Akurat Logo

Hati-hati Digital Eye Strain, Akibat Terlalu Lama Terpapar Layar Perangkat Digital

| 10 April 2020, 05:30 WIB
Hati-hati Digital Eye Strain, Akibat Terlalu Lama Terpapar Layar Perangkat Digital

AKURAT.CO, Smartphone dan laptop kini menjadi barang yang dekat dengan kehidupan manusia, terutama generasi milenial. Ditambah lagi dengan masuknya era indutri 4.0 di mana perkembangan teknologi dan informasi semakin cepat dan beralin ke arah digital.

Penggunaan internet juga semakin meningkat. Berdasarkan riset dari We Are Social, pengguna internet di Indonesia mencapai 175,4 juta pada tahun 2020. Pengguna internet tersebut juga menggunakan beberapa perangkat yang berbeda dalam mengakses internet, di antaranya mobile phone (94 persen), non-smartphone mobile phone (21 persen), laptop atau komputer desktop (66 persen), table (23 persen), konsol game (16 persen), hingga virtual reality device (5,1 persen).

Selain itu, Indonesia juga masuk ke dalam daftar negara paling lama dalam menghabiskan waktunya untuk berselancar di internet dengan menduduki posisi nomor 8. Selama 2019 saja pengguna internet di Indonesia pada usia 16-64 tahun menghabiskan rata-rata 7 jam 59 menit per hari dalam mengakses internet.

Hal ini dapat menjadi pengingat bagi kita tentang efek samping paparan sinar layar perangkat digital yang terlalu lama. Salah satunya penyakit yang mengintai adalah digital eye strain atau computer vision syndrome.

Penyakit ini merupakan suatu gangguan atau ketidaknyamanan fisik setelah paparan yang cukup lama oleh layar digital, ditandai dengan mata lelah, adanya rasa pegal di daerah leher, pundak atau punggung, nyeri kepala, penglihatan yang kabur hingga mata menjadi kering.

Beberapa hal yang menyebabkan digital eye strain ini semakin berisiko adalah pencahayaan, jarak baca, postur tubuh dan pancaran sinar biru dari layar.

Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit digital eye strain ini. Kamu bisa menerapkan jarak ideal dengan perangkat digital yang kamu gunakan sekitar 50-70 cm dari mata. Selain itu, pencahayaan pada perangkat digital yang tidak terlalu terang. Gunakan filter glare untuk mengurangi paparan cahaya biru pada layar monitor atau gunakan kacamata antiradiasi.

Kamu juga bisa menerapkan 20-20-20 RULE, yakni istirahat 20 detik dengan melihat sesuatu yang berjarak 20 kaki setiap 20 menit sekali. Jangan lupa untuk rutin melakukan pemeriksaan mata supaya kamu bisa mengetahui kondisi kesehatan mata kamu.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.