Akurat

Apa Beda Operasi Bariatrik dan Sedot Lemak?

| 12 November 2022, 11:39 WIB
Apa Beda Operasi Bariatrik dan Sedot Lemak?

AKURAT.CO, Berat badan berlebihan dapat memicu risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, maka penting untuk menjaga agar tubuh berada di berat yang ideal.

Selain mengurangi berat badan dengan cara berolahraga dan mengatur pola makan, tindakan medis seperti bedah bariatrik bisa jadi solusinya. 

Diketahui, operasi bariatrik adalah prosedur bedah digestif untuk memodifikasi saluran cerna pasien, yang kelebihan berat badan atau obesitas agar dapat menurunkan berat badan.

Tak hanya operasi bariatrik, bedah kosmetik seperti sedot lemak, juga menjadi pilihan untuk memperbaiki penampilan agar terlihat lebih kurus.

Lalu, apa bedanya operasi bariatrik dan sedot lemak?

Menurut Dokter Spesialis Bedah Diigestif, Peter Ian Limas, bedah kosmetik seperti sedot lemak dan bedah bariatrik sangat berbeda.

Bedah kosmetik hanya memperbaiki penampilan luar dan tidak memperbaiki kondisi klinis.

"Bedah kosmetik tujuan membentuk tubuh, tapi kami tidak menuju ke sana walau bentuk tubuh pasti akan lebih baik, kami lebih ke menurunkan berat badan dan menurunkan faktor lain seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol," jelas Peter saat ditemui di Grand Hyatt, pada Jumat (11/11/2022).

Peter menjelaskan, cara kerja bedah bariatrik adalah dengan memodifikasi saluran cerna pasien yang menyebabkan makanan tidak melewati usus dua belas jari (Roux en Y gastric bypass) atau melewatinya dengan lebih cepat (sleeve gastrectomy).

Proses ini menyebabkan terjadinya peningkatan hormon GLP-1 yang memperbaiki metabolisme gula oleh insulin. Menurut Peter, hal ini kemudian dapat membantu menghilangkan rasa lapar pasien, memodifikasi profil hormon pasien sehingga lebih efektif bekerja, hingga membantu mengurangi kalori yang diserap tubuh.

"Meski awal-awal sempat belum bisa memakan makanan padat hanya minum, tetapi perlahan bisa balik lagi makan secara normal yang tinggi protein dan lebih baik mengurangi karbo," katanya.

Peter pun sempat menegaskan, bedah bariatrik hanyalah alat untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan tubuh, hasil akhirnya tetap bergantung kepada komitmen pasien untuk tetap hidup sehat.

"Ini bukan one stop solution, setelah bedah bariatrik tidak bisa hanya santai-santai dan ngemil saja di depan TV," sambung Peter.

Sedangkan sedot lemak, menurut Peter, adalah memodifikasi bentuk tubuh dengan menyedot lemak di bagian tertentu yang diinginkan.

"Kalau mau menyedot lemak di perut, ya di perut saja," ucapnya.

"Setahu saya, lemak yang disedot ada batasannya yaitu 5 kg saja, kalau lebih dari itu (lemak yang disedot) tidak boleh," tambahnya. 

Jika pasien operasi sedot lemak, disarankan tidak terlalu aktif bepergian untuk pasca operasi, karena ditakutkan ada infeksi pada bekas operasi dan menjaga elastisitas kulit.

Kalau operasi batriatik, pasien pasca operasi ini bisa olahraga jalan santai dan lari santai. 

"Sesuai dengan kondisi jahitan, sehari sudah bisa jalan bahkan pasien sayandi hari ketiga sudah bisa olahraga lari santai (jogging). Patokan pasien pasca operasi batriatik hanya sudah bisa minum atau tidak, kalau sudah bisa boleh pulang," katanya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.