Akurat

Mencukur Bulu Ketiak, Perlukah?

| 4 Maret 2023, 08:30 WIB
Mencukur Bulu Ketiak, Perlukah?

AKURAT.CO  Mencukur bulu ketiak masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Dengan ragam dampak dan manfaatnya, bulu ketiak merupakan hal yang alami tumbuh di tubuh manusia.

Bulu ketiak memiliki fungsinya sendiri bagi tubuh. Keberadaan bulu ketiak juga penting untuk memproteksi kulit ketiak dari zat-zat beracun dari pori-pori kulit membesar. Selain itu, bulu ini juga menghasilkan keringat yang mempengaruhi suhu tubuh.

Manfaat Mencukur Bulu Ketiak

Keberadaan bulu ketiak memang bisa mengganggu penampilan, tak terkecuali bagi pria ataupun wanita. Sebagian orang lebih memilih untuk mencukur bulu ketiak tersebut karena bisa menambah percaya diri. Berikut manfaat lainnya dari mencukur bulu ketiak.

1. Ketiak Jadi Tidak Mudah Berkeringat

Bulu ketiak ternyata bisa memicu timbulnya keringat berlebih karena produksi keringat menjadi lebih cepat. Oleh sebab itu, memiliki bulu ketiak yang lebat akan membuat area ketiaknya menjadi lembab karena berkeringat.

2. Mengurangi Bau Badan

Bulu ketiak yang tidak pernah dicukur dan sering berada dalam kondisi kotor dapat memperbesar risiko terjadinya infeksi bakteri. Jenis bakteri Staphylococcus Hominis yang berkembang biak di ketiak dapat memecah molekul keringat menjadi Thioalcohol, senyawa yang baunya sangat tajam seperti kandungan yang terdapat pada bawang. Selain Staphylococcus Hominis, bau badan juga bisa disebabkan oleh kontaminasi bakteri jenis Corynebacteria.

3. Mencegah Infeksi Bakteri

Alasan lainnya mencukur bulu ketiak adalah agar kulit ketiak lebih bersih dan terbebas dari bakteri jahat. Sebagian besar peneliti membuktikan bahwa keberadaan bulu ketiak berkaitan dengan tingkat kebersihan seseorang. Karena bulu ketiak yang lebat dan lembab bisa menjadi sarang berkembang biaknya suatu bakteri.

4. Memaksimalkan Kerja Deodoran

Mencukur bulu ketiak secara rutin dapat memaksimalkan manfaat deodoran. Jika ketiak mulus tanpa bulu, maka kandungan deodoran akan langsung diserap oleh pori-pori kulit. Antiperspirant yang terkandung dalam deodoran akan membantu mengurangi sekresi keringat secara efektif sehingga terbebas dari masalah bau badan tak sedap.

Dampak Mencukur Bulu Ketiak

Sebagian orang memilih untik tidak mencukur bulu pada area ketiaknya. Salah satu alasannya adalah tetap menjaga fungsi dan peran bulu ketiak bagi tubuh. Ini tidak sepenuhnya benar karena mencukur habis bulu ketiak memiliki beberapa dampak, berikut penjelasannya.

1. Meningkatkan Risiko Iritasi

Jika tidak dilakukan dengan benar, mencukur bulu ketiak atau bulu di area manapun berisiko melukai lapisan kulit. Ketika kulit tidak dirawat dengan baik, maka luka kecil tersebut bisa berbahaya dan menimbulkan iritasi dan infeksi. Bulu yang tumbuh di ketiak berfungsi layaknya perisai untuk melindungi lapisan kulit ketiak.

2. Gesekan Pada Kulit

Tipe orang yang aktif dan gemar melakukan banyak aktivitas fisik, ketiak pasti lebih sering berkeringat. Ternyata, keringat yang berpadu dengan gesekan atau gerakan yang berulang-ulang dapat menyebabkan radang dan ruam pada kulit.

3. Penyerapan Bahan Kimia

Melansir dari Byrdie, mencukur bulu ketiak akan memperbanyak penyerapan bahan kimia termasuk alumunium. Tingkat kenaikannya mungkin kecil saja, dari 0,01 persen menjadi 0,06 persen. Namun tentu jika bahan kimianya lebih banyak, kenaikannya enam kali lipat.

4. Pengaruh Pada Suhu Tubuh

Bulu akan berbaring ketika suhu terasa hangat. Namun, ketika suhu sedang dingin, bulu pasti akan berdiri. Ternyata, posisi bulu adalah proses untuk menjebak panas agar tetap merasa hangat atau melepaskan panas agar tetap dingin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.