Akurat

Gigi Renggang (Diastema): Penyebab, Ciri, dan Cara Mengobatinya

Eko Krisyanto | 29 November 2025, 22:24 WIB
Gigi Renggang (Diastema): Penyebab, Ciri, dan Cara Mengobatinya
 
AKURAT.CO Gigi renggang atau diastema sering kali membuat seseorang merasa kurang percaya diri, terutama ketika celah tampak jelas pada bagian depan.
 
Meski tampak sebagai masalah estetika, kondisi ini sebenarnya memiliki berbagai faktor medis di baliknya.
 
Memahami penyebab, ciri, dan cara mengatasinya menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan gigi sekaligus memperbaiki penampilan senyum.
 
Menurut Brite Orthodontics, celah pada gigi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari perbedaan ukuran rahang dan gigi, kebiasaan mulut tertentu, hingga penyakit gusi. 
 
Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi posisi gigi sehingga terbentuk ruang di antara gigi yang semula rapat. Kondisi tersebut dapat terjadi pada siapa saja seperti anak-anak maupun orang dewasa dan muncul dalam berbagai tingkat keparahan, bergantung pada penyebab utamanya.
 

Ciri-ciri Gigi Renggang

1. Adanya celah di antara dua gigi atau lebih

Ciri paling umum adalah terlihatnya jarak antara gigi, terutama pada gigi seri depan. Celah dapat kecil atau besar, dan terjadi pada satu atau beberapa bagian mulut.

2. Gigi tampak tidak sejajar atau tidak rapat

Gigi mungkin terlihat condong, miring, atau tidak berada pada posisi normal karena pergeseran akibat ruang kosong.

3. Masalah fungsi mulut

Pada beberapa kasus, celah dapat memengaruhi cara mengunyah atau berbicara, terutama jika terjadi pada gigi depan.

4. Gejala penyakit gusi

Jika diastema disebabkan oleh masalah periodontal, dapat muncul gusi bengkak, merah, mudah berdarah, bau mulut, atau gigi terasa longgar.
 

Penyebab Gigi Renggang

1. Perbedaan ukuran rahang dan ukuran gigi

Ketidakseimbangan antara ukuran rahang yang terlalu besar dan ukuran gigi yang lebih kecil dapat menciptakan ruang antar gigi.

2. Labial frenum yang terlalu besar

Jaringan penghubung antara bibir atas dan gusi dapat tumbuh terlalu besar atau melebar hingga masuk di antara gigi depan, sehingga mendorong gigi menjauh.

3. Kebiasaan buruk mulut (habits)

Kebiasaan seperti mengisap jempol, tongue thrusting (dorong lidah), atau menggigit benda tertentu dapat memberikan tekanan abnormal pada gigi sehingga menciptakan celah.

4. Penyakit gusi (periodontal disease)

Penyakit gusi dapat merusak jaringan pendukung gigi, membuat gigi bergeser, longgar, dan akhirnya membentuk celah baru.

5. Gigi yang hilang atau ukuran gigi kecil (microdontia)

Kehilangan gigi atau ukuran gigi yang terlalu kecil membuat gigi lain bergerak ke arah ruang kosong dan memunculkan diastema.

Cara Mengobati Gigi Renggang

1. Perawatan ortodontik (behel/braces atau aligner)

Digunakan untuk menggeser gigi secara bertahap hingga menutup celah. Ini adalah metode paling umum untuk kasus diastema dengan penyebab struktural.

2. Dental bonding atau veneer

Untuk celah kecil, dokter dapat mengisi ruang menggunakan resin komposit atau veneer porselen agar gigi tampak lebih rapat dan estetis.

3. Frenectomy

Jika penyebabnya adalah labial frenum yang besar, prosedur kecil ini dilakukan untuk mengurangi jaringan sehingga gigi dapat bergerak lebih rapat, biasanya dikombinasi dengan behel.

4. Perawatan penyakit gusi

Jika celah muncul akibat penyakit periodontal, dokter perlu menangani infeksi dan peradangan terlebih dahulu melalui scaling, root planing, atau terapi lain agar gigi kembali stabil.

5. Restorasi gigi (implant, bridge, atau crown)

Untuk kasus gigi hilang atau ukuran gigi yang terlalu kecil, pemasangan restorasi membantu menutup ruang dan mencegah pergeseran gigi lainnya.
 
Selain masalah estetika, gigi renggang juga menjadi indikasi adanya masalah pada struktur gigi, kebiasaan mulut, atau kesehatan gusi.
 
Penanganan yang sesuai tidak hanya memperbaiki penampilan, tetapi juga meningkatkan kesehatan dan fungsi mulut secara keseluruhan.
 
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R