Akurat

Cara Menghilangkan Bau Mulut karena Gigi Berlubang

Eko Krisyanto | 15 Januari 2026, 11:20 WIB
Cara Menghilangkan Bau Mulut karena Gigi Berlubang

AKURAT.CO Bau mulut sering kali menjadi masalah yang menurunkan rasa percaya diri, terutama saat berinteraksi dengan orang lain.

Salah satu penyebab bau mulut yang cukup umum adalah gigi berlubang ringan.

Meski terlihat sepele, gigi berlubang dapat menjadi tempat menumpuknya sisa makanan dan bakteri yang memicu bau tidak sedap.

Kabar baiknya, bau mulut akibat gigi berlubang ringan masih bisa dikurangi, bahkan dihilangkan, dengan perawatan dan kebiasaan yang tepat.

Artikel ini membahas cara menghilangkan bau mulut karena gigi berlubang ringan secara aman dan efektif.

Mengapa Gigi Berlubang Menyebabkan Bau Mulut?

Gigi berlubang terjadi ketika lapisan gigi rusak akibat aktivitas bakteri.

Pada lubang gigi, sisa makanan mudah tersangkut dan sulit dibersihkan.

Kondisi ini menciptakan lingkungan lembap yang ideal bagi bakteri penyebab bau mulut.

Selain itu, bakteri di dalam lubang gigi menghasilkan senyawa sulfur yang menimbulkan aroma tidak sedap.

Jika tidak ditangani, bau mulut bisa semakin parah meskipun lubang gigi masih tergolong ringan.

Cara Menghilangkan Bau Mulut karena Gigi Berlubang Ringan

Langkah pertama yang paling penting adalah menjaga kebersihan mulut secara menyeluruh.

Menyikat gigi secara rutin dua kali sehari dengan teknik yang benar dapat membantu mengurangi penumpukan bakteri di area gigi berlubang.

Penggunaan benang gigi juga sangat dianjurkan. Benang gigi membantu membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat, termasuk di sekitar lubang gigi kecil.

Berkumur dengan obat kumur antiseptik dapat membantu menekan pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.

Pilih obat kumur yang tidak mengandung alkohol berlebihan agar tidak menyebabkan mulut kering.

Selain itu, membersihkan lidah juga berperan penting. Permukaan lidah sering menjadi tempat berkumpulnya bakteri penyebab bau mulut, sehingga pembersihan lidah secara rutin dapat memberikan hasil yang signifikan.

Peran Pola Makan dalam Mengurangi Bau Mulut

Pola makan turut memengaruhi kondisi bau mulut. Mengurangi konsumsi makanan manis dan lengket dapat membantu mencegah bakteri berkembang di lubang gigi.

Sebaliknya, memperbanyak konsumsi air putih membantu menjaga produksi air liur yang berfungsi membersihkan mulut secara alami.

Beberapa makanan seperti buah dan sayur berserat juga dapat membantu membersihkan gigi secara alami saat dikunyah, sekaligus merangsang produksi air liur.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Meskipun lubang gigi masih ringan, pemeriksaan ke dokter gigi tetap disarankan.

Dokter dapat menilai kondisi lubang gigi dan menentukan apakah perlu dilakukan penambalan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Jika bau mulut tidak kunjung membaik meskipun kebersihan mulut sudah dijaga, hal ini bisa menjadi tanda bahwa lubang gigi mulai membesar atau terdapat masalah lain di rongga mulut.

Apakah Bau Mulut Bisa Hilang Tanpa Tambal Gigi?

Pada kasus gigi berlubang ringan, bau mulut bisa berkurang dengan perawatan kebersihan mulut yang baik.

Namun, perlu dipahami bahwa lubang gigi tidak bisa sembuh dengan sendirinya.

Tanpa penanganan medis, lubang gigi berisiko membesar dan kembali menimbulkan bau mulut.

Oleh karena itu, perawatan mandiri sebaiknya tetap dibarengi dengan pemeriksaan rutin ke dokter gigi.

FAQ tentang Bau Mulut dan Gigi Berlubang

Apakah gigi berlubang kecil pasti menyebabkan bau mulut?

Tidak selalu, tetapi lubang gigi meningkatkan risiko bau mulut jika kebersihan tidak terjaga.

Apakah obat kumur bisa menghilangkan bau mulut permanen?

Obat kumur membantu mengurangi bau, tetapi tidak mengatasi penyebab utama jika gigi berlubang tidak ditangani.

Berapa kali sebaiknya periksa gigi?

Idealnya setiap enam bulan sekali untuk mencegah dan mendeteksi masalah gigi sejak dini.

Cara menghilangkan bau mulut karena gigi berlubang ringan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan mulut dan pola makan. Namun, untuk hasil jangka panjang, penanganan medis tetap menjadi langkah terbaik agar kesehatan gigi dan kepercayaan diri tetap terjaga.

Laporan: Arika Yafi Fawazzain/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK