4 Jenis Penyakit Jantung Yang Menghantui Gegara Polusi Udara

AKURAT.CO Tidak hanya masalah saluran pernapasan, penyakit jantung juga dapat menimpa seseorang yang terlalu banyak menghirup polusi udara.
Dokter spesialias jantung mengungkapkan bahwa polutan yang terkandung di dalam cemaran udara Jakarta dapat menimbulkan sederet risiko penyakit jantung.
Campuran partikel halus yang terdapat di Partikulat (PM2.5), yakni oksida nitrogen, karbon monoksidan, dan zat-zat partikel kecil halus lainnya sangat berbahaya bagi kesehatan kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah,
Zat partikel halus tersebut akan masuk ke dalam tubuh melalui pembuluh darah yang mampu mengubah cara kerja sel menjadi tidak seimbang.
Penyakit Jantung yang Timbul Akibat Polusi Udara
Berikut ini terdapat empat penyakit jantung yang akan timbul jika seseorang terlalu sering terpapar polusi udara, dirangum Senin (14/8/2023).
1. Hipertensi
Penyakit jantung yang menghantui seseorang yang terlalu sering terpapar polusi udara yakni hipertensi atau darah tinggi.
Menurut studi yang dipublikasikan oleh European Heart Journal menemukan bahwa orang dewasa yang tinggal di wilayah tinggi polusi lebih rentan terkena tekanan darah tinggi.
Paparan polusi tersebut dapat menyebabkan peradangan dalam pembuluh darah seseorang. Akibatnya, risiko tekanan darah tinggi akan semakin meningkat.
2. Gagal jantung
Selain hipertensi, gagal jantung juga dapat timbul akibat terlalu sering terkena polusi udara.
Gagal jantung merupakan kondisi ketika otot jantung melemah dan tidak mampu memompa darah secara adekuat ke seluruh tubuh.
Zat-zat berbahaya dalam polusi udara yang terus dihirup dapat melemahkan jantung sehingga risiko gagal jantung akan semakin tinggi.
3. Penyakit jantung Iskemik
Penyakit jantung iskemik adalah kondisi ketika aliran darah ke jantung berkurang akibat penyumbatan sebagian atau seluruh arteri koroner.
Salah satu pemicu penyakit tersebut adalah polutan yang masuk ke dalam tubuh melalui pembuluh darah.
Zat-zat polutan tersebut dapat meningkatkan risiko aterosklerosis atau penumpukan lemak di dalam pembuluh darah pemicu iskemik.
4. Aritmia
Penyakit jantung yang menghantui akibat polusi udara terakhir yakni aritmia.
Aritmia adalah gangguan irama atau laju detak jantung akibat impuls listrik di jantung tidak bekerja dengan baik. Kondisi tersebut ditandai dengan detak jantung yang tidak normal, tidak beraturan, terlalu cepat, atau terlalu lambat.
Polutan tertentu yang terkandung di dalam polusi dapat memicu atau memperburuk detak jantung manusia.
Tidak hanya empat jenis penyakit di atas, polusi udara juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 4,5 persen.
Penyakit kardiovaskular umumnya muncul setelah adanya masalah pada organ pernapasan manusia.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





