Hati-hati Digital Eye Strain, Akibat Terlalu Lama Terpapar Layar Perangkat Digital

AKURAT.CO, Smartphone dan laptop kini menjadi barang yang dekat dengan kehidupan manusia, terutama generasi milenial. Ditambah lagi dengan masuknya era indutri 4.0 di mana perkembangan teknologi dan informasi semakin cepat dan beralin ke arah digital.
Penggunaan internet juga semakin meningkat. Berdasarkan riset dari We Are Social, pengguna internet di Indonesia mencapai 175,4 juta pada tahun 2020. Pengguna internet tersebut juga menggunakan beberapa perangkat yang berbeda dalam mengakses internet, di antaranya mobile phone (94 persen), non-smartphone mobile phone (21 persen), laptop atau komputer desktop (66 persen), table (23 persen), konsol game (16 persen), hingga virtual reality device (5,1 persen).
Selain itu, Indonesia juga masuk ke dalam daftar negara paling lama dalam menghabiskan waktunya untuk berselancar di internet dengan menduduki posisi nomor 8. Selama 2019 saja pengguna internet di Indonesia pada usia 16-64 tahun menghabiskan rata-rata 7 jam 59 menit per hari dalam mengakses internet.
Hal ini dapat menjadi pengingat bagi kita tentang efek samping paparan sinar layar perangkat digital yang terlalu lama. Salah satunya penyakit yang mengintai adalah digital eye strain atau computer vision syndrome.
Penyakit ini merupakan suatu gangguan atau ketidaknyamanan fisik setelah paparan yang cukup lama oleh layar digital, ditandai dengan mata lelah, adanya rasa pegal di daerah leher, pundak atau punggung, nyeri kepala, penglihatan yang kabur hingga mata menjadi kering.
Beberapa hal yang menyebabkan digital eye strain ini semakin berisiko adalah pencahayaan, jarak baca, postur tubuh dan pancaran sinar biru dari layar.
Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit digital eye strain ini. Kamu bisa menerapkan jarak ideal dengan perangkat digital yang kamu gunakan sekitar 50-70 cm dari mata. Selain itu, pencahayaan pada perangkat digital yang tidak terlalu terang. Gunakan filter glare untuk mengurangi paparan cahaya biru pada layar monitor atau gunakan kacamata antiradiasi.
Kamu juga bisa menerapkan 20-20-20 RULE, yakni istirahat 20 detik dengan melihat sesuatu yang berjarak 20 kaki setiap 20 menit sekali. Jangan lupa untuk rutin melakukan pemeriksaan mata supaya kamu bisa mengetahui kondisi kesehatan mata kamu.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon



