Viral Makanan Disiram Minyak Panas, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

AKURAT.CO Banyak menu makanan viral yang proses pembuatannya disiram dengan minyak panas, seperti sambal matah, seblak kerupuk dengan bumbu mentah, mie instan dengan irisan bawang serta cabe, dan lain sebagainya.
Makanan dengan siraman minyak panas tersebut tengah digandrungi masyarakat, sebab menjadikan makanan terasa lebih sedap.
Namun, dibalik rasa yang mengguggah selera itu, jika menu makanan di atas dikonsumsi dengan berlebihan akan berbahaya pada kesehatan lho!
Baca Juga: Resep Ikan Dori Krispi Sambal Matah ala Ngikan Yuk By Rachel Vennya
Dampak Kesehatan
Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (25/10/2023), Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo menjelaskan bahwa makanan tersebut boleh saja untuk dikonsumsi.
Namun, penambahan minyak yang terlalu banyak pada makanan dan keseringan dalam mengonsumsinya itu berbahaya.
Berikut bahayanya mengonsumsi minyak berlebihan:
- Kalori tinggi
Ketika mengonsumsi minyak secara berlebih, maka di dalam minyat tersebut memiliki kandungan kalori yang tinggi.
Proses penyiraman minyak pada makanan secara langsung akan dikonsumsi oleh individu. Minyak tersebut tentu akan menyerap pada makanan, yang kemudian dikonsumsi oleh tubuh.
Hal tersebut jika terus dikonsumsi akan mengakibatkan peningkatan berat badan, dan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, serta berbagai masalah kesehatan lainnya.
Baca Juga: Resep Sambal Matah Khas Bali, Bikin Makan Tambah Nikmat!
- Lemak jenuh
Makanan yang disiram dengan minyak panas memiliki potensi mengubah minyak tersebut menjadi lemak trans atau jenuh.
Minyak jenuh yang dikonsumsi bukan hanya terdapat pada menu makanan yang disiram minyak panas saja, tetapi juga dari makanan yang digoreng.
Lemak trans dan jenuh dikenal dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah, yang dapt meningkatkan risiko penyakit jantung dan penyumbatan arteri.
- Memicu risiko penyakit lainnya
Jika makanan tersebut dikonsumsi jangka panjang, maka dengan kandungan yang tinggi minyak tersebut akan memunculkan berbagai risiko penyakit, salah staunya dislipidemia, yakni kondisi yang terjadi ketika kadar lemak yang terdapat dalam darah tidak normal.
Maka jangan terlalu sering mengonsumi makanan yang mengandung minyak tinggi, dan batasi konsumsi minyak perhari.
Dikutip dari berbagai sumber, batas yang aman dalam mengonsumsi minyak perhari adalah tidak lebih 7 persen dari angka asupan gizi.
Atau bisa juga dengan mengganti minyak yang lebih sehat, seperti minyak zaitun, minyak wijen, minyak jagung, dan lainnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









