Penyakit yang Kerap Hadir di Tengah-Tengah Pengungsian

AKURAT.CO, Setelah bencana gempa bumi 5,6 skala magnitudo yang mengguncang Cianjur pada Senin, 21 November 2022. Akibatnya, ratusan orang meninggal dan luka-luka. Lebih dari 7.000 orang harus mengungsi karena banyak bangunan tempat tinggal, sekolah, dan fasilitas umum rusak.
Para korban harus mengungsi di tempat pengungsian di tenda-tenda yang telah disediakan. Tidak dipungkiri bahwa kondisi ini juga bisa membuat para pengungsi terkena berbagai macam gangguan kesehatan.
Tidur di tempat terbuka, kurangnya makanan dan air bersih memperparah kondisi mereka.
Berbagai macam penyakit pun hadir. Dr. Fionita Beelkis membagi beberapa penyakit yang biasa terjadi di pengungsian pasca bencana yang paling sering:
"Penyakit yang sering terjangkit itu diare, ispa, penyakit kulit, dan juga saat ini masih ada kasus Covid-19 tentu menjadi kekhawatiran karena di pengungsian kan padat pastinya ya," kata Dr. Fionita saat dihubungi Akuratco lewat sambungan telepon, Selasa, 22 November 2022.
Tim medis dengan cepat datang menolong dan memberikan pertolongannya untuk para korban.
"Untuk penanganan yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang, dimulai dari anamnesa menanyakan apa keluhan yang dialami, melakukan pemeriksaan fisik seluruhnya dan tentunya tanda vital seperti pengukuran tekanan darah, nadi, pernafasan dan suhu," katanya.
"Apabila ada luka akibat dari bencana maka bisa dinilai seberapa parah luka itu, apakah butuh penanganan lebih lanjut, hal pertama yang dilakukan yaitu melakukan membersihkan luka," sambungnya.
Dr. Fionita mengatakan bahwa para korban bencana tersebut harus mendapat asupan makanan bergisi agar dapat memulihkan kondisi tubuh.
"Asupan yang baik adalah tentu mengkonsumsi makanan yang sehat, bersih dan bergizi,".[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





