Akurat

Penjelasan Cuci Darah Dan Manfaatnya Bagi Tubuh

| 2 Maret 2023, 11:16 WIB
Penjelasan Cuci Darah Dan Manfaatnya Bagi Tubuh

AKURAT.CO Cuci darah atau yang dikenal juga dengan hemodialisis adalah prosedur pengobatan untuk membuang racun yang diakibatkan kerusakan pada ginjal (gagal ginjal kronik). Pengobatan ini dilakukan guna back up fungsi vital ginjal bagi tubuh.

Fungsi ginjal yang utama adalah membuang limbah dan kelebihan cairan dari tubuh. Selain itu, ginjal juga mengontrol tekanan darah, menjaga tulang agar tetap kuat, memastikan kecukupan mineral, sampai memproduksi hormon untuk membuat sel darah merah.

Ginjal yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik. Akibatnya, racun akan menumpuk di dalam tubuh sehingga menimbulkan banyak gangguan kesehatan. Untuk mengganti fungsi ginjal dalam membuang racun, diperlukan prosedur yang menggunakan mesin khusus, salah satu prosedur tersebut adalah cuci darah.

Apa Itu Cuci Darah?

Cuci darah adalah prosedur medis guna membuang racun dalam tubuh karena ginjal sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Melansir laman resmi National Kidney Foundation, mesin ginjal buatan (hemodializer) membuang limbah, bahan kimia, dan kelebihan cairan tubuh.

Pengobatan ini biasa dilakukan di rumah sakit dan penyedia jasa dialisis. Bisa dilakukan permanen atau tergantung kondisi ginjal dan kesehatan penderitanya. Apabila kondisi penyakit ginjal membaik setelah pengobatan, cuci darah tidak perlu dilanjutkan. Namun, jika kondisi gagal ginjal kronis atau memasuki stadium akhir, penderita biasanya melakukannya seumur hidup.

Proses Cuci Darah

secara garis besar dilakukan dengan darah seseorang dimasukkan ke mesin ginjal buatan, dibersihkan, lalu dikembalikan ke dalam tubuh. Untuk memasukkan darah ke dalam ginjal buatan, dokter perlu membuat akses (pintu masuk) ke dalam pembuluh darah.

Pembuatan akses ini memerlukan operasi kecil pada lengan atau kaki penderitanya. Terkadang, akses dibuat dengan menghubungkan arteri ke vena di bawah kulit. Tujuannya untuk membuat pembuluh darah dengan ukuran lebih besar yang disebut fistula.

Selama cuci darah, penderita akan disarankan duduk atau berbaring dalam posisi nyaman. Tenaga medis lalu memasang jarum ke akses keluar masuk darah. Pompa di mesin cuci darah lalu mengeluarkan darah dari tubuh, lalu menyaring limbah sampai kelebihan cairan dari tubuh.

Lamanya proses cuci darah bisa berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan masing-masing penderita penyakit ginjal. Ada yang berlangsung tiga sampai lima jam. Intensitasnya juga berlainan, ada yang sampai tiga kali seminggu. Selama proses cuci darah, biasanya penderita bisa membaca, menonton telivisi, tidur, dan aktivitas ringan lainnya.

Efek Samping Pada Tubuh

Melansir Healthline, berikut beberapa efek samping cuci darah yang kadang dirasakan penderitanya.

  • Tekanan darah rendah
  • Anemia
  • Kram otot
  • Susah tidur
  • Gatal
  • Kadar kalium tinggi
  • Radang selaput di sekitar jaringan jantung
  • Infeksi aliran darah
  • Lelah
  • Pusing
  • Jantung berdebar cepat
  • Kehilangan keseimbangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.