:10 WIB
Mau Suntik Putih? Pahami Efek Samping Dan Bahan Yang Digunakan

AKURAT.CO Banyak orang berpikir bahwa kulit putih adalah sebuah standar kecantikan yang harus dipenuhi. Bahkan tak sedikit yang akhirnya melakukan berbagai cara untuk mendapatkan kulit lebih putih dengan mudah dan cepat, salah satunya dengan suntik putih.

Prosedur suntik putih secara umum belum dapat dipastikan keamanannya. Metode pemutihan kulit yang dilakukan dengan menyuntikkan cairan khusus ke pembuluh darah ini bahkan sempat menjadi kontroversi, lantaran disebut-sebut berisiko menyebabkan infeksi, hingga cedera yang serius.

Baca Juga: Pentingkah Beauty Privilege Dalam Dunia Kerja?

Mengenal Bahan Aktif Untuk Suntik Putih

Department of Health Hong Kong merilis beberapa bahan-bahan aktif paling umum yang biasa digunakan dalam metode suntik putih.

1. Tranexamic acid

Asam traneksamat merupakan jenis asam yang berfungsi untuk menghentikan perdarahan dengan reaksi membentuk gumpalan darah.

Dalam dunia medis, tranexamic acid digunakan dalam bentuk tablet atau cairan suntik. Manfaatnya bisa atasi hiperpigmentasi, meredakan iritasi kulit, sampai melembapkan kulit.

2. Glutathione

Kemudian ada glutathione yaitu antioksidan dengan efek anti-aging untuk menekan tanda-tanda penuaan pada kulit wajah.

Selain itu, glutathione juga berperan dalam mencerahkan kulit dari dalam sekaligus menghambat produksi melanin. Tidak hanya itu, glutathione juga memiliki manfaat untuk menangkal radikal bebas dan menjaga sistem kekebalan tubuh.

3. Vitamin C

Vitamin C tampaknya paling populer digunakan sebagai bahan aktif produk kecantikan karena antioksidan di dalamnya diklaim paling bagus untuk kulit.

Di samping bisa membantu meningkatkan warna kulit lebih cerah, antioksidan ini efektif meningkatkan produksi kolagen supaya elastisitasnya terjaga.

Meski terdengar aman, namun menyuntikkan vitamin C dalam dosis yang terlalu besar dan dilakukan jangka panjang dapat memberikan reaksi buruk atau efek samping bagi tubuh.

4. Kolagen

Pada cairan suntik putih, fungsi kolagen bukanlah untuk memutihkan, melainkan untuk menjaga kekenyalan wajah. Sama seperti glutathione, kolagen juga diproduksi oleh tubuh, tetapi jumlahnya bisa menurun seiring pertambahan usia. Akibatnya, elastisitas kulit menurun dan memunculkan jejak garis halus di wajah.

Efek Samping dan Bahaya Suntik Putih

Pada dasarnya, bahan aktif yang digunakan untuk cairan suntik putih memiliki manfaat untuk perawatan kulit. Akan tetapi, yang menjadikannya berisiko membahayakan adalah dosis yang diberikan tidak tepat bahkan berlebihan.

Bahaya suntik putih yang tidak sesuai prosedur medis mungkin bukan sebatas iritasi, tapi bisa menimbulkan masalah kesehatan kulit lain seperti berikut:

1. Infeksi sel kulit

Dikarenakan kulit manusia bertindak sebagai penghalang alami bagi mikroorganisme, maka tindakan apapun yang merusak kulit dapat meningkatkan risiko infeksi.

Selain itu, menyuntikkan zat aktif dengan dosis berlebih dapat menurunkan produksi melanin dalam tubuh sehingga kulit lebih sensitif.

2. Memar

Efek samping lain pasca suntik putih yaitu membuat kulit jadi memar, bahkan dalam kasus lain ada yang mengalami perdarahan, hingga hematoma.

Apabila suntik putih diberikan melalui pembuluh darah, bahayanya bisa mengakibatkan sepsis dan anafilaksis atau reaksi alergi berat.

3. Kerja ginjal menjadi lebih berat

Saat kamu menggunakan vitamin C untuk membuat kulit kamu menjadi lebih putih dan segar, maka kerja ginjal akan menjadi lebih berat. Suntikan vitamin C mengandung dosis yang cukup tinggi sehingga vitamin C akan larut dan sampai pada organ ginjal.

Jika dosis vitamin C yang digunakan berlebihan kemungkinan kerja ginjal akan menjadi lebih berat. Dengan begitu, fungsi kerja ginjal tidak akan maksimal. Sebaiknya kamu jangan terlalu sering melakukan suntik vitamin C untuk menjaga kesehatan ginjal kamu.

4. Ketidakstabilan hormon

Ketidakstabilan hormon pada tubuh akan dirasakan oleh orang yang melakukan suntik putih dengan vitamin C. Banyak dampak dari hormon yang tidak stabil dalam tubuh. Beberapa diantaranya menyebabkan anemia hemolotik pada pasien.

5. Gangguan kesehatan lain

Dosis tinggi dari zat cairan suntik putih berisiko menimbulkan permasalahan lain yang lebih serius dan bersifat jangka panjang.

Seperti gangguan metabolik, keracunan saraf, nyeri perut, gangguan fungsi tiroid dan ginjal, atau nekrolisis epidermal toksik ditandai dengan kulit melepuh seperti terbakar.

Tips Aman Suntik Putih

Jika kamu ingin mencerahkan kulit dengan suntik putih, lakukan dengan jalur yang aman. Berikut sedikit tips yang bisa dilakukan agar mendapat kulit cerah sesuai impian melalui metode suntik putih:

1. Pilih dokter yang kompeten. Ini faktor terpenting ketika memutuskan untuk melakukan suntik putih. Hanya dokter profesional terlatih yang boleh melakukan suntik ini.

2. Tes alergi. Dokter akan mengecek riwayat kesehatan sebelum melakukan tindakan medis apapun. Tes kulit perlu dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh cocok dengan bahan yang akan digunakan.

3. Dibandingkan metode pemutihan kulit lainnya, suntik putih memang bisa lebih cepat mencerahkan kulit. Namun, pertimbangkan juga risikonya, mengingat bahan yang disuntikkan ke dalam tubuh memiliki dosis yang tinggi. Ikuti prosedur dan anjuran yang diberikan oleh dokter, agar suntik putih tidak malah menimbulkan efek negatif.

Itulah informasi mengenasi suntik putih yang harus kamu perhatikan sebelum melakukannya. Dan yang paling diwaspadai adalah jika timbulnya penyakit autoimun. Munculnya ruam dan iritasi dapat menimbulkan hal yang lebih berbahaya. Sehingga melakukan tes autoimun juga dapat menjadi jalan yang dilakukan sebelum melakukan suntik putih.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.