Akurat

Waspada! 3 Gangguan Mental Yang Kerap Terjadi Di Era Teknologi

| 5 September 2023, 23:41 WIB
Waspada! 3 Gangguan Mental Yang Kerap Terjadi Di Era Teknologi

AKURAT.CO Berkembangnya teknologi di zaman digital saat ini turut mempengaruhi kesehatan mental. Kepedulian terhadap kesehatan mental warganet menjadi semakin tinggi.

Ada kalanya merasa dekat dengan diri sendiri, namun terkadang merasa tidak baik-baik saja.

Perasaan itu muncul karena ada beberapa gejala yang cukup mengganggu mental dan kerap dialami oleh seseorang.

Gangguan Mental yang Kerap Terjadi di Era Teknologi

Dikutip dari berbagai sumber pada Selasa (5/9/2023), pahami dan ketahui gangguan mental yang kerap terjadi berikut ini:

1. Takut menjadi diri sendiri

Penggunaan media sosial yang sangat membuat sulit menjadi diri sendiri. Banyak influencer atau artis yang menimbulkan perasaan seseorang ingin terlihat seperti mereka. Pada akhirnya banyak yang kehilangan ciri khas diri.

Selain itu, fenomena FOMO atau fear of missing out membuat terkucilkan jika tidak mengikuti tren yang sedang viral.

Padahal belum tentu nyaman melakukannya, namun demi mendapat pengakuan seseorang rela berusaha memenuhinya.

Padahal kita tak bisa menjadi orang lain. Setiap orang memiliki keunikan masing-masing tanpa perlu mengorbankan diri mengikuti orang lain.

2. Kurang empati terhadap orang lain

Mati rasa emosional digambarkan dengan perasaan hampa atau asing saat berada dalam kondisi tertentu seperti bahagia atau sedih.

Kondisi tersebut bisa saja bersifat permanen atau sementara. Dikutip dari Psych Central, orang yang mengalami kondisi ini biasanya merupakan respons perlindungan diri terhadap trauma, stres, rasa sakit, atau ketidaknyamanan yang dialami.

Alih-alih merasakan emosi intens, penderitanya justru lebih memilih mengalihkan emosinya.

Ada beberapa penyebab seseorang mengalami mati rasa secara emosional. Salah satunya yaitu adanya pengalaman traumatis seperti pernah mengalami pelecehan atau kekerasan.

Orang yang pernah mendapatkan perlakuan seperti itu akan memilih untuk menutup dirinya. Mematikan perasaan emosional digunakan untuk menutupi rasa sakit emosional yang terus menghantui, terlebih saat mereka mengingat kembali kejadian tersebut.

Hidup dengan trauma menyebabkan beberapa orang mengalami disosiasi, terkadang terlihat mirip dengan mati rasa secara emosional.

Disosiasi terkait trauma mengacu pada perasaan terpisah atau terlepas dari diri sendiri, pikiran, dan emosi.

3. Kecemasan berlebih terhadap baterai smartphone

Smartphone merupakan benda yang tidak dapat terpisahkan dari manusia di era digital saat ini.

Rasanya smartphone sudah menjadi bagian dari kehidupan, terlebih fitur-fitur canggih yang sangat membantu kehidupan sehari-hari.

Oleh sebab itu, manusia sangat bergantung pada smartphone dan menjadi cemas jika baterainya akan habis.

Ketergantungan ini sebenarnya tidak baik karena bisa mengarahkan seseorang menjadi pribadi yang lebih tertutup atau mengandalkan persona di media sosial yang tertanam rapat dalam smartphone tersebut.

Itulah beberapa gangguan mental yang kerap terjadi di era teknologi seperti saat ini.

Alangkah baiknya terus mengontrol diri sendiri agar tidak terbawa dan terjerumus salah satunya. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi renungan untuk kita semua![{

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.