Ketahui Gejala dan Pengobatan Infeksi Chikungunya
AKURAT.CO Dinas Kesehatan Kota Tangerang Banten telah mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat terkait chikungunya.
Imbauan ini dikeluarkan setelah belasan warga terindikasi terkena chikungunya.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan dr Dini Anggraeni pun sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dengan melakukan penyelidikan epidemiologi dan juga PSN.
"Kita bagikan bubuk abate kepada masyarakat dan memberikan imbauan agar melakukan kewaspadaan adanya penyakit berbasis lingkungan," kata Kepala Dinas Kesehatan dr Dini Anggraeni di Tangerang, dikutip AKURAT.CO pada Selasa (26/7/2022).
Dini menjelaskan, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh petugas di lapangan ditemukan gejala klinis chikungunya seperti badan kaku linu, demam, pusing, mual, dan timbul bercak dan bintik merah di tangan kaki.
"Dari 14 yang suspect chikungunya rata-rata sudah mendapatkan penanganan medis dan sudah membaik bahkan sembuh," jelasnya.
Adapun chikungunya adalah penyakit yang sebabkan oleh virus chikungunya (CHIKV). Ini adalah virus RNA yang termasuk dalam genus alphavirus dari keluarga Togaviridae.
Virus ini ditularkan ke manusia oleh nyamuk yang terinfeksi virus tersebut. Orang yang terinfeksi virus ini tidak dapat menularkannya secara langsung ke orang lain.
Melansir laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus chikungunya pertama kali diidentifikasi di Tanzania pada tahun 1952 dan selama 50 tahun menyebabkan wabah sesekali di Afrika dan Asia.
Sejak tahun 2004, chikungunya telah menyebar dengan cepat dan telah diidentifikasi di lebih dari 60 negara di seluruh Asia, Afrika, Eropa dan Amerika.
Nama "chikungunya" berasal dari sebuah kata dalam bahasa Kimakonde, yang berarti "menjadi berkerut", dan menggambarkan penampilan bungkuk penderita nyeri sendi (artralgia).
Tanda dan gejala
Kebanyakan orang yang terinfeksi virus chikungunya akan mengalami beberapa gejala. Gejala biasanya mulai 3-7 hari setelah nyamuk yang terinfeksi menggigit
Gejala yang paling umum adalah demam dan nyeri sendi. Gejala lain mungkin termasuk sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan sendi, atau ruam.
Setelah seseorang terinfeksi dan pulih, dia kemungkinan besar akan terlindungi dari infeksi ini di masa depan.
Gejala chikungunya bisa mirip dengan penyakit lainnya. bahkan chikungunya sering salah didiagnosis sebagai demam berdarah.
Tidak seperti demam berdarah, chikungunya jarang berkembang menjadi mengancam jiwa.
Ya, kematian akibat chikungunya jarang terjadi. Kebanyakan pasien merasa lebih baik dalam waktu seminggu. Namun, nyeri sendi bisa parah dan melumpuhkan dan dapat bertahan selama berbulan-bulan.
Orang yang berisiko terkena penyakit yang lebih parah termasuk bayi baru lahir yang terinfeksi sekitar waktu kelahiran, orang dewasa yang lebih tua (di atas 65 tahun), dan seseorang dengan kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung.
Komplikasi serius memang tidak umum, tetapi pada orang tua dengan kondisi medis tertentu, penyakit ini dapat berkontribusi pada penyebab kematian.
Pengobatan
Temui penyedia layanan kesehatan jika kamu memiliki gejala yang dijelaskan di atas. Tidak ada pengobatan obat antivirus khusus untuk chikungunya.
Penatalaksanaan klinis menargetkan terutama untuk menghilangkan gejala, termasuk nyeri sendi menggunakan antipiretik, analgesik optimal, minum banyak cairan dan istirahat umum.
Obat-obatan seperti parasetamol atau asetaminofen direkomendasikan untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam.
Mengingat kesamaan gejala antara chikungunya dan demam berdarah, pasien yang diduga chikungunya harus menghindari penggunaan aspirin atau obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) sampai diagnosis demam berdarah disingkirkan.
Pasalnya, obat-obatan dapat meningkatkan risiko perdarahan bagi pasien demam berdarah.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





