Akurat Logo

Duh, Studi Terbaru Mengatakan Suplemen Minyak Ikan Tak Bisa Lindungi Jantung

Khaerul S | 25 Juli 2018, 15:03 WIB
Duh, Studi Terbaru Mengatakan Suplemen Minyak Ikan Tak Bisa Lindungi Jantung

AKURAT.CO, Suplemen minyak ikan, ada yang belum mengenalnya? Suplemen ini sudah populer sejak lama dengan manfaat yang luar biasa untuk kesehatan. Salah satunya, omega tiga ini dikenal memiliki manfaat untuk perlindungan pada kesehatan jantung.

Namun dilansir dari medicaldaily, study terbaru mematahkan pernyataan tersebut.Para ilmuwan dari organisasi Cochrane yang berbasis di London meninjau data pada 112.059 individu dari 79 uji coba acak yang dilakukan di Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Asia. Kelompok peserta ini termasuk pria, wanita, sehat dan juga dengan penyakit yang ada.

Ketika mereka mengikuti diet yang ditetapkan selama setahun, kemudian beberapa peserta diberikan suplemen omega tiga, sementara yang lain diberikan pil dummy.

"Tinjauan sistematis besar ini mencakup informasi dari ribuan orang dalam jangka waktu lama. Terlepas dari semua informasi ini, kami tidak melihat efek perlindungan," kata penulis utama Dr. Lee Hooper dari University of East Anglia, Inggris.

Bukti kuat mengindikasikan bahwa omega tiga rantai panjang, termasuk EPA (asam eicosapentaenoic) dan DHA (docosahexaenoic acid), tidak dapat membuat banyak perbedaan terhadap risiko kejadian kardiovaskular, kematian jantung koroner, kejadian penyakit jantung koroner, stroke atau penyimpangan jantung.

Sementara lemak omega 3 rantai panjang mungkin telah mengurangi lemak darah, dan trigliserida sampai tingkat tertentu, suplemen juga dapat mengurangi tingkat kolesterol baik yaitu high density lipoprotein (HDL). HDL diperlukan untuk membantu menghilangkan kolesterol berbahaya dan mengurangi risiko penyakit jantung.

"Analisis banyak penelitian ini menunjukkan dengan jelas bahwa suplemen omega tiga tidak mengurangi penyakit jantung. Saran saya kepada siapa pun yang membeli suplemen dengan harapan bahwa mereka mengurangi risiko penyakit jantung adalah lebih baik membelanjakan uang mereka untuk membeli sayuran," kata Tim Chico, seorang profesor dari Universitas Sheffield, Inggris, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Penelitian ini juga melihat jenis lain omega 3 yang dikenal sebagai ALA (asam alfa linolenat) yang ditemukan dalam minyak nabati seperti biji rami, dan kedelai. Kemungkinan mengurangi kejadian kardiovaskular dengan mengonsumsi ALA mungkin serendah 1 dari 1.000, kata para penulis. Tetapi risiko gangguan jantung ditemukan telah berkurang dari 3,3 persen menjadi 2,6 persen.

Sebelumnya, penelitian telah mendorong konsumsi asam lemak omega-3 dalam bentuk ikan karena hubungan mereka dengan penurunan risiko masalah kesehatan termasuk penyakit jantung, arthritis, demensia, dan kondisi kesehatan mental tertentu.

Pakar nutrisi Dr. Ian Johnson, dari Quadram Institute Bioscience di Inggris, cukup terkejut dengan temuan baru ini. Meskipun demikian, ia percaya bahwa kesimpulan perlu ditanggapi dengan lebih serius.

"Baik efek perlindungan dari konsumsi ikan berminyak yang diamati dalam populasi adalah karena mekanisme yang tidak dapat direproduksi oleh intervensi jangka pendek dengan suplemen omega-3 yang dimurnikan, atau mungkin disebabkan oleh faktor lingkungan lain yang tidak teridentifikasi yang terkait dengan minyak ikan," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A