Kenali Gejala Flu Singapura, Salah Satu Penyakit Menular

AKURAT.CO Semenjak munculnya Covid-19, virus menjadi salah satu hal yang paling ditakutkan oleh manusia. Hal ini karena virus dapat menularkan sesama manusia.
Namun, apakah kamu tahu jika tidak hanya virus Covid-19 saja yang berbahaya?
Ternyata ada penyakit lain yang bisa menularkan yakni flu Singapura.
Baca Juga: Gejala Virus Nipah Dan Cara Mencegah Penularannya
Flu Singapura
Flu Singapura adalah salah satu jenis penyakit yang disebabkan adanya infeksi menular. Penyakit ini bisa disebut juga dengan penyakit tangan, kaki dan mulut (HFMD).
Seringkali flu Singapura terjadi pada anak-anak bahkan balita. Meski begitu, orang dewasa pun bisa terkena flu ini.
Gejala yang timbul akibat flu Singapura adalah lepuhan atau luka pada mulut, serta ruam di tangan dan kaki.
Tidak hanya itu, terkadang luka dapat muncul di area siku tangan, bokong, lutut dan lipat paha.
Biasanya timbul secara ringan sehingga akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.
Meski begitu, flu Singapura belum ada obat atau vaksin yang dapat mengatasinya.
Apabila anak mengidap penyakit ini wajib mendapatkan perawatan di rumah supaya cepat untuk pulih kembali.
Baca Juga: 5 Fakta Virus Nipah, Dapat Menular Lewat Makanan Yang Terkontaminasi
Penyebab Flu Singapura
Secara umum, flu Singapura disebabkan oleh strain coxsackievirus atau biasa dikenal dan enterovirus. Virus ini dapat menyebar dengan mudah.
Biasanya melalui jaringan di mulut dan masuk ke dalam sistem pencernaan. Kemudian, penyakit ini menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Penularan flu Singapura dapat terjadi selama beberapa hari pertama, sebelum muncul ruam.
Adapun cara flu Singapura menyebarkan virus ke orang lain, misalnya:
- Melalui cairan dari hidung akibat bersin.
- Air liur saat batuk.
- Cairan dari luka yang melepuh.
- Permukaan benda yang sudah terkena kotoran pengidap.
Lepuhan akan mengering dalam waktu sekitar 10 hari. Ketika kering, virus tidak lagi menyebar melainkan hidup di dalam tinja sampai ruam menghilang.
Faktor Flu Singapura
Salah satu faktor yang umum terjadi adalah usia. Flu ini seringkali menyerang anak-anak di bawah usia 10 tahun.
Namun, anak-anak biasanya mengembangkan kekebalan diri terhadap penyakit ini ketika bertambahnya usia.
Meski begitu, flu Singapura kemungkinan juga terjadi pada orang dewasa dan remaja.
Beberapa faktor seseorang terkena flu Singapura sebagai berikut:
- Tidak menjaga kebersihan diri.
Hal inilah yang memberikan peluang virus untuk menginfeksi tubuh.
- Banyak aktivitas di tempat umum.
Virus akan menyerang apabila kamu berada di ruang terbuka bersama orang lain.
Gejala Flu Singapura
Berikut adalah gejala yang timbul akibat flu Singapura.
- Mengalami demam tinggi.
- Sakit tenggorokan.
- Berkurangnya nafsu makan.
- Muncul berbagai luka seperti lepuhan di lidah, gusi dan bagian dalam pipi.
- Ruam merah.
- Apabila terjadi pada bayi dan balita akan mudah rewel.
- Sakit perut.
Masa inkubasi flu Singapura terjadi tiga hingga enam hari. Satu atau dua hari setelah demam, akan ada luka di bagian depan mulut atau tenggorokan.
Kemudian, ruam muncul di bagian tangan dan kaki.
Pengobatan Flu Singapura
Secara umum, flu Singapura bisa sembuh sekitar satu minggu tanpa perawatan di rumah sakit.
Oleh karena itu, penanganan yang dapat dilakukan di rumah, yaitu:
- Pemberian obat pereda demam pada pengidap.
- Beristirahat dengan cukup.
- Disarankan untuk banyak minum dingin supaya mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.
- Hindari makanan dan minuman yang asam maupun pedas. Hal ini bisa membuat luka di mulut menjadi perih.
Pencegahan Flu Singapura
Pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran flu Singapura. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, misalnya:
- Melakukan isolasi mandiri hingga sembuh.
- Rutin membersihkan area yang terkena virus.
- Rutin mencuci tangan dengan sabun.
- Dilarang mencium anak yang mengidap flu Singapura.
- Hindari peralatan atau barang milik pengidap.
Nah, itulah penjelasan mengenai flu Singapura. Meskipun jarang terjadi, kamu tetap harus mengetahui bahwa virusnya bisa menyebar ke sesama manusia. (Tasya Nurhaliza Putri)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








