Psikopat dan Sosiopat, Lebih Berbahaya Mana?

AKURAT.CO, Sebagian dari Anda mungkin sudah sering mendengar istilah Psikopat dan Psiopat. Lantas, apa perbedan dari kedua ganguan kepribadian ini? Dalam bidang psikologi, istilah Psikopat dan Sosiopat (sociopath) sering digunakan secara bergantian. Namun, faktanya baik Psikopat ataupun Psiopat bukanlah diagnosis yang resmi.
Dari kedua gangguan kepribadian ini ternyata tidak memiliki perbedaan yang klinis. Bahkan istilah Psikopat dan Sosiopat sering digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang di diagnosis Anti-social Personality Disorder (ASPD).
Kebanyakan ahli mempercayai bahwa Psikopat dan Psiopat memiliki sifat yang sama. Hal ini dikarenakan orang yang terkena kedua gangguan kepribadian ini akan sangat sulit untuk membedakan antara benar dan salah. Bahkan mereka juga akan sama-sama tampak tak memahami ataupun berbagi perasaan dengan orang lain. Tetapi diantara keduanya tentu memiliki perbedaan yang mencolok.
Perbedaan Yang Mencolok Antara Psikopat dan Sosiopat
Berikut merupakan beberapa perbedaan dari gangguan kepribadian Psikopat dan Sosiopat diantaranya:
1. Ada tidaknya kesadaran penuh atas tindakannya
Adapun perbedaan yang cukup mencolok dari kedua gangguan kepribadian ini yaitu ada tidaknya kesadaran penuh atas tindakan yang mereka lakukan. Biasanya hati nurani manusia akan memberitahukan dirinya bahwa tindakan yang melanggar ketentuan adalah perbuatan yang salah.
Misalnya, jika kebanyakan perampo bersenjata maka masih ada kemungkinan ragu atau merasa sangat terpaksa membunuh bila tak dikasih uang. Hal ini justru tidak berlaku pada Psikopat, karena mereka bisa saja berlaga ragu ataupun terpaksa, tetapi hanya untuk berpura-pura. Psikopat akan belajar mengamati, bukan merasai.
Sedangkan Sosiopat masih bisa dikatakan memiliki hati nurani atau kesadaran penuh atas tindakannya. Namun hal ini sangat sedikit sekali. Mereka sadar bahwa merampok uang adalah perbuatan yang salah, bahkan mereka mungkin akan merasa bersalah dan sedih. Tetapi mereka enggan untuk insaf atau bertaubat.
Dapat disimpulkan bahwa kedua gangguan kepribadian ini sama-sama kurang memiliki rasa empati terhadap orang lain. Memiliki kemampuan berpura-pura atau sedikit sekali merasakan hal yang dirasakan oleh orang lain.
2. Perwatakan
Psikopat dan Sosiopat bisa saja orang yang cerdas dan pandai meniru emosi orang lain. Merek bisa saja berpura-pura tertarik padahal kenyataannya tidak peduli. Mereka yang memiliki kepribadian Psikopat dijuluki sebagai orang berhati dingin dan penuh perhitungan. Hal tersebut dikarenakan mereka akan lebih berhati-hati dalam merencanakan setiap gerakan mereka dan membuat cara yang terencana untuk mendapatkan yang diinginkannya.
Sementara Sosiopat akan secara terus terang mengatakan bahwa dirinya tidak tertarik dengan orang lain dan hanya mementingkan diri sendiri. Pengidap Sosiopat akan menyalahkan orang lain dan beralasan bahwa tindakan yang dilakukannya benar. Biasanya kepribadian ini akan cenderung bertindak tanpa memikirkan konsekuennya.
3. Tidak selalu membunuh dan terlibat kriminal
Seperti yang kita tahu, dalam acara film dan TV biasanya Psikopat dan Sosiopat akan digambarkan menjadi penjahat yang membunuh ataupun menyiksa orang yang tidak bersalah. Namun, dalam kehidupan nyata orang dengan kepribadian sosial ini bisa melakukan tindakan kekerasan, tetapi kebanyakan tidak. Mereka akan memanipulasi dan bersikap nekat untuk mendapatkan hal yang mereka inginkan.
Jadi dapat disimpulkan, bahwa Psikopat dan Sosiopat keduanya sama-sama berbahaya dan memiliki kebiasaan untuk memanipulasi orang lain. Semoga ulasan artikel di atas dapat memberikan pengetahuan serta menambah wawasan yang luas bagi Anda dalam membedakan kedua gangguan kepribadian ini yang disebut sebagai Psikopat dan Sosiopat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





