Akurat

Mata Kucing Berair? Ini Penyebab, Cara Mengatasi Dan Pencegahannya

Syifa Ismalia | 25 Agustus 2023, 19:23 WIB
Mata Kucing Berair? Ini Penyebab, Cara Mengatasi Dan Pencegahannya

AKURAT.CO Mata kucing yang berair bisa menjadi masalah yang mengganggu bagi pemilik kucing.

Mata yang terus-menerus berair dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan atau iritasi pada hewan peliharaan Anda. 

Ini lima penyebab mata kucing berair dan memberikan beberapa cara untuk mengatasinya.

Penyebab Mata Kucing Berair

1. Infeksi mata

Salah satu penyebab utama mata kucing berair adalah infeksi mata. Infeksi bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Gejala lain yang mungkin muncul termasuk kemerahan, pembengkakan, dan keluarnya cairan berwarna dari mata.

2. Alergi

Seperti manusia, kucing juga bisa mengalami alergi terhadap bahan-bahan tertentu, seperti serbuk bunga atau debu. Reaksi alergi ini dapat menyebabkan mata berair dan gatal.

3. Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah peradangan pada lapisan tipis yang melapisi mata dan bagian dalam kelopak mata. Ini bisa disebabkan oleh infeksi, alergi, atau iritasi kimia. Mata kucing yang mengalami konjungtivitis akan terlihat merah dan berair.

4. Penyumbatan saluran air mata

Kucing memiliki saluran air mata yang membantu mengalirkan air mata ke hidung. Jika saluran ini tersumbat, air mata dapat mengalir keluar dari mata, menyebabkan mata yang berair.

5. Kelainan anatomis

Beberapa kucing mungkin memiliki kelainan anatomis, seperti kelopak mata yang terbalik (entropion) atau kelopak mata yang terlalu dalam (enophthalmos). Kondisi-kondisi ini dapat mengiritasi mata dan menyebabkan mata berair.

Cara Mengatasi Mata Kucing Berair

1. Konsultasi dengan dokter hewan

Jika mata kucing Anda terus-menerus berair, langkah pertama yang perlu diambil adalah berkonsultasi dengan dokter hewan. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan diagnosis yang akurat. Pengobatan yang tepat akan tergantung pada penyebab mata berair.

2. Pembersihan mata

Jika penyebab mata berair adalah iritasi atau debu, Anda dapat membersihkan mata kucing dengan lembut menggunakan kapas bersih yang dicelupkan dalam air mata kucing. Pastikan Anda tidak menggunakan bahan kimia yang keras atau berbahaya.

3. Obat tetes mata

Untuk infeksi mata atau konjungtivitis ringan, dokter hewan mungkin akan meresepkan obat tetes mata antibiotik atau obat mata lainnya. Pastikan Anda mengikuti petunjuk penggunaan dengan cermat.

4. Pengelolaan alergi

Jika alergi menjadi penyebab mata berair, dokter hewan mungkin akan merekomendasikan perubahan lingkungan, seperti menghindari alergen yang mungkin menyebabkan reaksi. Obat antihistamin juga dapat diresepkan.

5. Pembedahan

Jika masalahnya adalah kelainan anatomis seperti entropion, kadang-kadang operasi mungkin diperlukan untuk mengoreksi kondisi ini dan mencegah iritasi mata.

6. Perhatian khusus pada kebersihan

Pastikan area sekitar mata kucing tetap bersih. Gunakan kapas lembut yang dibasahi air hangat untuk membersihkan kotoran atau kotoran yang menempel di sekitar mata. Kebersihan yang baik dapat membantu mencegah iritasi.

Pencegahan Lebih Lanjut

1. Perhatian pada lingkungan

Jaga lingkungan di sekitar kucing tetap bersih dan bebas dari bahan-bahan yang dapat menyebabkan alergi. Bersihkan rumah secara teratur dan hindari penggunaan produk pembersih kimia yang keras.

2. Perawatan kesehatan rutin

Lakukan perawatan kesehatan rutin untuk kucing, termasuk pemberian vaksin dan pemeriksaan kesehatan berkala. Tindakan ini dapat membantu mengidentifikasi masalah kesehatan lebih awal.

3. Makanan yang sehat

Berikan makanan yang sehat dan bergizi kepada kucing Anda. Gizi yang tepat dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat, sehingga kucing lebih tahan terhadap infeksi.

4. Pengawasan

Pantau kesehatan mata kucing secara rutin. Jika Anda melihat tanda-tanda mata berair atau gejala lain yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter hewan.

Mata kucing berair bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan atau iritasi. Penting untuk mengidentifikasi penyebabnya dan mencari perawatan yang tepat sesuai dengan petunjuk dokter hewan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
W
Editor
Wahyu SK