Akurat

Jangan Abaikan Jamur di Tembok Rumah, Penyakit ini Mengintai

Khaerul S | 3 Desember 2019, 12:39 WIB
Jangan Abaikan Jamur di Tembok Rumah, Penyakit ini Mengintai

AKURAT.CO Dari sekian banyak bagian rumah, tembok rumah menjadi salah satu yang mudah tumbuh jamur.

Dilansir dari Medical Daily, jamur dapat menimbulkan masalah kesehatan, terutama bagi orang dengan alergi. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut beberapa masalah kesehatan yang dapat terjadi akibat jamur yang ada di tembok rumah.

Masalah pernapasan

Saat jamur tumbuh, spora, sel, fragmen, dan senyawa organik yang tidak stabil dapat bertebaran di udara. Mereka dapat menghasilkan alergen, iritan, dan mikotoksin. 

Beberapa di antaranya bisa beracun, terutama bagi orang yang memiliki kepekaan terhadapnya jamur tersebut. Selain itu, kelembaban mendorong jamur untuk terurai, meningkatkan volume partikel, atau debu, di udara.

Partikel-partikel ini dapat mengiritasi paru-paru, hidung, dan tenggorokan, terutama pada orang yang sudah memiliki masalah pernapasan, asma , atau kondisi paru-paru kronis.

Alergi

Seseorang dengan sensitivitas atau alergi terhadap partikel yang berhubungan dengan jamur dapat bereaksi.

Alergi jamur dapat menghasilkan gejala yang mirip dengan alergi lain, seperti demam , atau alergi musiman. Dalam hal ini juga, zat-zat di udara dapat mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas.

Orang dengan alergi jamur dan asma memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami serangan asma ketika ada jamur di lingkungan. Volume debu yang lebih tinggi dapat meningkatkan risiko tungau debu, yang juga dapat memicu reaksi alergi pada beberapa orang.

Aspergillosis

Beberapa jenis jamur, seperti Aspergillus , dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, yang dikenal sebagai aspergillosis sumber pemicu pada beberapa orang.

Kebanyakan orang dapat menghirup spora jamur ini tanpa menjadi sakit, tetapi orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau penyakit paru-paru yang dapat memiliki reaksi yang parah.

Penyakit lainnya

Jamur juga dapat memicu produksi mikroba dan bakteri. Paparan bakteri ini dapat memicu respons peradangan pada beberapa orang, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO juga mencatat bahwa jamur dan agen mikroba yang dihasilkannya dapat meningkatkan risiko infeksi bronkial dan jamur.

Ada beberapa bukti mikroba ini memicu pneumonitis hipersensitif bronkitis, alveolitis alergi, rinosinusitis kronis, sinusitis jamur alergi, masalah saluran pernapasan bawah pada anak-anak yang sebelumnya sehat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A