Kementan Gelar Online Training on Animal Husbandry And Health Management

AKURAT.CO, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian akan menggelar Online Training on Animal Husbandry and Health Management.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, krisis iklim yang terjadi saat ini membuat ketahanan pangan terganggu dan harus ditanggulangi bersama.
Baca Juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Klaim 2020 Ekspor Indonesia Melonjak
"Pangan menjadi dunia dan cara menghadapi salah satunya kebersamaan. Kita perlu saling mendukung dari sisi teknologi, budidaya pertanian maupun mekanisasi pertanian," ujar Syahrul.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan, pelatihan ini sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan ASEAN Working Group on Agricultural (AWGATE) yang dilaksanakan di Laos pada Maret lalu.
Hal tersebut, Dedi sampaikan pada konferensi pers Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 8 dengan tema Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian Mengantisipasi El Nino dan Online Training on Animal Husbandry and Health Management di Jakarta, Kamis (14/9/2023).
"Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang praktik terbaik untuk mempromosikan inovasi dan teknologi serta meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan di antara negara-negara ASEAN," kata Dedi.
Diketahui bahwa sebagai akibat dari pandemi Covid-19, perubahan iklim, dan perang Rusia-Ukraina, produksi dan produktivitas pangan dunia terganggu. Untuk itu, peran kerja sama dunia sangat penting.
Baca Juga: Pertemuan Vladimir Putin Dan Kim Jong Un Bahas Masalah Militer Hingga Perang Ukraina
"Salah satu langkah yang diambil Kementan dalam mengantisipasi hal tersebut dengan membangun kapasitas sumber daya manusia khususnya dalam bidang pengelolaan peternakan dan kesehatan hewan melalui 'Online Training on Animal Husbandry and Health Management'," jelas Dedi.
Sebagai informasi, Online Training on Animal Husbandry and Health Management akan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 19-21 September 2023. Dengan target peserta 45 orang dari negara-negara ASEAN.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 8Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar





